Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA mengalami surplus neraca perdagangan sebesar 1,12 miliar dolar AS (sekitar Rp16,62 triliun) dengan China selama periode Januari-April 2022.
Ekspor Indonesia ke Tiongkok selama periode tersebut senilai 22,74 miliar dolar (sekitar Rp337,53 triliun), sedangkan impornya 21,62 miliar dolar (sekitar Rp320,9 triliun).
"Dengan demikian maka Indonesia mengalami surplus perdagangan dengan China sebesar 1,12 miliar dolar AS," kata Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun di Beijing, Selasa.
Nilai ekspor Indonesia selama periode Januari-April 2022 itu meningkat 34,63 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021.
Nilai perdagangan bilateral sebesar 44,36 miliar dolar AS pada Januari-April 2022 itu, menurut Dubes, menunjukkan adanya peningkatan sekitar 34,36 persen dibandingkan Januari-April 2021.
Namun nilai ekspor produk makanan dan minuman olahan Indonesia ke China selama periode tersebut yang hanya 1,46 miliar dolar AS, yakni mengalami penurunan sekitar 23,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang telah mencapai 1,90 miliar dolar AS.
Baca juga: Harga CPO Tinggal Rp8.443 per kg Akibat Anjloknya Permintaan
Penurunan itu dipicu oleh adanya dua aturan baru mengenai impor makanan olahan yang dikeluarkan oleh Badan Kepabeanan China (GACC) yang berlaku per 1 Januari 2022.
Pemberlakuan aturan baru tersebut sempat menghambat proses bongkar muat ratusan kapal dagang dari Indonesia di sejumlah pelabuhan barang di Tiongkok karena tidak dilengkapi dokumen sesuai persyaratan GACC.
"Penurunan ini harus menjadi penyemangat dan tekad bahwa produk makanan dan minuman Indonesia bisa diterima dan berpeluang ditingkatkan pangsa pasarnya di Indonesia," kata Djauhari.
Regulasi baru GACC itu di antaranya adalah bahwa perusahaan makanan dan minuman olahan asing wajib mendaftarkan sarana produksi sebelum produk tersebut diekspor ke China.
Otoritas setempat berdalih regulasi baru itu sebagai upaya melindungi konsumen di China dalam mengonsumsi makanan dan minuman impor. (Ant/OL-4)
BPS melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sejalan dengan usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India ditunda
AS menetapkan tarif global 10 persen saat kesepakatan nol bea masuk RI untuk sawit hingga semikonduktor belum berlaku dan masih menunggu ratifikasi.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
KEPALA Ekonom Permata Bank, Josua Pardede menilai penutupan atau tersendatnya lalu lintas di Selat Hormuz merupakan guncangan yang cepat menular ke rantai pasok petrokimia global.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan Neraca Perdagangan Indonesia tidak akan menyempit akibat kesepakatan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS).
Ekonom senior Didik J. Rachbini dari Indef menilai rencana impor 105 ribu kendaraan niaga pick-up dari India berisiko melemahkan industri otomotif nasional dan neraca perdagangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved