Rabu 01 Juni 2022, 11:07 WIB

Gus Halim: Pancasila Menjadi Inspirasi Pembangunan Desa Berkelanjutan

mediaindonesia.com | Ekonomi
 

MENTERI Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi  (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyatakan Pancasila menjadi insipirasi pembangunan desa berkelanjutan di Indonesia. Dengan filosofi Pancasila, pembangunan desa harus bertitik tolak dari fakta kebhinnekaan dan budaya asli desa.

"Sebagai sebuah ideologi dalam bernegara, Pancasila harus menjadi jiwa pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Sebagai dasar negara, Pancasila harus menjadi pondasi semua aktivitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa," tegas Abdul Halim Iskandar di kediamannya setelah mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2022, secara daring, yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rabu (1/6)

"Nilai nilai filosofis Pancasila harus menginspirasi pembangunan desa yang berdasar pada fakta kebhinekaan serta keragaman budaya lokal desa. Selamat Hari Lahir Pancasila." kata Abdul Halim Iskandar.

Menurut Gus Halim-sapaan akrab Abdul Halim Iskandar- fakta masyarakat Indonesia yang majemuk dari beragam suku, budaya dan agama serta nilai toleransi sesama umat beragama, budaya gotong royong yang tinggi pada masyarakat harus menjadi ruh dalam pembangunan desa.

Dengan demikian pembangunan desa mesti diletakkan sebagai usaha menerapkan nilai-nilai Pancasila seutuhnya.

Baca juga: Gus Halim Ajak Pemuda Desa Bangun Desa dan Tak Tergiur Kerja di Kota

“Desa merupakan episentrum bangsa untuk memperkuat ideologi Pancasila. Desa-desa harus menjadi sabuk pengaman Pancasila. Ini harus tercermin dalam konteks pembangunan desa. Saya tegaskan nilai-nilai Pancasila harus menjadi lentera dalam pembangunan dan pemberdayaan desa yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Halim juga memaparkan keterikatan SDGs Desa sebagai arah kebijakan pembangunan desa dengan Pancasila.

Menurutnya, tujuan-tujuan yang terkandung dalam SDGs Desa menjadi pagar pengaman bagi keberlanjutan pembangunan desa hingga generasi mendatang, tanpa mengingkari asas rekognisi dan kewenangan skala lokal desa atau subsidiaritas.

Nilai kebhinekaan dan kemajemukan telah menginspirasi pelokalan tujuan pembangunan global (SDGs) hingga level desa, dengan menambahkan tujuan ke-18 yaitu kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

“Setiap desa mempunyai adat budaya, kondisi geografis dan sosial masyarakat yang berbeda. Arah kebijakan pembangunan desa memberi ruang bagi desa untuk menentukan prioritas dari tujuan-tujuan SDGs Desa yang paling mendesak dan dibutuhkan warga desa, tidak lepas dari adat dan kearifan lokal setempat, sesuai kondisi geografis dan sosial masyarakatnya," tutur Gus Halim.

"Tentu, prioritas tersebut harus harus diputuskan bersama dalam musyawarah desa yang juga berdasar data desa, serta mengacu pada kebijakan prioritas nasional.” Pungkas Ketua DPW PKB Jawa Timur ini. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok. Setpres

Presiden: Gunakan Dana Tidak Terduga untuk Tangani Inflasi

👤Andhika prasetyo 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 11:40 WIB
Presiden Joko Widodo menginstruksikan menterinya menggunakan dana tidak terduga di APBN tangani tingginya harga bahan...
Dok.Ist

Pasar Properti Tangerang Menarik, LPKR Lakukan Diversifikasi Produk

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 10:58 WIB
LPKR berhasil mencatatkan pra penjualan Rp2,485 triliun pada Semester I/2022, naik 7% YoY (year on year) dari 2,331 triliun pada Semester...
MI/Ardi T Hardi

Bersiaplah, Otomatisasi dan Industri Hijau Memunculkan Jenis Pekerjaan Baru

👤Ardi T Hardi 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 10:02 WIB
STUFI terbaru McKinsey, 30 persen pekerja global akan tergantikan oleh otomatisasi pada tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya