Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUK furnitur lokal kini semakin digandrungi, bukan hanya sekadar masalah harga namun juga kualitas yang tak lagi diragukan. Salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Uwitan asal Yogyakarta Aji Akbar Titimangsa membagikan cerita uniknya membangun kepercayaan pasar dalam negeri hingga menjadikan kriya furnitur karya perajin lokal menjadi primadona.
Sejak awal fokus untuk mengembangkan UMKM itu di 2015, Aji benar-benar memanfaatkan kanal digital untuk memasarkan produk- produk tersebut.
"Kami hadir untuk menumbuhkan rasa percaya diri para perajin lokal bahwa produk mereka itu bagus dan ada pasarnya di dalam negeri. Karena sejauh ini kalau industri 'kraft' ketika ditanyai pembelinya untuk ekspor atau lokal, pemikiran yang tercipta di para perajinnya itu untuk pembeli ekspor di bagus-bagusin tapi yang lokal biasa aja. Ini yang mau kita ubah," kata Aji dalam sesi diskusi bersama media di Experience Center Uwitan Jogja, Rabu (15/6).
Awalnya, Uwitan Jogja berjualan melalui media sosial, namun akhirnya mereka memutuskan merambah pasar yang lebih luas dengan membuat situs web hingga bergabung ke ekosistem e-commerce termasuk Tokopedia.
Baca juga: Luncurkan White Cell DNA di Paris, MS Glow Ingin Produk Lokal Mendunia
Aji mengaku sangat terbantu dengan banyak fitur yang dihadirkan oleh Tokopedia terutama untuk mempromosikan barang-barangnya di beberapa kampanye belanja seperti "Waktu Indonesia Belanja". Menurutnya, setiap mengikuti kampanye tersebut penjualannya baik yang melalui harga promosi maupun harga normal terpantau terus meningkat di bandingkan hari biasanya.
Melalui kanal daring itu pun Uwitan tumbuh semakin besar dan kini terus mengembangkan lebih banyak inovasi untuk menjaga kepercayaan pembelinya. Adapun kini Uwitan sudah menjangkau sebanyak 50 perajin kriya mebel lokal yang tersebar di Tegal, Cirebon, Yogyakarta, Pemalang, dan Surabaya.
Dengan mengedepankan bahan lokal seperti pinus, rotan, serta mahoni yang telah tersertifikasi "Indonesian Legal Wood", Uwitan berencana untuk hadir sebagai salah satu pilihan furnitur buatan anak bangsa dan menjadikannya primadona di negeri sendiri.
Ke depannya, Uwitan Jogja akan mengeksplorasi desain dan motif yang akan memprioritaskan kearifan lokal dan kini tengah dalam tahapan pengembangan.(Ant/OL-5)
NASARI Digital (Nadi) menerapkan standar internasional pengelolaan keamanan informasi, seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan data pada layanan koperasi dan UMKM berbasis digital.
Musda ke-VIII Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten resmi ditutup dan menandai babak baru kepemimpinan organisasi kepemudaan di Tanah Jawara.
Pengelolaan logistik masih menjadi beban biaya dan operasional bagi banyak pelaku UMKM, khususnya yang sedang berupaya memperluas pasar.
PEMERINTAH Kota Palu, Sulawesi Tengah, menargetkan pembentukan 46 Koperasi Merah Putih rampung pada tahun ini. Target tersebut disesuaikan dengan jumlah kelurahan yang ada.
Sepanjang 2025, perusahaan fintech lending AdaKami menyalurkan dukungan kepada delapan UMKM dari berbagai sektor melalui program Usaha Bareng AdaKami.
Program LAKSMI sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri harus mengutamakan produksi dalam negeri, serta diperkuat oleh berbagai kebijakan turunan.
Pemerintah berjanji meninjau ulang kebijakan kuota impor daging sapi reguler pada Maret 2026, menyusul keberatan pelaku usaha swasta atas pemangkasan kuota yang dinilai terlalu drastis.
NILAI impor Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Oktober 2025 tercatat mencapai US$1.866.025.235,82.
Dengan pertukaran data berbasis elektronik antarotoritas negara, perubahan atau manipulasi dokumen menjadi sulit dilakukan.
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pada Oktober 2025, ekspor tercatat US$24,24 miliar dan impor US$21,84 miliar sehingga surplus US$2,39 miliar.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan neraca perdagangan barang pada Oktober 2025 mencatatkan surplus sebesar US$2,39 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved