Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK UOB Indonesia meluncurkan U-Energy, platform pembiayaan terintegrasi pertama di Asia untuk proyek hijau dalam efisiensi energi bagi bangunan dan rumah di Tanah Air.
Wholesale Banking Director UOB Indonesia Harapman Kasan menuturkan, sasaran pendanaan ini ialah pemilik bangunan industri dan komersil yang bisa memperoleh pinjaman atau kredit dengan menyetujui pemanfaatan peralatan dan sistem penyesuaian ukuran alat-alat oleh mitra U-Energy.
"Jumlah pinjaman ini tergantung kebutuhan. Contohnya, ada nasabah yang mau pasang AC dengan penggunaan listrik kecil, ini bisa lebih mudah dengan kartu kredit kita," ujarnya di kantor UOB Indonesia, Jakarta, Kamis (23/6).
Untuk pendanaan hijau bagi perusahaan, UOB Indonesia akan melihat seberapa besar biaya yang akan dikeluarkan perusahaan itu. Harapman mengatakan, pada umumnya perbankan akan memberi pinjaman sebesar 70%-80% dari total nilai proyek tersebut.
"(Pinjaman) ini tergantung dari kondisi perusahaan. Tim kami siap berdiskusi untuk mencari jalan keluar terbaik untuk proyek mereka," ucapnya.
Baca juga: Side Events B20 Indonesia Bahas Peluang dan Tantangan Ekonomi Transisi Energi
Di Indonesia, platform U-Energy menggandeng empat penyedia jasa energi lokal yang dapat dimanfaatkan nasabah dalam proyek efisiensi energi, antara lain PT Amerindo Energy Solutions (yang juga dikenal dengan Synergy Efficiency Solutions, Barghest Building Performance, G-Energy, dan Schneider Electric.
Mitra-mitra U-Energy ini dapat mendukung proyek efisiensi energi dalam hal pemanfaatan chiller and efisiensi pendingin udara, pemasangan panel surya di atap, peralihan ke lampu LED, pengubahan muka bangunan untuk memantulkan cahaya matahari langsung guna mengurangi penyerapan panas dan lainnya.
Head of Construction &Infrastructure, Sector Solutions Group, UOB Singapore Jasper Wong mengatakan, melalui U-Energy, UOB Indonesia membantu bisnis dan pemilik rumah melakukan penghematan tagihan listrik.
Selain itu, platform ini juga bertujuan membantu target pemerintah Indonesia dalam mengejar netralitas karbon di 2060 atau lebih cepat.
"Kami berkomitmen untuk andil dalam penanganan perubahan iklim Indonesia dengan membantu nasabah dalam program efisiensi energi," tuturnya. (A-2)
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi.
sistem energi Indonesia memiliki ketahanan yang cukup kuat untuk menghadapi dinamika global, termasuk potensi gejolak harga minyak dunia akibat gejolak geopolitik konflik di timur tengah
Penurunan produksi di tiga negara pertama sekitar seperlima dari total produksi Januari mereka, dan di Irak mencapai 70%, menurut laporan tersebut.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo menegaskan pentingnya kesiapan sektor energi dan transportasi darat pada periode arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengandalkan skema konsorsium asuransi untuk melindungi aset-aset migas nasional yang bernilai besar.
Pemerintah didorong menjaga stabilitas pasokan dan harga energi nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved