Kamis 10 Februari 2022, 13:56 WIB

IHSG Februari Diprediksi 7.000, ini Tiga Sektor Pilihan Investasi

Fetry Wuryasti | Ekonomi
IHSG Februari Diprediksi 7.000, ini Tiga Sektor Pilihan Investasi

Antara/Hafidz Mubarak A.
Refleksi layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (7/1/2022).

 

DI pekan kedua Februari, IHSG berhasil mencetak rekor terbaru di 6.874,35. Ini didukung net buy asing yang telah mencapai Rp13,29 triliun sejak awal tahun ini (ytd).

Perburuan investor asing atas saham perbankan, yang membukukan kinerja di atas ekspektasi, membawa IHSG melesat ke level tertinggi. "Setelah bergerak di kisaran terbatas pada Desember 2021 (+0,7% MoM) dan Januari 2022 (+0,8% MoM), secara teknikal kami perkirakan IHSG akan mampu menembus level 7.000 di Februari ini. Walaupun ada ancaman gelombang ketiga covid-19, pengaruhnya diperkirakan terbatas terhadap perekonomian Indonesia seiring upaya pemerintah untuk menjaga kestabilan ekonomi," ungkap Martha Christina, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Kamis (10/2).

Pada Februari ini, pelaku pasar akan disibukkan oleh rilis kinerja perusahaan sepanjang 2021. Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan tiga sektor yang dapat dipertimbangkan sebagai pilihan. Pertama dari sektor perbankan dengan saham pilihan yakni PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI), dan PT Bank Central Asia (BBCA).

Kedua pada sektor energi dengan saham pilihan yaitu PT Indo Tambangraya Megah (ITMG), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Ketiga, pada sektor konstruksi dengan emiten pilihan PT Waskita Karya (WSKT), PT PP (PTPP), dan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE).

"Selain itu, didukung ekspektasi kinerja keuangan yang baik, kami juga menambahkan saham PT Samudera Indonesia (SMDR), PT Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP), dan PT Astra Otoparts (AUTO)," ulas Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information, menerangkan sektor-sektor pilihan yang direkomendasikan Mirae Asset Sekuritas.

Baca juga: Menkeu : Pemerintah Punya Tanggung Jawab Sisa Tagihan Covid-19 Rp23 triliun

Sektor perbankan menjadi pilihan seiring dengan pemulihan ekonomi Indonesia yang akan memacu pertumbuhan kredit. Perbaikan ekonomi juga akan mendukung sektor konstruksi untuk menggenjot realisasi kontrak dan target kontrak baru di tahun ini. "Sementara itu, naiknya produksi dan harga jual batu bara akan membuat emiten pertambangan batu bara membukukan pertumbuhan laba yang positif," kata Nafan. (OL-14)

Baca Juga

Dok Modernland

Saat Pandemi, Modernland masih Mampu Catat Laba Rp458 M

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 23:10 WIB
Perseroan membukukan penjualan pemasaran Rp1,4 triliun. Segmen residensial mendominasi dengan Rp1,1 triliun, meski turun 18% ketimbang...
MI/BENNY BASTIANDY

Masuk Status Darurat, Daerah Dapat Geser Anggaran untuk Wabah PMK

👤 Indriyani Astuti 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 18:15 WIB
Untuk melakukan pergeseran anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), kepala daerah dapat melakukan perubahan Peraturan Kepala Daerah...
ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

Indonesia Ajak Negara Lain Berkontribusi pada Dana Perantara Keuangan

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 17:50 WIB
FIF diharapkan dapat diluncurkan secara formal dan beroperasi pada September...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya