Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak goreng (migor) curah di beberapa pasar tradisional di Kota Depok, Jawa Barat belum turun seperti yang ditargetkan oleh pemerintah di angka Rp14 ribu per liter. Harga migor curah masih di angka Rp19 ribu-Rp20 ribu per liter.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagin) Kota Depok Soni Hendro Prajoko Panca Putra mengakui bahwa hingga sekarang komoditas migor curah masih juga belum mengalami penurunan harga sebagaimana harapan pemerintah yaitu sebesar Rp14 ribu per liter. " Harga masih mahal, masih diangka Rp19 ribu-Rp20 ribu per liter," ujarnya Minggu (29/5).
Baca juga:
Ia mengatakan, harga migor curah mahal ini sedang ditangani oleh pihak Polres Metropolitan Kota Depok dan Komando Distrik Militer ( Kodim) 0508 Kota Depok.
"Pagi tadi pukul 08.00 WIB, Pak Dandim dan Pak Kapolres lagi melakukan sidak ke pasar-pasar tradisional di Kota Depok, " ujarnya.
Pasar yang disidak mereka antara lain Pasar Tradisional Cisalak, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis.
Dari sidak di Pasar Cisalak tersebut, terang dia para pedagang mengaku membeli migor curah dari Distributor sebesar Rp15 ribu per liter lalu dijual ke masyarakat konsumen seharga Rp19 ribu-Rp20 ribu per liter.
Di Pasar Cisalak, lanjut dia ada 38 penjual migor curah. Mereka mengaku mengambil biaya operasional dan keuntungan sebesar Rp4000-Rp5000 per liter.
Tak berbeda jauh, harga minyak goreng kemasan masih bertahan di kisaran Rp24.000-Rp25 ribu per liter. Belum bisa kembali ke harga normal seperti tahun lalu di kisaran Rp14,500 per liter.
Soni menilai, harga migor curah sulit turun ke level Rp 14.000 per liter. Sebab, saat ini kebutuhan terhadap migor curah masih cukup tinggi.
"Kalau untuk turun ke level Rp14.000 per liter masih sulit karena permintaan minyak curah masih tinggi, minyak curah banyak dikonsumsi oleh penjual goreng-gorengan, dan warteg," katanya. (OL-6)
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Polres Metro Depok pada 2018 telah melakukan penyelidikan mendalam dan memeriksa sejumlah pejabat teras Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved