Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Penyelundupan Gula Digagalkan

ARIES MUNANDAR
25/5/2016 03:00
Penyelundupan Gula Digagalkan
(FOTO ANTARA/Str-Saiful Bahri)

MASIH mahalnya harga gula pasir di Tanah Air dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menyeludupkan gula secara ilegal.Dalam satu bulan ini, gula selundupan itu ditemukan di Aceh dan Kalimantan Barat. Di Kalbar, gula impor seludupanbahkan ditemukan berturut-turut, tetapi bisa digagalkan. Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sambas, Kalbar, menahan truk bermuatan 5 ton gula pasir ilegal dari Malaysia. Truk bernomor polisi KB 8904 SB itu ditahan sewaktu melintas di Jalan Sebedang di Kecamatan Subah, Senin (23/5) lalu.

“Penangkapan ini menindaklanjuti laporan warga,” kata pejabat sementara Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Kombes Badarudin, Selasa (24/5). Kasus serupa sebelumnya juga terjadi di Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, Minggu (22/5) lalu. Polsek menahan sebuah mobil yang mengangkut 13 karung gula pasir yang disembunyikan di bawah tumpukan drum plastik dan tabung elpiji kosong. Gula bermerek dagang negeri jiran itu dibeli senilai Rp458 ribu per karung dan akan dijual lagi ke Kecamatan Samalantan, Bengkayang, seharga Rp620 ribu per karung. Sekitar 500 karung gula impor selundupan juga dicegah Bea dan Cukai Aceh dari kawasan pelabuhan dan perdagangan bebas Sabang yang hendak dibawa ke daratan Aceh, pertengahan Mei.

Hingga Selasa (24/5), harga gula pasir masih bertahan di atas Rp14 ribu per kg. Di Lembata, NTT, harga gula pasir bahkan sudah Rp17 ribu per kg. “Sejak dua hari lalu, harga gula pasir naik dari Rp725 ribu per karung menjadi Rp850 ribu per karung,” ujar Koang, pemilik Toko di Lewoleba, NTT. Masih mahalnya harga gula juga dialami warga Pekanbaru, Bojonegoro, Batam, dan Bangka Belitung, Wali Kota Batam Rudi mengatakan 3.000 paket sembako murah akan diberikan kepada warga tidak mampu di 12 kecamatan hingga 4 Juni nanti. Warga cukup membayar Rp50 ribu dengan membawa surat keterangan miskin (SKM) dari kelurahan. Jaminan rendemen Soal rencana impor gula mentah 381 ribu ton yang dilakukan BUMN PT Perkebunan Nusantara X (PTPN), petani tebu rakyat di Jawa Barat menyetujui kebijakan itu dengan catatan mereka mendapatkan jaminan tingkat rendemen tebu 8,5%.

“Jadi misalkan rendemen tebu petani hanya 7%, maka kekurangan 1,5% disubsidi dari impor raw sugar itu,” kata Sekretaris Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jabar Haris Sukmawan, selasa 924/5). Selain PTPN X, pemerintah menugasi PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk mendistribusikan gula pasir impor dalam operasi pasar (OP) di sejumlah daerah. Wakil Ketua Komisi VI DPR Azam Azman Natawijana menyambut baik OP gula pasir oleh PPI. Namun, untuk jangka panjang, ia mengaku ragu intervensi pasar gula pasir melalui OP akan efektif. “Dengan tingkat konsumsi masyarakat 2,5 juta ton, saya meragukan intervensi pasar oleh PPI,” kata dia. Sampai saat ini, gula kristal putih yang sudah dijual hampir 1.000 ton dari total 190 ribu ton yang dimiliki PPI. (Tim/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik