Selasa 05 Juli 2022, 11:19 WIB

MMS Group Tandatangani Kontrak Pasok Listrik PLN Sebesar 199,8 MVA

mediaindonesia.com | Ekonomi
MMS Group Tandatangani Kontrak Pasok Listrik PLN Sebesar 199,8 MVA

Ist
PT MIG dan PT MMP melaksanakan penandatangan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan PT PLN (Persero).

 

MMS Group Indonesia (MMSGI) melalui dua anak usahanya, PT Mitra Informatika Gemilang (MIG) dan PT Mitra Murni Perkasa (MMP), melaksanakan penandatangan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan PT PLN (Persero) (PLN) secara bersamaan di Balikpapan dan Jakarta pada Kamis (30/6) lalu. 

Penandatangan ini merupakan langkah strategis dari keseluruhan perjalanan dua proyek besar MMSGI dengan total kebutuhan listrik 199,8 MVA yang setara lebih dari 90 ribu rumah dengan daya 2200 VA.

“Ini merupakan bentuk kerja sama strategis antara MMS Group Indonesia dengan PLN dalam upaya pengembangan industri hilir dan pembangunan daerah," ujar Adri Martowardojo, perwakilan MMS Group Indonesia, dalam keterangan pers, Selasa (5/7).

"Serta merupakan bentuk dukungan grup terhadap pengembangan ekosistem digital yang menjadi perhatian Pemerintah saat ini,” kata Adri.

Baca juga: DPR Dorong PLN Cari Inovasi untuk Hasilkan Teknologi EBT

Perlu diketahui bahwa MMS Group Indonesia telah menjalin kemitraan strategis dengan PLN. PT Multi Harapan Utama (MHU) menjadi top 10 supplier batu bara ke PLTU milik PT PLN.

Maka dari itu kerja sama pengadaan tenaga listrik untuk dua proyek besar ini mempererat hubungan strategis MMS Group Indonesia dan PLN. 

Edison Sipatuhar, selaku Executive Vice President Pelayanan Pelanggan Korporat dan Institusi Besar PT PLN (Persero) menyatakan bahwa penandatangan kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dorongan atas kemajuan potensi yang dimiliki daerah serta meningkatkan keyakinan bagi pengembang atau investor nasional maupun internasional.

Data Center

Seperti yang kita ketahui, era disruptif digital saat ini membuat pertukaran dan penyimpanan data menjadi hal yang krusial. Studi Google, Temasek, dan Bain & Company menyatakan bahwa ekonomi internet Indonesia diperkirakan memiliki Gross Merchandise Value (GMV) senilai USD 146 miliar hingga tahun 2025.

Asia Tenggara juga diproyeksikan menjadi Kawasan dengan pertumbuhan Data Center tercepat dengan tingkat petumbuhan tahunan rata-rata sebesar 22% hingga 2024.

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan Data Center, hal ini diperkuat dengan masih rendahnya ketersediaan data center di Indonesia.

Dengan total populasi yang lebih dari 270 juta jiwa, kebutuhan data center di Indonesia mencapai 5,6 MW per kapita, namun penggunaan saat ini hanya 1 watt per kapita. 

Menjawab tantangan ini, MMSGI mengembangkan Downtown Data Center dengan standar global dan kualitas terbaik di kawasan strategis Kuningan Jakarta. Downtown Data Center dengan standar Tier 3+ akan beroperasi pada pertengahan 2023 mendatang.

Untuk mendukung keperluan ini, PLN memasok 59,8 MVA dengan Layanan Ultimate demi menjawab kebutuhan fasilitas penyimpanan data digital yang andal dan aman.

Penandatanganan kontrak PJBTL tersebut dilangsungkan di Gedung TCC Batavia, kantor pusat MMS Group Indonesia dan dihadiri oleh GM PLN UID Jaya dan jajaran manajemen MIG.
Smelter Nikel

Penandatanganan PJBTL PLN dan MMP berlangsung di Hotel Grand Tjokro Balikpapan yang dihadiri oleh GM PLN Unit Wilayah Induk Kaltimra dan jajaran manajemen MMP.

Peran PLN dalam pengembangan hilirisasi mineral nasional menjadi signifikan dengan komitmennya memberikan pasokan listrik tegangan tinggi dengan daya 140 MVA kepada PT Mitra Murni Perkasa (MMP). Fasilitas pemurnian nikel ini merupakan yang pertama di Kawasan Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Suplai listrik tersebut akan digunakan sebagai sumber energi fasilitas pemurnian nikel. Smelter nikel PT MMP memiliki dua production line dengan total kapasitas produksi 27,800 ton per tahun. Hasil dari proses pemurnian ini berupa nickel matte yang merupakan bahan baku utama produksi baterai.

Keberadaan nickel matte sangat penting dalam mendukung pengembangan industri baterai nasional, khususnya bagi Indonesia sebagai salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar.

Pengembangan industri hilirasasi yang terintegrasi merupakan kesempatan emas dalam membangun ekonomi hijau ke depan. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara

Stok Beras dan Jagung Melimpah, Bulog: Ketahanan Pangan Aman

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 18:00 WIB
Saat ini, stok beras di sejumlah gudang Perum Bulog mencapai 1,1 juta ton. Sementara untuk jagung, meski belum jadi sumber pangan utama,...
Antara/Reno Esnir.

Pengertian Reklame, Ciri-Ciri, Tujuan, dan Contoh

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 17:24 WIB
Secara umum, reklame adalah suatu media yang digunakan untuk menyampaikan informasi secara singkat kepada banyak orang secara...
MI/Rendy Ferdiansyah

Luhut: Minggu Depan Presiden Umumkan Penaikan Harga BBM

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 17:23 WIB
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan kuliah umum di Universitas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya