Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM Pengungkapan Sukarela (PPS) merupakan langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan perbaikan defisit anggaran dan peningkatan rasio pajak (Tax Ratio).
Hal itu diungkapkan Dekan Fakultas Hukum Untar dan Ketua Dewan Kehormatan Perkumpulan Pengacara & Praktisi Hukum Pajak Indonesia (P3HPI) Prof. Dr. Ahmad Sudiro, S.H., M.H saat menjadi pembicara kunci dalam webinar nasional dengan topik 'PPS Harus Sukses Di Saat Waktu Tinggal Menghitung Hari, Bagaimana Strategi Menyukseskan PPS Ini?', Senin (23/5). Webinar yang digelar atas kerja sama P3HPI dengan Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara (Untar) bertujuan untuk lebih mensosialisasikan PPS kepada masyarakat, utamanya wajib pajak tentang peraturan, tujuan, dan manfaat PPS, kendala yang dihadapi, dan cara untuk lebih menyukseskan PPS ini.
"Program PPS ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan sukarela wajib pajak dan diselenggarakan berdasarkan atas kesederhanaan, kepastian hukum, serta kemanfaatan," jelas Ahmad Sudiro.
Sedangkan Drs. Pandu Bestari, M.Sc anggota Dewan Kehormatan P3HPI, Founder FMPLP, dan praktisi perpajakan yang menjadi narasumber mengatakan jangka waktu antara Tax Amnesty (jilid 1) dengan PPP jilid 2) yang terlalu dekat dinilai menjadi salah satu penyebab rendahnya minat Wajib Pajak mengikuti program sukarela ini.
"Terlalu seringnya kita menyelenggarakan program Tax Amnesty berpotensi mengundang moral hazard. Saat era Orde Baru hanya ada sekali pengampunan pajak dalam jangka waktu 32 tahun," jelasnya.
Pandu juga menyebut, ada baiknya menghindari cara-cara pendekatan atau berkomunikasi yang berpotensi mengundang resistensi. Ia juga menyebut menjadikan program TaxAmnestyatau sejenisnya sebagai target ‘kejar setoran’ dalam bingkai konsep self assessment system, dalam rangka meningkatkan kepatuhan suka rela Wajib Pajak sangat kurang mendidik.
"Saat PPS tinggal menghitung hari, ada baiknya target jangka pendek ‘kejar setoran’ diganti dengan program jangka panjang yaitu terciptanya ekosistem perpajakan Indonesia yang bersih berlandaskan kejujuran dan keterbukaan semua pihak," ungkapnya.
Nara sumber lainnya, Dr. Rasji, S.H., M.H. mengatakan upaya mengejar sukses PPS jangka pendek masih terkendala dengan belum semua masyarakat memahami PPS, persyaratan, dan proses teknis yang tidak mudah, kesadaran membayar pajak masih belum tinggi, dan penegakan hukum pajak yang masih lemah. "Karena itu, perlu upaya sosialisasi dan bimbingan teknis PPS yang intensif kepada setiap wajib pajak serta penegakan hukum yang kuat," ujar Dosen FH Untar & Wakil Rektor 1 Untar tersebut.
Di sisi lain, Ketua Umum P3HPI, Jhon Eddy berharap Ditjen Pajak untuk gencar melakukan sosialisasi tentang alasan dan manfaat kenapa Wajib Pajak perlu mengikuti PPS. Ia juga berharap program PPS berjalan lancar dan sukses.
Dari webinar ini, ada dua hal yang disimpulkan. Pertama, program PPS telah menjadi politik hukum pajak sebagai bentuk kepedulian menuju arah pungutan pajak yang lebih baik. Kedua, kejelasan sanksi pajak dalam PPS memberi kepastian yang diharapkan Wajib Pajak. (RO/OL-15)
Struktur birokrasi yang ada saat ini terlalu panjang, sehingga menciptakan celah penyimpangan yang kerap berulang.
KPK mengawali tahun 2026 dengan melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan seorang pegawai Direktorat Jenderal Perpajakan.
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui layanan Kring Pajak mengingatkan kepada seluruh wajib pajak (WP) bahwa kode otorisasi atau sertifikat elektronik Coretax memiliki masa berlaku.
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) buka suara terkait penggeledahan rumah pejabat pajak oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).
Dari rencana semula 133 aset, berhasil disita 161 aset yang dimiliki oleh 125 wajib pajak (WP) dengan total tunggakan sebesar Rp411.365.142.531.
Ditjen Pajak dan Satgassus OPN telah melakukan pertemuan dan membahas ihwal kerja sama serta kolaborasi untuk memperkuat penerimaan pajak.
Selama menjalankan misi kemanusiaan, tim memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan, konsultasi medis, serta edukasi kesehatan bagi warga terdampak.
Untar menggelar Christmas Carol 2025 bertema “Beyond Love”, menghadirkan berbagai penampilan UKM serta pesan toleransi, persaudaraan, dan nilai kemanusiaan dari pimpinan kampus.
Kegiatan bertajuk “Lokakarya Peningkatan Mutu Siaran Pers LLDIKTI Wilayah III” ini diikuti oleh perwakilan humas Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berada di Wilayah III Jakarta Barat.
Capaian ini menegaskan peran Untar dalam melakukan pengelolaan komunikasi publik pendidikan tinggi. Melalui kinerja Humas, Untar menyampaikan informasi institusi secara terbuka
Dengan mengusung tema “Kepemimpinan Berkarakter sebagai Fondasi Usaha Etis dan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi wadah bagi para peneliti dan pelaksana pengabdian masyarakat
Mahasiswa Untar berpartisipasi dalam CEO Bootcamp Batch 5 hasil kolaborasi dengan Ngee Ann Polytechnic, Singapura.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved