Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN masyarakat dari aliansi peduli lingkungan hidup di kabupaten Ende melakukan demonstrasi menolak pembangunan geotermal yang masif di lakukan pemerintah pusat melalui kementerian ESDM di pulau Flores. Aksi tersebut digelar dalam rangka memeringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Penetapan Flores menjadi Pulau Geotermal melalui surat keputusan kementerian ESDM tahun 2017 lalu hingga pengembangan pusat pengeboran geotermal Flores yang terus dilakukan hingga saat ini memicu aksi unjuk rasa besar-besaran di 3 Kabupaten di Pulau Flores seperti Kabupaten Ende, Ngada dan Nagekeo, pada Kamis, (5/6).
Di Kabupaten Ende Sekitar dua ribuan warga turun ke jalan di kota Ende menentang pembangunan geotermal Flores. Ribuan warga ini mulai melakukan parade di Jalan Eltari menuju Gedung DPRD dan Bupati Ende. Di dampingi para imam atau para pastor katolik warga membentangkan spanduk sambil berorasi dan berteriak "tolak geotermal“ selama parade ini. Warga langsung masuk memenuhi halaman kantor bupati dan DPRD Ende untuk menyampaikan aspirasinya.
Warga kesal karena pengeboran geotermal yang sudah berjalan dari tahun 2000-an sudah mencemari lingkungan seperti air dan udara. Selain itu akibat pengeboran geotermal produktivitas pertanian seperti kopi, cengkeh sayur-sayur serta komoditi lainnya yang menjadi penopoang ekonomi keluarga kerap menurun pada setiap tahunnya.
Vikep Ende, Romo Frederikus Wea Dopo, mengatakan masyarakat Flores khususnya ende yang 78 persen adalah petani ini sangat bergantung pada hutan tanah dan air, sehingga sangat menggangu kestabilan masyarakat bila tanah di Ende atau Flores dijadikan lokasi pengeboran geotermal apalagi banyak lahan yang dikorbankan hanya untuk geotermal. Tidak hanya itu akibat aktivitas pengeboran telah terjadi konflik horizontal dan kerusakan budaya di Flores, karena segala aspek budaya bergantung pada tanah dan hasil bumi di Flores.
"Kita menuntut lewat dprd dan pemerintah segera mencabut Flores sebagai pulau geotermal,“ kata Romo Edi sapaan akrab Romo Frederikus Wea Dopo.
Menurut Romo Edi Dopo, dampak geotermal di Sukoria, sekitar 90 persen umat sangat terganggu karena geotermal itu telah mengganggu tanaman pertanian warga serta kualitas air. Bagi Romo Edi energi terbarukan untuk kontes Flores kurang tepat, karena masih ada energi lain, seperti energi air, angin, matahari, biomassa, dan arus laut. Menurut Romo Edi proyek ini tanpa ada sosialisasi dan transparansi atau keterlibatan warga melainkan hanya merupakan perbincangan antar individu dan korporasi tertentu. Sehingga penting gereja terlibat seperti dalam Laudato Si oleh mendiang Paus Fransiskus, dimana gereja melihat bumi sebagai ibu, dan dalam kultur Flores, bumi adalah suci.
"Kami tidak anti listrik. Kita mau mengajak supaya pembangunan energi listrik ini tidak mengganggu seluruh ekosistem, sosial, budaya, ekonomi yang terpenting persatuan dan kerukunan. Gereja mesti terlibat aktif dan peduli pada masalah yang dihadapi umat itulah panggilan sosisl dari kehidupan gereja,“ ungkap Romo Edi.
Dalam orasi warga juga kesal bahwa pemerintah pusat melakukan pembangunan geotermal di Flores tanpa ada persetujuan masyarakat Flores. Warga juga menilai penetapan Flores sebagai pulau Geotermal dilakukan sepihak tanpa melibatkan masyarakat Flores. Warga menuntut pemerintah pusat mencabut keputusan Flores sebagai pulau geotermal dan menghentikan semua aktivitas pengeboran geotermal di Flores yang selama ini membahayakan keselamatan masyarakat.
Warga juga menilai geotermal hanya untuk kepentingan oligarki bukan untuk kepentingan warga masyarakat .Masa berjanji akan terus melakukan aksi yang lebih besar bila pemerintah pusat tidak segera mencabut SK Flores sebagai Pulau Geotermal dan menghentikan aktivitas pengeboran untuk geotermal. (H-3)
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan komitmennya dalam mengelola komunikasi korporat yang transparan, relevan, dan berdampak.
PEMBANGKIT Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu telah memainkan peran penting dalam pasokan listrik Indonesia selama beberapa dekade terakhir.
Tokoh-tokoh Gereja Katolik sangat jelas dalam persepektif mereka, dalam upaya mereka menyokong dan membantu warga lokal.
Indonesia memiliki potensi geotermal terbesar di dunia dan memprioritaskan tenaga geotermal yang memanfaatkan panas alami bumi untuk menghasilkan sumber daya listrik.
Penelitian dan pilot project perlu digencarkan untuk menyesuaikan algoritma machine learning dengan kondisi geologi Indonesia.
Ketua Aliansi Terlibat Korban Geotermal Flores (KGF) Pater Felix Bhaghi SVD saat dikonfirmasi Minggu (8/5) membenarkan terjadi aksi damai di empat kabupaten sekaligus.
Program Desa Sejahtera Astra Bajawa, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, membina ekosistem kopi artisan dan mendorong tumbuhnya usaha produktif berbasis masyarakat.
Di Desa Adobala, ITBB mengembangkan modul-modul pembelajaran yang bisa diaplikasikan langsung, antara lain modul inovasi desain produk tenun dan modul pengembangan kelembagaan BUMDes.
PVMBG telah menaikan status gunung berapi tersebut dari Level III (Siaga) menjadi Level Awas (IV) pada pukul 10.00 WITA.
Sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang ditetapkan pemerintah, Labuan Bajo terus menarik investasi baru melalui berbagai program.
Pada Jumat (20/6) pukul 22.31 Wita, tercatat satu kali erupsi dengan ketingian kolom letusan 2.000 meter diatas puncak gunung.
Ketua Aliansi Terlibat Korban Geotermal Flores (KGF) Pater Felix Bhaghi SVD saat dikonfirmasi Minggu (8/5) membenarkan terjadi aksi damai di empat kabupaten sekaligus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved