Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTAMINA Geothermal Energy (PGE) secara konsisten mengedepankan aspek keberlanjutan (sustainability) dengan memperkuat posisinya dalam penerapan prinsip atau kerangka kerja (framework) Environmental, Social, dan Governance (ESG) dalam seluruh kegiatan usahanya.
Hal ini selaras dengan posisi perseroan sebagai backbone pengembangan panas bumi di Indonesia yang memiliki visi menjadi World Class Green Energy Company.
Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy Ahmad Yuniarto menegaskan, PGE berkomitmen tinggi menjaga keberlanjutan lingkungan, berkontribusi pada pertumbuhan perekonomian nasional dan daerah serta pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik.
“Bisnis panas bumi merupakan bisnis yang memiliki orientasi jangka panjang dengan menghasilkan energi terbarukan yang ramah lingkungan,” ujar Ahmad dalam keterangan tertulisnya.
Karena itu, kata Ahmad, seiring dengan perubahan iklim global, pilihan untuk menggunakan energi bersih yang terbarukan menjadi suatu prioritas dan dalam menjaga keberlanjutannya sangat perlu untuk menerapkan prinsip atau kerangka kerja (framework) ESG.
Di level pemerintahan, sebagai bagian dari masyarakat dunia, Indonesia saat ini juga tengah bekerja keras menurunkan emisi gas kaca (GRK). Tahun lalu, Pemerintah Indonesia merevisi target pengurangan emisi gas rumah kaca-dengan upaya sendiri-yang tercantum dalam Nationally Determined Contribution (NDC) dari 26 % menjadi 29 % pada 2030, salah satu tumpuannya adalah di sektor energi melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT) termasuk di dalamnya panas bumi.
Sebagai bagian dari skenario besar pemerintah, sekaligus untuk mewujudkan komitmennya, saat ini dalam wilayah kerja panas bumi PGE telah memiliki kapasitas terpasang panas bumi sebesar 1.877 MW, yang terdiri dari 672 MW yang dioperasikan sendiri oleh PGE dan 1.205 melalui Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas terpasang tersebut berpotensi menerangi sekitar 2,1 juta rumah. Konversi energi hijau tersebut memiliki potensi pengurangan emisi karbon sekitar 9,7 juta ton CO2e per tahun.
Pengembangan keanekaragaman hayati (biodiversity) yang berkearifan lokal juga menjadi fokus PGE di setiap area operasinya, salah satu pengembangan biodiversity yang telah menjadi benchmark nasional adalah Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) di Area Kamojang, Garut, Jawa Barat. Selain itu PGE juga melakukan konservasi bunga krisan dan kera yaki di Area Lahendong, Sulawesi Utara, dan budidaya kambing saburai di Area Ulubelu, Lampung.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan menjadi tema yang memperkuat komitmen perusahaan pada lingkungan dan masyarakat sekitar sekaligus sebagai bentuk dukungan dalam pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia” tambah Ahmad.
Hasil dari berbagai upaya itu juga telah mendapat pengakuan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dengan diraihnya berturut-turut 11 kali predikat GOLD PROPER untuk Area Kamojang PGE. (RO/E-1)
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan komitmennya dalam mengelola komunikasi korporat yang transparan, relevan, dan berdampak.
PEMBANGKIT Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu telah memainkan peran penting dalam pasokan listrik Indonesia selama beberapa dekade terakhir.
Tokoh-tokoh Gereja Katolik sangat jelas dalam persepektif mereka, dalam upaya mereka menyokong dan membantu warga lokal.
Indonesia memiliki potensi geotermal terbesar di dunia dan memprioritaskan tenaga geotermal yang memanfaatkan panas alami bumi untuk menghasilkan sumber daya listrik.
Penelitian dan pilot project perlu digencarkan untuk menyesuaikan algoritma machine learning dengan kondisi geologi Indonesia.
Ketua Aliansi Terlibat Korban Geotermal Flores (KGF) Pater Felix Bhaghi SVD saat dikonfirmasi Minggu (8/5) membenarkan terjadi aksi damai di empat kabupaten sekaligus.
Hotel Mercure Bandung Nexa Supratman mendapat apresiasi Wali Kota Bandung atas inovasi pengelolaan sampah berbasis ESG yang mampu mengurangi beban sampah kota secara signifikan.
Keberhasilan ini bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari peningkatan kualitas laporan keberlanjutan yang lebih transparan dan berbasis data.
Isu ESG (Environmental, Social, Governance) semakin menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi global.
Laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) kini menjadi instrumen penting dalam menilai kualitas tata kelola, integritas, serta keberlanjutan sebuah korporasi.
Lamun berperan dalam menstabilkan sedimen dasar laut, mitigasi perubahan iklim dan menyerap karbon.
Keberlanjutan menjadi bagian esensial dari strategi jangka panjang PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved