Minggu 05 Juni 2022, 21:29 WIB

Fenomena PHK Di Startup Itu Biasa Dalam Bisnis

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Fenomena PHK Di Startup Itu Biasa Dalam Bisnis

Ilustrasi
Startup

 

AKHIR-akhir ini, ramai pemberitaan yang membahas mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di beberapa perusahaan ristisan atau startup. Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali menilai bahwa fenomena ini merupakan hal yang biasa terjadi dalam bisnis.

Menurutnya, PHK yang dilakukan oleh beberapa startup saat ini merupakan kondisi yang sama seperti halnya Garuda Indonesia dan Giant yang juga melakukan hal serupa karena menghadapi kondisi yang tidak sedang baik-baik saja.

"PHK yang terjadi itu bukan hanya untuk startup, tapi untuk semua kategori bisnis. Sebelumnya kan ada Giant dan Garuda Indonesia yang mengalami hal serupa. Ini masih dalam satu rangkaian dan penyebab terjadinya hal ini kan sama, karena kondisi di dunia sedang sulit," ungkapnya kepada Media Indonesia, Minggu (5/6).

Lebih lanjut, Rhenald menjelaskan jika membahas secara khusus mengenai startup, kesulitan yang dihadapi oleh mereka saat ini disebabkan oleh para investor yang tidak bisa lagi memberikan pendanaan.

"Investor itu sekarang sedang mencari untung dan mereka akan mencari bidang usaha yang menarik dan bisa memberikan keuntungan," kata Rhenald.

Selain itu, dia juga beranggapan bahwa hanya startup yang tidak siap saja yang akan mengalami keguguran menghadapi kondisi seperti ini.

"Misalnya Netflix, karena perang Rusia dan Ukraina, Amerika melarang bisnis dengan Rusia. Maka langganan Netflix hilang 200 juta pelanggan dari Rusia. Mereka pasti merugi dan melakukan pengurangan karyawan di Rusia karena hal ini. Tapi ini bukan berarti Netflix akan bankrut dan menutup usahanya, mereka hanya menunggu kondisi membaik untuk kembali melakukan aktivitas bisnis di sana. Hanya startup yang tidak siap saja yg akan berguguran menghadapi kondisi saat ini," lanjutnya.

Rhenald mencontohkan salah satu startup yang berpotensi kesulitan menghadapi kondisi saat ini ialah Fabelio, di mana menurutnya kehadiran startup bidang furnitur ini tidak direspon baik oleh pasar.

"Fabelio itu startup yang jual furnitur. Ini buat apa. Jadi banyak yang terganggu dengan bisnis ini. Pasar enggak merespon ini karena enggak mau beli furnitur secara online," ucap Rhenald.

Meskipun demikian, Rhenald meyakini bahwa fenomena PHK dari beberapa startup ini tidak menandakan bahwa era startup akan berakhir. Bahkan, dia menegaskan bahwa startup akan terus tumbuh dan menghadirkan inovasi dan teknologi yang lebih canggih ke depannya.

"Dalam situasi sulit, akan selalu muncul inovasi. Saya merasa startup akan terus tumbuh. Jadi enggak mungkin startup menghilang. Hal seperti ini biasa dalam bisnis, jadi sekarang semua sedang sulit," tegasnya.

"Semuanya sedang konsolidasi sekarang dan pengurangan jumlah pegawai itu merupakan efisiensi untuk kondisi saat ini. Saya yakin mereka akan merekrut lagi kalau keadaan sudah membaik," pungkas Rhenald. (OL-15)

 

Baca Juga

Antata

KKP Siap Kawal Mutu Produk Perikanan di IKN

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 09 Desember 2022, 23:33 WIB
Selain itu, pengendalian mutu produk perikanan turut dilakukan melalui sertifikasi secara...
MI/AGUNG WIBOWO

Menparekraf Minta Wisman tidak Ragu Berkunjung ke Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 09 Desember 2022, 22:40 WIB
Saat ini, pemerintah bersama semua pihak terkait sedang menyusun aturan detail dan SOP aktivitas wisata yang dapat menjamin keamanan serta...
Ist

Gandeng Seniman Milenial Lokal, Foot Locker Hadirkan Gerai 'Power Store' Menarik

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 09 Desember 2022, 22:23 WIB
Pada hari ini atau Jumat (12/9), Foot Locker Indonesia membuka gerai terbesarnya di pusat perbelanjaan Grand Indonesia, Jakarta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya