Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah, Kamis (1/9). Pelemahan dipimpin saham-saham dari sektor teknologi dan sektor barang baku.
IHSG ditutup melemah 25,49 poin atau 0,36% ke posisi 7.153,1. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 5,89 poin atau 0,58% ke posisi 1.016,93.
"Pergerakan Indeks IHSG bergerak variatif sementara mayoritas bursa regional Asia mengalami koreksi. Hal ini seiring sikap pasar yang tampaknya masih terbebani meningkatnya inflasi dan ancaman resesi sehubungan kebijakan bank bank sentral di dunia yang masih berpotensi menaikkan suku bunga acuan," tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Kamis. Gubernur Federal Reserve (Fed) Cleveland Lorreta Mester mengatakan bahwa bank sentral AS dapat menaikkan suku bunga sedikit di atas 4% pada awal tahun depan.
Lembaga survei di Tiongkok The Caixin mencatat Tiongkok General Manufacturing PMI turun menjadi 49,5 pada Agustus 2022 dari 50,4 pada Juli 2022. Selanjutnya Korea Selatan mencatatkan defisit neraca perdagangan sebesar US$9,47 miliar pada Agustus 2022 disebabkan impor yang tumbuh jauh lebih cepat daripada ekspor di tengah melonjaknya harga energi global.
Dari dalam negeri, IHSG bergerak variatif. Sentimen eksternal masih membebani perhatian pelaku pasar. Sedangkan katalis positif datang dari PMI Manufaktur S&P Global Indonesia yang naik menjadi 51,7 pada Agustus 2022 dari 51,3 pada Juli 2022 ditopang pemulihan lebih lanjut dalam kondisi ekonomi setelah pandemi.
Selanjutnya Badan Pusat Statistik (BPS) memublikasikan data inflasi Agustus 2022 secara bulanan tercatat deflasi 0,21%. Secara tahunan tercatat inflasi 4,69%, yang meskipun relatif tinggi tetapi melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang 4,94%.
Dibuka melemah, IHSG terus bergerak di zona merah tetapi berhasil menguat satu jam sebelum penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih bergerak di teritori positif sebelum akhirnya terkoreksi satu jam menjelang penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat dengan energi naik paling tinggi 0,86% diikuti barang konsumen primer dan perindustrian masing-masing naik 0,5% dan 0,15%. Sedangkan tujuh sektor terkoreksi dengan teknologi turun paling dalam 1,65% diikuti sektor barang baku dan sektor kesehatan masing-masing turun 1,47% dan 0,99%.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp383,73 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp232,46 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.273.469 kali transaksi. Jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 27,52 miliar lembar senilai Rp12,95 triliun. Harga sebanyak 238 saham naik, 282 saham menurun, dan 180 tidak bergerak nilainya. Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 430,06 poin atau 1,53% ke 27.661,47, Indeks Hang Seng turun 371,51 poin atau 1,86% ke 19.582,88, dan Indeks Straits Times meningkat 2,41 poin atau 0,07% ke 3.224,08. (Ant/OL-14)
Pemprov Jateng juga mengandalkan sistem pemantauan harga harian di pasar-pasar tradisional untuk mendeteksi potensi kenaikan harga sejak dini.
Beberapa komoditas pangan seperti cabai dan sayur justru mengalami penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Kemendagri menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan sebagai kebutuhan pokok masyarakat menjelang bulan puasa Ramadan.
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Harga cabai rawit merah yang sempat melonjak hingga Rp80.000 per kg, sekarang hanya Rp36.000 per kg. Harga telur ayam ras dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved