Jumat 25 Maret 2022, 21:30 WIB

Respons Perbankan Masih Negatif Terhadap Budi Daya Kedelai Mandiri

Media Indonesia | Ekonomi
 Respons Perbankan Masih Negatif Terhadap Budi Daya Kedelai Mandiri

Dok pribadi
Penandatanganan MoU PT PT Doa Bangsa Agrobisnis dan Kementerian Pertanian.

 

RESPONS perbankan yang masih negatif terhadap budi daya kedelai mandiri, dinilai tidak mendukung ketahanan pangan nasional. Hingga kini belum ada petani kedelai yang menerima bantuan terkait realisasi kredit usaha rakyat (KUR).

"Padahal pemerintah dan off taker sudah memunculkan semangat terkait budi daya kedelai program mandiri non APBN. Perbankan masih tutup mata karena sampai hari ini belum ada satu pun petani dari daftar calon petani dan calon lokasi (CPCL), atau calon petani penerima bantuan dan calon lokasi lahan yang akan ditanami kedelai, mendapat realisasi KUR perbankan," ujar  Koordinator Usaha di Bidang Berbasis Kedelai PT Doa Bangsa Agrobisnis Erick Teguh Herwinda dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/3).

Menurut Erick meski pihaknya telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) sebagai off taker program budi daya kedelai nasional non APBN di Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, namun sampai saat ini belum ada satu pun petani yang mendapat bantuan dari perbankan.

Pihaknya juga sudah meneken MoU di Provinsi Jabar, Provinsi Banten kemudian diteruskan dengan perjanjian kerja sama (PKS) di Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sukabumi, dan Pandeglang. Sejauh ini cita-cita swasembada kedelai melalui program budi daya kedelai mandiri mandek di tingkat MoU dan PKS. Erick menambahkan penentuan mendapatkan KUR petani untuk budi daya kedelai ini 100 persen menjadi otoritas bank.

Pihak perbankan berjanji akan mendukung 100 persen pengembangan budi daya kedelai ini. Namun Erick kembali menuturkan realisasinya masih nol besar. Padahal off taker bertanggung jawab penuh dalam hal budi daya sebagai jaminan.

Salah satu tokoh penggerak ekonomi kerakyatan yang juga pendiri Forum Komunikasi Doa Bangsa H Ayep Zaki, mengatakan tidak adanya realisasi KUR dari pihak perbankan kepada para petani kedelai harus menjadi perhatian khusus semua pihak.

"Saya mohon kepada Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan jangan lips service saja, terus menerus mengatakan mengucurkan KUR sekian ratus triliun. Padahal faktanya untuk budi daya kedelai mandiri ini belum ada," ungkap Ayep.

Wakil Bendahara Umum Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Pusat itu pun bersedia membuka diri untuk berdialog untuk mengatasi kekhawatiran perbankan. Bahkan siap menjamin apabila perbankan mengucurkan dana KUR khusus untuk kedelai. (RO/O-2)

Baca Juga

Antara/Muhammad Adimaja.

IHSG Ditutup Menguat Ditopang Melandainya Inflasi AS

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 18:07 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (11/8) sore ditutup menguat. Penguatan ini ditopang...
ANTARA/Harviyan Perdana Putra

Menteri Desa: BLT 2023 Difokuskan ke Penerima Miskin Ekstrem

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 18:06 WIB
"Di 2023, BLT tetap ada. Besarannya tetap Rp300 ribu (per penerima). Tapi, yang dapat adalah miskin ekstrem dari pengukuran World Bank...
Antara/Dhemas Reviyanto.

Rupiah Menguat Didorong Inflasi AS Menurun

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 18:00 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (11/8) sore ditutup menguat didorong turunnya laju...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya