Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi IV DPR RI Luluk Nur Hamidah menilai Kementerian Perdagangan gagal dalam meredam harga minyak goreng dan kebutuhan pokok yang terus meroket menjelang Ramadan.
"Kondisi harga bahan kebutuhan pokok terus meroket menjelang bulan Ramadan. Kementerian Perdagangan, kami nilai gagal menstabilkan harga kebutuhan pokok. Itu minyak goreng langka dan mahal, dan korporasi besar berperan dalam permainan komoditi kebutuhan pokok," kata politikus PKB, itu, Rabu (9/3), saat memantau harga pangan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Di Pasar Utama Kota Sragen, ia mendapati rata-rata kenaikan harga bahan pangan antara Rp3.000 sampai Rp10.000. Di antaranya harga kedelai, telur dan cabai.
Kepada wakil rakyat itu, seorang pedagang juga mengadu untuk mendapat satu dus minyak goreng isi 12 liter, distributor mengharuskan dia membeli barang lain seharga Rp1 juta-Rp2 juta. Padahal barang yang disyaratkan belum tentu ia butuhkan.
Karena itu, Luluk mengingatkan pemerintah, khususnya kementerian yang menangani masalah tersebut. "Jangan sampai harga semakin tidak terkendali menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Minyak goreng sampai detik ini kenapa belum bisa terurai? Dari hulu pemerintah semestinya sudah tahu," tegasnya,
Dia sangat menyayangkan kinerja Menteri Perdagangan yang tidak memberi dampak apapun. "Bahkan sering mangkir pertemuan dengan DPR RI dengan alasan tengah turun ke bawah untuk melihat kondisi di lapangan," imbuhnya.
Ia mempertanyakan, alasan menteri mengecek ke lapangan, tapi tidak membawa dampak positif bagi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pokok. Fakta menyedihkan adalah ketersediaan dan harga minyak goreng yang mahal.
"Masyarakat hanya butuh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang stabil dan tersedia. Warga juga nggak kenal menterinya," kata Luluk. (N-2)
Berdasarkan pantauan, pada Minggu (29/3), ketinggian sampah do Pasar Induk Kramat Jati bahkan telah melampaui lampu penerangan jalan, namun tidak terlihat adanya aktivitas pengangkutan.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Kopi luwak dikenal dengan proses produksi unik melalui fermentasi alami oleh Asian Palm Civet (Paradoxurus hermaphroditus).
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved