Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) penyedia alat berat terintegrasi, membukukan pencapaian positif pada tiga bulan pertama 2022.
KOBEX membukukan lonjakan pertumbuhan Laba Bersih (Laba Bersih yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk) sebesar 295,58% atau mencapai US$3,94 juta di triwulan I-2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$996,976.
Direktur Utama PT Kobexindo Tractors Tbk Andry B. Limawan mengatakan, pencapaian positif tersebut tidak lepas dari solidnya kinerja penjualan yang tumbuh 106,23%. Dimana penjualan hingga akhir Maret tercatat US$46,52 juta dibandingkan US$22,56 juta pada triwulan I-2021 lalu.
Lebih lanjut Andry B. Limawan menambahkan, penjualan secara konsolidasi tersebut ditopang oleh keempat segmen yang dimiliki Perseroan yakni Penjualan Unit Alat Berat, Suku Cadang, Jasa Perbaikan & Kontraktor Tambang dan Sewa.
Penjualan unit alat berat tercatat US$38,14 juta tumbuh 135%, tumbuh tertinggi dibandingkan segmen lainnya. Segmen ini juga tercatat sebagai kontributor terbesar (82%) bagi pendapatan KOBEX secara konsolidasi.
Adapun segmen Suku Cadang tercatat sebagai segmen dengan kontribusi terbesar kedua (10,24%) dengan pendapatan US$4,76 juta. Angka tersebut setara pertumbuhan 42,85% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 lalu.
Segmen selanjutnya adalah Jasa Perbaikan & Kontraktor Tambang (4,52%) dengan pencapaian US$2,10 juta dan terakhir, segmen Sewa (3,25%) dengan pendapatan US$1,51 juta. Adapun pendapatan kedua segmen tersebut tumbuh (masing-masing secara berurutan) 26% dan 11,49%.
Setelah dikurangi oleh Beban Pokok Pendapatan sebesar US$37,55 juta, KOBEX berhasil membukukan Laba Kotor US$8,97 juta, tumbuh 78,93% dibandingkan periode sama tahun 2021 lalu. Sedangkan untuk Laba Usaha tercatat US$4,38 juta, tumbuh 123,50% dibandingkan tahun lalu sebesar US$1,96 juta dan Laba Sebelum Pajak tercatat US$4,20 juta, melonjak 300% dibandingkan tahun lalu US%1,05 juta.
Dengan demikian Perseroan tercatat perbaikan Marjin Laba Sebelum Pajak dari 4,66% menjadi 9,03% sedangkan Marjin Laba Bersih tercatat 8,51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,44%.
Solidnya kinerja penjualan dan laba, berdampak pada pertumbuhan Aset Perseroan. Posisi Kas dan Setara Kas pada triwulan I-2022 tumbuh 290% menjadi US$18,25 juta jika dibandingkan dengan triwulan I-2021 yakni sebesar US$4,68 juta.
Posisi Aset Lancar pun tumbuh dua digit, 31,62% menjadi US$93,87 juta sehingga posisi Total Aset menjadi US$139,99 juta, tumbuh 20,13% hingga akhir Maret 2022. Adapun Ekuitas tumbuh 10,97% menjadi US$39,32juta.
Andry memaparkan, Perseroan meyakini tren positif alat berat, khususnya pertambangan akan berlanjut setidaknya hingga akhir tahun 2022. Untuk itu KOBEX percaya target pertumbuhan 20% untuk penjualan hingga akhir tahun 2022 akan tercapai.
Untuk menjaga pertumbuhan usaha secara berkelanjutan, KOBEX senantiasa berupaya memanfaatkan semua peluang bisnis yang menguntungkan. Seperti yang dilakukan tahun ini dengan masuk ke sektor konstruksi untuk mendukung dan memperkuat strategi diversifikasi Perseroan.
Mesin konstruksi jalan Dynapac dan Doosan Portable Power akan menambah jajaran produk KOBEX dan berkontribusi positif terhadap kinerja KOBEX di masa mendatang. (RO/E-1)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk membahas rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) 15%.
Energi panas bumi yang dikelola PGE dipandang mampu menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendukung peningkatan bauran EBT nasional.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat dua perusahaan berskala besar atau lighthouse company yang bersiap melakukan penawaran umum perdana saham.
Kehadiran AIIR menjadi tonggak penting dalam dunia pasar modal Indonesia.
EMITEN manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis akan dapat meraih target penjualan sebesar Rp6 triliun pada 2025.
USAI lepas status suspend, saham PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) menembus batas auto rejection atas (ARA) selama enam hari berturut-turut. Investor
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG 2 Maret 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah di kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 218,65 poin atau 2,66 persen ke posisi 8.016,83.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir atau pada periode 23-27 Februari 2026 mengalami koreksi sebesar 0,44%.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI.
IHSG hari ini (23/2/2026) melonjak 1,50% ke level 8.396,08. Simak analisis dampak pembatalan tarif Donald Trump oleh MA AS terhadap pasar modal Indonesia.
BEI kebut proposal ke MSCI & FTSE. Aturan free float 15% masuk tahap final OJK, sementara daftar konsentrasi pemegang saham segera dirilis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved