Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN wanita memiliki karakter multitasking. Di satu sisi kepribadiannya mudah berempati dan penuh kasih, tetapi di sisi lain tegas dan teliti, sehingga mampu memimpin perusahaan keluar dari jerat pandemi.
Belakangan ini, banyak bermunculan pemimpin wanita yang menduduki posisi bergengsi. Bahkan, kaum hawa menjadi motor penggerak di perusahaan dan membangkitkan kehidupan bisnis perusahaan di masa pandemi yang menantang. Mereka ialah extraordinary women business leaders. Pemimpin di era ini mesti mampu menaklukkan tiga tantangan sulit yakni menjamin kesehatan atau keselamatan karyawan, menjaga performa bisnis, serta membawa perusahaan bangkit kembali di era pascapandemi.
Menurut Vice Chairman Social Economy Acceleration Lab Amazon Web Services, Priyantono, di era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity), digital, serta pandemi covid-19, siapa pun yang menjadi pemimpin bisnis atau korporasi akan berhadapan dengan tiga tantangan yaitu securing, surviving, sustaining (3S). Tantangan pertama, securing dalam konteks kesehatan yang di era pandemi ini harus menjadi perhatian lebih kuat untuk memastikan karyawan bisa bekerja dengan sehat dan selamat. Seiring berjalannya waktu, para leader wanita sudah berhasil melewati tantangan ini dengan menghasilkan cukup banyak inovasi dan kebijakan.
Tantangan kedua, surviving. Pemimpin bukan saja harus memastikan orang yang bekerja di perusahaannya tetap sehat, tetapi pada saat yang sama juga harus mengelola performa agar target-target bisnis bisa tercapai. Tantangan ketiga, sustaining. Keadaan pandemi yang kurang-lebih sudah berjalan dua tahun mengubah tatanan perusahaan sedemikian banyaknya. Setelah itu, akan dihadapkan pada situasi postpandemic. Dengan kondisi seperti itu, para pemimpin diharapkan dapat mempertahankan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
"Untuk menghadapi tantangan 3S, para leader wanita membuat kolaborasi yang baik terlebih dahulu. Hasilnya, tantangan 3S bisa dihadapi dengan melakukan co-creation. Terkait hal ini, para leader wanita memiliki kelebihan dalam kolaborasi, seperti keluwesan dalam berkomunikasi. Mereka mampu memadukan soft skills dan hard skill sehingga organisasi menjadi lebih solid. Jika organisasi solid, akan menghasilkan inovasi-inovasi untuk menghadapi tantangan 3S," tutur Priyantono.
"Sebagai bentuk dukungan peran pemimpin wanita, Majalah Swa mengadakan pemilihan The Most Extraordinary Women Business Leaders 2022 melalui empat tahap. Hasilnya, lolos 19 pemimpin wanita yang diberi predikat The Most Extraordinary Women Business Leaders 2022," jelas Kemal E Gani, Group Chief Editor Swa Media dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (31/5).
Adapun di antara 19 nama itu, ada Siwi Peni (Direktur PT Perkebunan Nusantara XII), Petronella Soan (Chief Operating Officer PT Central Mega Kencana), FM Venusiana R (Direktur Consumer Service Telkom Indonesia), Dewi Muliaty (CEO PT Prodia Widyahusada Tbk), Lynn Ramli (Presiden Direktur PT Bussan Auto Finance/BAF), Windawati Tjahjadi (CEO Astra Life), plus Evie Yulin (Presiden Direktur PT Merck Tbk). Selain The Most Extraordinary Women Business Leader 2022 ada penghargaan yang tak kalah prestisius yaitu Top 100 Women Business Leader of The Year 2022 antara lain terdapat nama Maya Watono (Direktur Pemasaran & Program Pariwisata InJourney), Evaliny (CFO The Harvest Group), Gita Tiffani Boer (Direktur PT Astra International Tbk), Imelda Widjaja (Direktur Kepatuhan PT Bank DBS Indonesia), Prita Kemal Gani (Founder & CEO LSPR Communication and Business Institute), serta Indivara Erni (Risk Director PT Bank Mega Tbk).
Untuk mengapresiasi para Srikandi penerima penghargaan tersebut, Majalah Swa bersama Swanetwork menyelenggarakan Conference & Virtual Awarding The Most Extraordinary Women Business Leaders bertema Effective Leadership for Indonesian Business Revival pada Selasa (31/5). Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya Priyantono Rudito, PhD yang juga Juri Women Business Leaders Award 2022, Siwi Peni, dan Dewi Muliaty.
Baca juga: Perdagangan Bebas Israel-UEA Diteken, Pertama dalam Dunia Arab
Juri lain, Kartika D Antono, menemukan sejumlah temuan penting dari penilaian terhadap para finalis. Apa saja? "Para finalis menjalankan holistic approach in leadership, yang tidak hanya fokus ke sektor bisnisnya, tetapi berkembang menjadi lengkap, termasuk social responsibility. Selain itu, sebagian melakukan micro manage business process untuk mendapatkan hasil yang optimal," ungkap Kartika.
Para finalis dalam pandangan Kartika juga menjalankan strategi kepemimpinan yang lebih fleksibel dan friendly dalam perusahaan yang dipimpin, termasuk mengurangi birokrasi. Mereka melakukan efisiensi dalam mengelola biaya agar tercapai nilai optimal bagi perusahaan, khususnya dalam masa krisis ekonomi akibat pandemi covid-19. Tak kalah menariknya, para finalis ini detail oriented sampai level chief executive officer dan direktur pun bisa menuliskan dengan cermat semua yang dikerjakan dan hasil yang dicapai. (RO/OL-14)
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
PERUSAHAAN harus mampu menjalankan dua mesin secara paralel yaitu menjaga bisnis inti tetap optimal sambil terus melakukan langkah-langkah inovasi terobosan.
UNITED Nations Global Compact merupakan inisiatif PBB yang mendorong perusahaan di seluruh dunia untuk menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Di HARRIS Sentul City Bogor, perusahaan dapat memanfaatkan lapangan luas yang dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas team building secara nyaman dan menyenangkan.
Kesadaran akan pentingnya kesiapan data mulai muncul di seluruh spektrum perusahaan, baik skala besar maupun menengah.
PERUSAHAAN aset kripto Indodax menjalin kolaborasi dengan restoran cepat saji KFC Indonesia.
Gapki menggelar pertemuan 140 pemangku kepentingan di Palu untuk mendorong perlindungan pekerja perempuan dan penguatan prinsip kesetaraan gender di sektor sawit.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Anggia Ermarini mengungkapkan IMW 2026 merupakan bentuk nyata keberpihakan Fatayat NU terhadap penguatan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Workshop peningkatan kapasitas ini diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Forum ini menyoroti kontribusi perempuan dalam mendorong resiliensi di komunitasnya, sekaligus memberikan wadah untuk berdiskusi menggaungkan suara perempuan.
Dampak psikologis pascabencana berpengaruh terhadap proses pemulihan sosial dan ekonomi, terutama di wilayah dengan kerentanan ekonomi tinggi seperti di Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved