Jumat 18 Februari 2022, 12:45 WIB

OJK Ungkap Kendala Penerbitan Green Bond

Mediaindonesia.com | Ekonomi
OJK Ungkap Kendala Penerbitan Green Bond

Antara/Mohammad Ayudha
OJK mengungkapkan sejumlah kendala dalam penerbitan green bond

 

OTORITAS Otoritas Jasa Keuangan mengungkapkan sejumlah tantangan  dalam penerbitan dan persyaratan efek bersifat utang berwawasan lingkungan atau green bond

Deputi Komisioner Stabilitas Perbankan OJK Agus Edi Siregar mengatakan, tidak adanya pemberian  insentif  ke perusahaan yang menerbitkan green bond menjadi penghambat.

"Ada tantangan utama yang dijumpai saat mengeluarkan green instrument ini. Berdasarkan yang kami tangkap dari pasar, yaitu kurangnya insentif terhadap green bond atau pembiayaan dari sektor hijau ini," terangnya dalam Side Event G20, bertajuk Scaling Up The Utilization Of Sustainable Financial Instruments pada Jumat, (18/2).

Menurutnya, insentif itu diperlukan karena dalam menerbitkan green bond memerlukan usaha yang ekstra dibanding dibanding obligasi biasa. Misalnya, ada prosedur verifikasi dalam menentukan apakah usaha tersebut masuk ke sektor green atau tidak

"Namun,  pricing green bond di pasar itu sama dengan non green bond. Ini menjadi tantangan terbesar," ujarnya.

Konteks tersebut, menurut Edi, harus dipikirkan pemerintah ke depan agar desain green bond terstruktur dengan baik, supaya minat mengeluarkan utang berwawasan lingkungan atau green instrument financing itu bisa lebih banyak lagi kedepannya.

"Sebelumnya, kita juga belum memiliki standar sektor mana yang disebut hijau dan tidak. Standar ini penting agar semua pihak memiliki bahan sama untuk mendesain pembiayaannya," jelasnya.

Sebagai solusi, OJK pun meluncurkan Taksonomi Hijau Indonesia sebagai panduan aktivitas ekonomi hijau di Tanah Air pada Januari 2022. Dalam taksnomi hijau disusun, diketahui ada 2.733 klasifikasi sektor dan subsektor ekonomi, di mana 919 di antaranya telah terkonfirmasi apakah itu sektor hijau atau bukan.

Identifikasi tersebut nantinya akan diterapkan ke berbagai industri, baik industri pertanian, real estate, dan sebagainya untuk. diberikan label industri hijau atau bukan.

"Kami mendesain green taxonomy Indonesia ini sampai skala lima, kira-kira apa kriteria atau sertifikasi yang dibutuhkan agar sesuatu sektor itu bisa menjadi green sector," pungkas Edi. (Ins/E-1)

Baca Juga

MI/RAMDANI

Sambut HUT ke-77 RI, Transfer BI Fast di Livin’ by Mandiri Cuma Rp77

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 15:39 WIB
Program ini tetap bisa dilakukan secara realtime 24/7 dengan limit sama pada periode normal, yaitu Rp250 juta serta tanpa batas jumlah...
ANTARA FOTO/Seno

Indofood Berniat Kembangkan Mie Dari Sorgum Pengganti Gandum

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 14:27 WIB
Sorgum merupakan tanaman asli Indonesia yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan pangan...
Ist

Lepas Ekspor Produk Tekstil USD 400 Ribu, Mendag: Momentum Perluas Akses Pasar dan Pemulihan Ekonomi Nasional

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 14:15 WIB
Selain negara tradisional, PT Kewalram kini juga telah mulai mengekspor produk-produknya ke negara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya