Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 32 kepala keluarga (KK) telah resmi ditempatkan di Satuan Permukiman Transmigrasi Kapitan Meo, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Minggu (24/4).
Peresmian itu ditandai dengan penyerahan kunci rumah penempatan transmigrasi pola pugar tersebut.
Proses penyerahan bertepatan dengan Acara Puncak Hari Ulang Tahun ke-9 Kabupaten Malaka di Lapangan Umum Kota Betun, Malaka.
Baca juga : Pengembangan Korporasi Usahatani Menguntungkan Para Petani
Bupati Malaka Simon Nahak berserta Forkompimda didampingi Direktur Fasilitasi Penataan Persebaran Kawasan Transmigrasi , Kemendes PDTT, Anto Pribadi secara simbolis menyerahkan kunci rumah para transmigran itu.
Penyerahan kunci rumah juga disaksikan Kepala Dinas Kopnakertrans Provinsi NTT, Silvia R. Pekujawang, Kepala Dinas Nakertrans Kabupatan Malaka, Vinsen Babu, serta masyarakat umum yang turut hadir memeriahkan HUT Kabupaten Malaka.
Transmigran yang ditempatkan di Kapiten Meo merupakan penduduk berasal dari Kabupaten Malaka yang terdiri dari 25 KK ditempatkan di Satuan Permukiman (SP) Pugar dan 7 KK selebihnya ditempatkan di SP Baru.
Baca juga : Mandiri Pangan Bersama Elektrifikasi Pertanian
Bupati Malaka Simon Nahak mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi melalui Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi yang telah membangun satuan permukiman Kapiten Meo di Kawasan Transmigrasi Kobalima Timur dengan fasilitas umumnya hingga transmigran dapat menjalankan kehidupannya secara baik dan memanfaatkan lahannya serta melakukan usaha dibidang pertanian dan peternakan.
Beberapa fasilitas umum yang telah dibangun adalah jalan poros, rumah petugas, embung, dan sarana air bersih.
"Program transmigrasi ini sangat sesuai dengan visi Kabupaten Malaka yaitu Terwujudnya Kabupaten Malaka yang Berbudaya, Berkarakter, Mandiri, Berakhlak dan Berkeadilan yang Sejahtera,” ujar Simon.
Baca juga : Gunung Lewotobi Kembali Meletus, Lahan Pertanian Terdampak Abu Vulkanik
Simon berharap para transmigran mampu menjaga dan merawat rumah serta fasilitas umum dengan baik, menjalani hidup bertransmigrasi dengan semangat kebersamaan, gotong royong, mengembangkan kualitas diri, mengolah lahan, menjaga kelestarian lingkungan, serta keamanan dan ketertiban, sehingga lokasi transmigrasi Kapiten Meo dapat tumbuh jadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sesuai potensi yang dimiliki.
Sebelumnya, Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin, beserta Direktur FP3KT dan Kadis Kopnakertrans Provinsi NTT menemui 32 transmigrasi itu untuk memberi motivasi sekaligus menyerahkan bantuan perbekalan serta pemenuhan catu pangan berupa beras dan non beras untuk 12 bulan kedepan.
Direktur Fasilitasi Penataan Persebaran Penduduk di Kawasan Transmigrasi Anto Pribadi mengatakan, kunci sukses transmigran itu cukup dengan bekal BAKSO.
Baca juga : Kecintaan pada Sorgum Bawa Maria Loretha pada Svarna Bhumi Award 2023
BAKSO atau Berdoa, Ambisi, Kerja Sama, Sabar, dan Optimis. Berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar mendapat kekuatan lahir dan batin. Ambisi, agar dapat merubah kehidupan yang lebih baik di tanah harapan.
Kerja sama harus dapat bekerjas ama dengan tetangga, masyarakat sekitar dan petugas lapangan di satuan permukiman.
"Sabar, karena di lokasi transmigrasi banyak tantangan, hambatan, dan godaannya sehingga harus sabar untuk menjadi sukses yang lebih besar lagi. Dan O adalah Optimis”, kata Anto saat memberi motivasi.
Baca juga : Riki Yakub Sukses Beternak Itik, Kementan Terus Dukung Petani Muda Kalsel
Selain kunci sukses yang dimiliki transmigran, lanjutnya, satuan permukiman transmigrasi diharapkan dapat dengan cepat menjadi pusat pertumbuhan dengan berorientasi pada konsep pembangunan SDGS yang dapat menggeliatkan ekonomi dengan berkolaborasi dengan desa sekitar, hingga pada akhirnya dapat mewujudkan desa yang berdikari dan Pancasilais.
Hak normatif yang diterima transmigran selain rumah tinggal dan jamban keluarga (RTJK) serta Lahan Usaha, transmigran juga diberikan bantuan perbekalan berupa sandang, peralatan pertanian, peralatan pertukangan, alat tidur, dan alat dapur, serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya Portable. (RO/OL-09)
Baca juga : Julie Sutrisno Laiskodat Menyerahkan Bantuan Alsintan untuk Petani NTT
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
ABB di Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan berkolaborasi bersama Happy Hearts Indonesia (HHI) melalui program “Water for All”.
GUBERNUR NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkap potensi dampak serius terhadap sekitar 9 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemprov NTT.
KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mengawal proses pemulangan 13 korban dugaan TPPO asal Jabar yang ditemukan di Kabupaten Sikka.
Salah satu fitur unggulan dari Omni C28 adalah HydroJet Self-Clean Roller Mop.
Inul Daratista menyebutkan bahwa selama bulan puasa, intensitas kebersamaan dengan suaminya, Adam Suseno, meningkat drastis.
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Motivasi tersebut muncul karena Gen Z belajar dari pengalaman beban finansial atau kesalahan pengelolaan keuangan yang dilakukan generasi orangtua mereka di masa lalu.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Sebelum wafat, James Van Der Beek berbagi kisah haru tentang melepas topeng 'Superman' di depan anak-anaknya demi menghadapi kanker usus bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved