Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
THE Asian Foundation bermitra dengan AT&T dan Visa untuk meluncurkan program Accelerate dalam rangka membantu 6.000 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) perempuan di pedesaan dan wilayah terpenci.
Program Accelerate bertujuan untuk membekali pelaku UMKM dengan keterampilan yang berguna untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha yang mereka jalani.
Accelerate secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelaku UMKM perempuan di daerah terpencil dengan cara yang relevan, dinamis, dan mudah diakses.
Program ini memanfaatkan jaringan pelatih andal dan mitra lokal dari The Asian Foundation yang akan memberikan pelatihan dan pendampingan keterampilan literasi digital dan keuangan kepada para pelaku UMKM perempuan demi mendukung pertumbuhan usahanya.
Robin Bush, Country Representative The Asia Foundation di Malaysia, mengatakan,“Para pelaku UKM perempuan merupakan penggerak utama ekonomi di Malaysia, seperti halnya di banyak negara lainnya di Asia Tenggara. "
"Membekali pelaku UKM perempuan dengan keterampilan ekonomi digital akan sangat berguna tidak hanya untuk mereka sendiri tetapi juga untuk pemulihan ekonomi negara,” kata Robin dalam keterangan pers, Selasa (15/2).
Baca juga: Rachmat Gobel Ajak UMKM Milenial Bentuk Karakter Mandiri dan Tangguh
Dengan menggabungkan keahlian sektor swasta dan LSM, program ini bertujuan memastikan pelaku usaha perempuan memiliki akses terhadap sarana dan keterampilan yang berguna dalam menjangkau pelanggan, mengembangkan usaha kecil mereka, serta mengimplementasi strategi bisnis.
“Bersama dengan mitra AT&T di seluruh dunia yang memiliki komitmen yang sama untuk berkontribusi positif di negara tempat kami beroperasi," kata Andrew Reinsdorf – Senior VP, International External and Regulatory Affairs, AT&T.
"Kami sungguh senang dapat berkolaborasi dengan The Asia Foundation dan Visa dalam memberdayakan pelaku usaha perempuan dengan memberikan pelatihan, akses teknologi dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka, menciptakan lapangan kerja, dan memberdayakan masyarakat sekitar,” jelas Andrew.
Pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap mata pencaharian dan kesehatan keluarga, pekerja, dan berbagai bisnis di seluruh Asia. UMKM sebagai penggerak ekonomi di Asia Tenggara juga secara khusus terdampak.
Di Malaysia, sektor UMKM menderita kerugian total RM40,7 miliar (USD9 miliar) tahun lalu. Demikian pula di Indonesia, lebih dari 30 juta UMKM menghentikan operasionalnya akibat pandemi.
Pelaku usaha perempuan termasuk yang paling terpengaruh oleh beragam tantangan seperti terbatasnya akses pendanaan, terbatasnya jaringan dan keahlian, serta bias gender yang negatif.
Riko Abdurrahman, Presiden Direktur Visa Indonesia, mengatakan, “Secara global, Visa berkomitmen untuk memfasilitasi 50 juta pelaku usaha mikro dan kecil secara digital pada akhir tahun 2023 demi membantu mereka bertahan dan mendukung pemulihan ekonomi."
"Di Indonesia, sejak tahun 2017, kami telah membantu para pelaku usaha perempuan memperoleh keterampilan keuangan melalui program 'Ibu Berbagi Bijak' yang dirancang berdasarkan kurikulum literasi keuangan dari Visa Practical Business Skills, yang mana tahun lalu program ini dilakukan di Yogyakarta dan Jawa Tengah," jelas Riko.
"Kami senang dapat bermitra dalam program Accelerate dan meyakini bahwa program ini akan membantu lebih banyak pelaku usaha mikro dan kecil perempuan," jelasnya.
"Terutama yang berada di daerah terpencil, dalam memberikan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk terlibat dalam ekonomi digital dan meningkatkan mata pencaharian mereka,” ujar Riko.
Accelerate adalah program pelatihan online yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta dengan bimbingan para ahli memanfaatkan instrumen dan platform dari The Asian Foundation.
Program ini juga menghadirkan seri obrolan dengan narasumber tamu dan mentoring.
Melalui kolaborasi ini, The Asian Foundation akan menggabungkan kurikulum literasi keuangan dari Visa “Practical Business Skills” ke dalam program pelatihannya dan melibatkan para ahli dari AT&T dan Visa sebagai mentor.
Komponen-komponen ini akan menambah keterampilan para pelaku usaha perempuan dan memberikan pemahaman yang mendalam dalam mendukung implementasi rencana bisnis mereka.
Selanjutnya, akses terhadap perluasan jaringan bisnis, mentoring, dan pembelajaran soft skill juga menjadi fokus kemitraan ini yang akan sangat berguna bagi para pelaku usaha perempuan dalam mencapai kesuksesan jangka panjang.
Esther Peh – Lead, International External and Regulatory Affairs, Asia-Pacific, AT&T, mengatakan,“Kami sangat senang dapat memperluas upaya kami dalam mendorong inklusi digital dan meningkatkan pelatihan keterampilan digital di Asia Tenggara melalui program Accelerate." (RO/OL-09)
IKATAN Alumni SMAN 37 Jakarta (IKA SMAN 37) membentuk divisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam struktur organisasinya.
Ketua Koperasi TC Invest Iqbal Alan Abdullah memaparkan UMKM saat ini masih mengalami kesulitan akses pendanaan terjangkau karena persoalan administrasi, jaminan, dan manajerial.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut Rp32,1 triliun telah dicairkan untuk Program Makan Bergizi Gratis 2026, dorong PDB dan UMKM.
APUDSI adakan gala dinner pra-Rakernas 2026 untuk perkuat solidaritas anggota dan dorong ketahanan desa melalui ekonomi, pangan, dan UMKM terpadu.
Pelaku usaha kini bisa daftar QRIS, terima pembayaran semua bank dan e-wallet, serta pencairan dana tiap jam.
LITERASI pajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sektor bahan bangunan disebut harus terus ditingkatkan. Hal itu untuk mendukung kesiapan UMKM menghadapi dinamika ekonomi.
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Menurut Eka Kurniawan, kunci utama untuk meningkatkan kemampuan menulis terletak pada kombinasi antara asupan literasi yang beragam dan latihan fisik yang konsisten.
Skor PISA 2022 menempatkan literasi membaca siswa Indonesia pada angka 359 poin, masih di bawah rata-rata internasional.
MEMPERINGATI Hari Pendidikan Internasional, The Sunan Hotel Solo sukses menggelar “Solo Book Party – Edisi Spesial 2 Tahun SBP” bersama Solo Book Party (SBP).
Di kota ini berdiri banyak sekali lembaga pendidikan tinggi, dan rata-rata terbaik se-Indonesia
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved