Selasa 28 Juni 2022, 21:21 WIB

Indonesia Surplus Dagang Rp16,62 triliun dengan Tiongkok

Mediaindonesia | Ekonomi
Indonesia Surplus Dagang Rp16,62 triliun dengan Tiongkok

MI/Lina Herlina
Ekspor rempah-rempah ke sejumlah negara termasuk Tiongkok.

 

INDONESIA mengalami surplus neraca perdagangan sebesar 1,12 miliar dolar AS (sekitar Rp16,62 triliun) dengan China selama periode Januari-April 2022.

Ekspor Indonesia ke Tiongkok selama periode tersebut senilai 22,74 miliar dolar (sekitar Rp337,53 triliun), sedangkan impornya 21,62 miliar dolar (sekitar Rp320,9 triliun).

"Dengan demikian maka Indonesia mengalami surplus perdagangan dengan China sebesar 1,12 miliar dolar AS," kata Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun di Beijing, Selasa.

Nilai ekspor Indonesia selama periode Januari-April 2022 itu meningkat 34,63 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021.

Nilai perdagangan bilateral sebesar 44,36 miliar dolar AS pada Januari-April 2022 itu, menurut Dubes, menunjukkan adanya peningkatan sekitar 34,36 persen dibandingkan Januari-April 2021.

Namun nilai ekspor produk makanan dan minuman olahan Indonesia ke China selama periode tersebut yang hanya 1,46 miliar dolar AS, yakni mengalami penurunan sekitar 23,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang telah mencapai 1,90 miliar dolar AS.

Baca juga: Harga CPO Tinggal Rp8.443 per kg Akibat Anjloknya Permintaan

Penurunan itu dipicu oleh adanya dua aturan baru mengenai impor makanan olahan yang dikeluarkan oleh Badan Kepabeanan China (GACC) yang berlaku per 1 Januari 2022.

Pemberlakuan aturan baru tersebut sempat menghambat proses bongkar muat ratusan kapal dagang dari Indonesia di sejumlah pelabuhan barang di Tiongkok karena tidak dilengkapi dokumen sesuai persyaratan GACC.

"Penurunan ini harus menjadi penyemangat dan tekad bahwa produk makanan dan minuman Indonesia bisa diterima dan berpeluang ditingkatkan pangsa pasarnya di Indonesia," kata Djauhari.

Regulasi baru GACC itu di antaranya adalah bahwa perusahaan makanan dan minuman olahan asing wajib mendaftarkan sarana produksi sebelum produk tersebut diekspor ke China.

Otoritas setempat berdalih regulasi baru itu sebagai upaya melindungi konsumen di China dalam mengonsumsi makanan dan minuman impor.  (Ant/OL-4)

Baca Juga

Ist/BPJS Ketenagakerjaan

Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi dengan APHTN-HAN

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 22:31 WIB
BPJAMSOSTEK menggandeng Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) untuk mempercepat perlindungan...
Antara

Validasi Jumlah Pangan Pokok Penting Dibutuhkan di Tengah Ancaman Krisis

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 22:29 WIB
Perhitungan ini sangat penting dilakukan mengingat semua negara di dunia tengah menghadapi ancaman yang sama, yaitu krisis pangan dan...
Dok. Lanxess AG

Akuisisi Emerald Kalama Chemical dan Unit Bisnis Baru Dongkrak Performa Lanxess di Semester I-2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 22:02 WIB
Kondisi logistik yang sulit serta tingginya biaya pengiriman, menyebabkan volume yang lebih rendah dan mencegah peningkatan pendapatan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya