Kamis 30 Juni 2022, 20:29 WIB

Tangkal Risiko Bisnis tak Terduka, UMKM Diimbau Miliki Asuransi Sebagai Proteksi

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Tangkal Risiko Bisnis tak Terduka, UMKM Diimbau Miliki Asuransi Sebagai Proteksi

Dok. Pribadi
CEO BRINS Fankar Umran

 

PROTEKSI merupakan salah satu pilar penting untuk meningkatkan pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia (UMKM) dan naik kelas. Karena, apabila UMKM mulai berkembang akan selalu ada risiko yang tidak diduga bisa terjadi.

CEO BRINS Fankar Umran mengatakan, risiko yang tidak diduga tersebut bisa menimpa UMKM atau juga usaha besar. Apabila tidak ada proteksi, maka akan diperlukan biaya yang cukup besar untuk menggerakkan usaha lagi.

“Misalnya pedagang bakso punya gerobak yang harganya Rp5 juta hingga Rp10 juta yang sehari-hari digunakan untuk mencari nafkah. Ketika terjadi risiko belum tentu mereka punya dana Rp10 juta untuk segera mengganti. Padahal bisa kita proteksi oleh asuransi yang sangat murah,” kata Fankar dalam webinar Bangga UKM dalam sesi Kecil-Kecil Cabe Rawit/

Selain aset, kata Fankar, asuransi juga bisa melindungi diri pengusaha kecil dan menengah apabila terjadi musibah atau kecelakaan. Transaksi jual beli juga bisa diproteksi oleh asuransi.

“Ketika terjadi transaksi jual beli atau transaksi jual beli diimbangi dengan adanya katakanlah pembiayaan di situ maka pembiayaan itu bisa ditalangi dan bisa diproteksi oleh asuransi kalau misalnya pelaku usaha sudah kasih barang dan tidak dibayar maka asuransi bisa membayar ganti rugi,” jelas Fankar.

Fankar menjelaskan, ada tiga pilar pengembangan UMKM yaitu pendampingan supaya mereka bisa berkembang, lalu pengembangan berbisnis, dan proteksi. Menurut dia, pengembangan UMKM juga mempunyai risiko khususnya pengembangan eksternal.

Baca juga : Menko Perekonomian Pastikan Fasilitas KEK Lido Beroperasi Akhir Tahun

“Ketika ada bencana atau kecelakaan, pelaku UMKM biasanya mencari dana dari rentenir karena tidak punya dana cadangan. Ada 5 juta UMKM yang datang ke rentenir untuk berbisnis. Kenapa? Karena mereka butuh dana yang cepat. Ini semua sebenarnya bisa dilakukan oleh asuransi bencana,” ungkap Fankar.

Data Institut Riset BRI serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, saat ini ada 71,4 juta pelaku UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia pada 2021. 

Angka tersebut terbagi atas 66,9 juta usaha mikro, sebanyak 4,2 juta usaha kecil, dan 364 ribu usaha menengah. Namun dari data tersebut, hanya 17% pelaku UMKM yang telah memiliki asuransi mikro.

Karena itu, Fankar menekankan pentingnya UMKM untuk mempunyai proteksi. Apalagi, Indonesia merupakan negara yang sering dilanda bencana. Pada 2021, total ada 5.400 bencana atau 15 bencana tiap hari. Selain itu, bencana alam juga membuat 7,6 juta orang mengungsi dan lebih dari 700 orang meninggal.

Fankar mengungkapkan, masih banyak anggapan bahwa mempunyai asuransi itu sulit. Padahal, kata dia, asuransi itu tidak sulit dan mudah. Ini merupakan salah satu dampak dari rendahnya literasi asuransi di Indonesia. (RO/OL-7)

Baca Juga

ANTARA/Fikri Yusuf

Indonesia Finalkan Hasil Pertemuan G20 DWG Tekankan Multilateralisme

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 22:20 WIB
DWG Meeting telah terlaksana tiga kali sepanjang...
PPI Dunia

Pelajar Indonesia di Luar Negeri Tak Boleh Minder

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 21:54 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan pelajar Indonesia tidak boleh minder dalam pergaulan...
Ist/Bea Cukai

Bea Cukai Bawa UMKM Naik Kelas, Ekonomi Tancap Gas

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 18:50 WIB
Sebagai perwujudan dukungan kepada UMKM, Bea Cukai menginisiasi kegiatan bertajuk UMKM Week 2022, dengan tema "UMKM Naik Kelas,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya