Selasa 29 Maret 2022, 11:21 WIB

Ada Penurunan, KKP Baru Tangkap 6 Kapal Ikan Asing Ilegal

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Ada Penurunan, KKP Baru Tangkap 6 Kapal Ikan Asing Ilegal

MI/Insi Nantika Jelita
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono di Gedung KKP, Jakarta Pusat, Rabu (22/12/2021).

 

MENTERI Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan, ada penurunan jumlah penangkapan kapal ikan asing ilegal pada awal tahun ini.

Baru enam kapal ikan asing yang diringkus KKP karena melanggar ketentuan Illegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing atau kegiatan perikanan yang tidak sah.

Baca juga: Sarinah Jadi Rumah Bagi UMKM untuk Menjadi Lebih Berkelas

"Soal illegal fishing dari negara tetangga semakin tahun, semakin turun. Sampai dengan hari ini, cuma ada enam. Empat dari Malaysia dan dua dari Filipina," ungkapnya di Hotel InterContinental, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (29/3).

Pada awal tahun di 2021, Trenggono berujar ratusan kapal ikan asing ilegal ditangkap KKP. Namun, berangsur turun sampai awal tahun ini.

Menteri KKP membeberkan kegiatan penangkapan ilegal justru marak dilakukan oleh kapal lokal. Para oknum tersebut dinilai mengeruk ikan secara berlebihan atau overfishing.

"Kapal lokal sendiri yang harus ditata, jadi mereka ngambil (ikannya) itu enggak ada waktunya," ucapnya.

Trenggono mengatakan seharusnya ada pembatasan waktu kapan para nelayan mengambil ikan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI).

"Idealnya di negara maju, seperti Eropa itu pengambilan ikan itu ada jadwal, kapan ngambil, ikan jenis apa, yang kecil ikannya dibalikan lagi, ini kita akan terapkan," pungkasnya.

Sebelumnya, KKP menangkap 21 kapal ikan Indonesia dan 1 kapal asing di 6 WPPNRI yang tersebar perairan Raja Ampat, Lampung, Selat Peleng, Teluk Tolo, Kepulauan Riau, Laut Sulawesi dan Laut Jawa pada (27/3//2022).

Baca juga: KKP akan Bangun Kampung Bandeng di Gresik

Di Raja Ampat, 2 kapal ikan Indonesia yaitu KM Mattajang dan KM Cahaya Selamat 01 ditangkap oleh Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan 04 karena melaksanakan transhipment tidak sesuai ketentuan.

Sedangkan 10 kapal ditangkap karena beroperasi tidak sesuai dengan daerah penangkapan ikan. Kapal tersebut adalah KM Sumber Ekonomi, KM Putra Harapan 3, dan KM Garuda Mas ditangkap di perairan Lampung oleh KP Hiu 10, KM Nando ditangkap perairan Kepulauan Riau oleh KP Hiu 17, dan lainnya. (Ins/A-3)

Baca Juga

Ist

Digital Marketing Bantu Pelaku Usaha Tumbuh

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 15:14 WIB
Wadah ini juga bisa melakukan kerja sama strategis dengan berbagai pihak yang dapat membantu meningkatkan penjualan melalui berbagai macam...
Antara

Risiko Global Meningkat, APBN Diarahkan Jaga Daya Beli Masyarakat

👤 Despian Nurhidayat 🕔Minggu 03 Juli 2022, 15:10 WIB
Pemerintah melalui instrumen APBN, berhasil meredam tingginya tekanan inflasi global, sehingga daya beli masyarakat terjaga dan pemulihan...
Antara

Lewat Diversifikasi Produk Perikanan, KKP Harap AKI Meningkat

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 03 Juli 2022, 14:39 WIB
KKP memiliki target Angka Konsumsi Ikan (AKI) pada 2024 mencapai 62 kg per kapita per tahun. Pada 2021, AKI nasional tercatat 55,37 kg...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya