Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, maraknya baja impor berdampak buruk terhadap industri dalam negeri. Untuk itu, Pemerintah harus segera melindungi produsen baja lokal.
“Saya kira sudah mendesak produsen baja lokal diberikan perlindungan dalam berbagai hal. Mulai dari perlindungan proteksi impor (anti dumping dan safeguard), perlindungan dalam bentuk insentif dan itu dialihkan kepada para investor yang mau masuk ke perusahaan baja lokal,” kata Bhima di Jakarta, Kamis (24/2).
Bhima mengingatakan, jika baja impor dibiarkan terus membanjir, dikhawatirkan membuat produsen baja dalam negeri ambruk.
“Ini bisa menjadi kepunahan produsen besi dan baja lokal. Apalagi kalau melihat penegakkan dari manipulasi baja impor, seperti melakukan penggeseran HS kode marak dilakukan, tapi penegakan relatif lemah,” lanjut Bhima.
Itu sebabnya, lanjut Bhima, harus ada ketegasan Pemerintah yang memberikan perlindungan kepada produsen baja lokal. “Antara lain, dengan memberikan hambatan-hambatan non-tarif, seperti kebijakan anti dumping & safeguard yang lebih ketat,” kata Bhima.
Selain itu, pemerintah harus memperketat laju impor baja dengan melakukan seleksi secara ketat dan tidak mudah menerbitkan surat ijin impor. Sebaliknya, produsen baja lokal harus mendapat berbagai intensif perpajakan.
Bhima melihat, bahwa tindakan dan kebijakan Pemerintah saat ini terkesan lebih memprioritaskan baja impor. Ini tercermin dari beberapa pengadaan infrastruktur perumahan. Yang harusnya menggunakan baja dalam negeri, justru berkorelasi dengan meningkatnya penggunaan baja impor secara signifikan.
Bhima juga mengingatkan, banjir baja impor akan mengganggu iklim investasi. Dan kedepan, jelas Bhima, investasi sektor ini menjadi kurang menarik bagi investor.
“Ini bisa kita lihat di pasar saham. Beberapa saham produsen baja lokal tidak dilirik lagi oleh para investor. Itu merupakan salah satu indikator bahwa industri baja dalam kondisi yang kritis,” sambung Bhima.
Selain itu, banjir baja impor juga akan berimbas pada penerimaan negara, terutama sektor pajak.
“Ketika baja impor alami kenaikan apalagi di proyek-proyek yang mendapat tax allowance, tax holiday, dan berbagai insentif perpajakkan maka, makin bocorlah penerimaan pajak pemerintah,” tandasnya.
Padahal, lanjut Bhima, produsen besi dan baja adalah penyumbang pajak dari berbagai lapis. Mulai dari distribusi, produksi, serta menyerap tenaga kerja.
Berbagai pihak memang menyoroti banjir baja impor. Sebelumnya, Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Perindustrian, Bobby Gafur Umar juga mengaku sedih dengan kondisi impor baja saat ini.
Menurut Bobby, serangan impor dilakukan dengan berbagai macam cara oleh para trader. Karena itulah, Kadin Indonesia berharap agar Pemerintah secara konsisten menerapkan peraturan yang ada. Khususnya untuk mengendalikan impor dan menjaga investasi yang sudah ditanamkan. (RO/OL-09)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Sektor non-migas menjadi pendorong utama surplus perdagangan Batam pada September 2025, dengan mesin dan peralatan listrik (HS 85) mendominasi ekspor dengan nilai US$831,02 juta.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan pentingnya dukungan terhadap investasi asing sebagai bagian dari upaya mempercepat kemakmuran nasional.
Indonesia mendorong penyelesaian perundingan reviu ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) pada akhir 2025.
Peneliti menemukan bahwa batu permata yang memiliki nilai jauh lebih rendah bisa memberikan petunjuk penting untuk mengetahui apakah ada kemungkinan berlian
Sang peneliti Dr. Widiastuti Setyaningsih dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian,Fakultas Teknologi Pertanian meraih Ristek Kalbe Science Award (RKSA) 2025.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Penelitian yang diterbitkan di Global Change Biology, meneliti hampir 30.000 spesies amfibi, burung, mamalia, dan reptil. Studi ini mengkaji bagaimana peristiwa panas ekstrem
Seiring planet mendingin, para ilmuwan memperkirakan mantel akan berkembang menjadi lapisan-lapisan berbeda dengan komposisi kimia yang berbeda, seperti bagaimana jus beku
Para peneliti sudah lama memperkirakan bahwa perubahan iklim dapat menimbulkan ancaman bagi pika di bagian barat Amerika.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved