Selasa 26 Juli 2022, 10:10 WIB

DPR Minta BI Perlu Cermat Lihat Perkembangan Ekonomi Global

mediaindonesia.com | Ekonomi
DPR Minta BI Perlu Cermat Lihat Perkembangan Ekonomi Global

Ist/DPR
Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati.

 

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati meminta Bank Indonesia (BI) untuk cermat lihat perkembangan ekonomi global yang berdampak pada kondisi di dalam negeri (domestik). Sebab, menurutnya, ketidakpastian situasi kondisi global tersebut masih sangat tinggi.

“Tren perkembangan inflasi dan depresiasi rupiah harus menjadi pertimbangan dalam menentukan suku bunga acuan karena dampaknya langsung dirasakan bagi perekonomian nasional,”ujar Anis dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Selasa (26/7).

Diketahui, Bank Dunia, dalam laporannya 'Global Economic Prospects' per Juni 2022, telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,9% pada tahun 2022.  Angka itu lebih rendah 1,2% dari proyeksi edisi Januari 2022 yang sebesar 4,1%.

Di sisi lain Bank Indonesia memperkirakan, ketidakpastian ekonomi global diprakirakan masih akan tinggi seiring dengan semakin mengemukanya risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan inflasi global, termasuk sebagai akibat dari makin meluasnya kebijakan proteksionisme terutama pangan, yang ditempuh oleh berbagai negara.

Baca juga: DPR Ingatkan DJP Edukasi Masif Pengintegrasian NIK-NPWP di Masyarakat

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Juli 2022, pun telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan. Yaitu, BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) tetap sebesar 3,50 persen, suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility tetap sebesar 4,25 persen.

Anis pun mengingatkan BI untuk terus mengamati kebijakan Bank sentral Amerika Serikat The Fed yang sudah menaikkan suku bunga sampai 150 bps (basis point) hingga saat ini. Kebijakan ini untuk merespons angka inflasi Amerika Serikat yang menembus 9,1% pada Juni 2022, tertinggi dalam empat dekade terakhir.

BI juga harus mempertimbangkan kondisi stagflasi yang sedang melanda perekonomian global dan imbasnya sampai ke Indonesia. Risiko dampak perlambatan ekonomi global dan inflasi yang tinggi sewaktu-waktu bisa mengancam pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

“BI harus terus mewaspadai risiko kenaikan ekspektasi inflasi dan inflasi inti ke depan. Perkembangan inflasi sampai semester I tahun 2022 menunjukkan ada kenaikan inflasi pada Volatile Food dan Administered Price,”tutur Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini.

Anis pun menganggap langkah-langkah yang diambil BI sejauh ini sudah tepat. BI tidak hanya sekedar mempertimbangkan aspek suku bunga acuan semata.

Tetapi, juga melakukan bauran instrumen kebijakan dalam menghadapi kondisi saat ini. Baik melalui stabilisasi nilai tukar rupiah, penguatan operasi moneter, dan suku bunga.

“Kebijakan BI tentu diharapkan dapat memberikan kepastian pada sektor riil yang baru mulai menggeliat terutama sektor UMKM. Kebijakan yang menahan suku bunga acuan ini diharapkan dapat menjaga suku bunga perbankan, sehingga bunga bank pun tidak mengalami kenaikan," jelasnya.

"Kredit perbankan bisa tetap tumbuh, sehingga stabilitas perekonomian bisa tetap terjaga dan pemulihan ekonomi bisa berjalan dengan baik,” tutup politikus PKS tersebut. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara

Menteri ESDM Minta PT Vale Tingkatkan Produksi Nikel

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 22:33 WIB
PT Vale Indonesia memiliki satu fasilitas pengolahan dan pemurnian nikel di Sorowako dengan kapasitas 70.000 ton nikel...
Dok PLN

PLN Kebut Penataan Infrastruktur Kelistrikan G20 di Bali

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 21:55 WIB
Saat ini progres tersebut mencapai 88,6 untuk pengamanan kelistrikan...
MI/Bayu Anggoro

Sinergi KUB Untuk Pengembangan Bisnis BPD

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 20:54 WIB
POJK  mendorong penguatan permodalan BPD sehingga BPD dapat meningkatkan perannya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya