Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMUNITAS otomotif mengaku tak keberatan, jika Pertamina menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax series. Apalagi, dibandingkan SPBU swasta seperti Shell, BUMN energi tersebut hampir dua tahun tak pernah menaikkan harga BBM RON 92.
“Saya setuju harga naik. Tapi kalau memungkinkan, harganya agar masih lebih rendah dibandingkan SPBU swasta,” kata Humas Club Ayla Indonesia (CAI) Adjie Sambogo di Jakarta, Kamis (3/2).
Menurut Adjie, kenaikan harga tidak akan berpengaruh terhadap konsumsi Pertamax. Pasalnya, lanjut dia, konsumen tentu membandingkan dengan harga RON sejenis yang dijual di SPBU swasta.
“Makanya, kami masih akan tetap menggunakan Pertamax. Asalkan itu tadi, tidak melonjak tajam dan tidak lebih tinggi dibandingkan SPBU asing,” imbuhnya.
Adjie menambahkan, penggunaan Pertamax memang menjadi kebutuhan. Termasuk untuk menjaga performa mesin.
Baca juga : Pertamina dan AKR Corporindo Belum Setor Pajak Bahan Bakar Rp2 T
Selain itu, juga karena RON 92 merupakan BBM yang dianjurkan oleh industri otomotif. “Jadi selain karena kebutuhan, juga karena mesin memang membutuhkan RON 92 seperti rekomendasi pabrikan,” kata dia.
Tidak seperti SPBU asing yang beberapa kali menaikkan harga sejak pandemi Covid-19 Pertamina memang tetap menjaga harga jual BBM jenis Pertamax.
Sepanjang 2021 misalnya, Shell termonitor lima kali menaikkan harga BBM, yaitu pada April, Juli, Oktober, November, dan Desember.
Saat ini, Shell menjual Super (RON 92) Rp12.040 per liter. Begitu juga Vivo, juga menjual Revvo 92 seharga Rp11.900 per liter. Harga kedua SPBU tersebut jauh di atas Pertamax yang dijual Pertamina, yaitu Rp9.000 per liter.
Kenaikan harga BBM di berbagai SPBU swasta, memang dipicu melonjaknya harga minyak dunia sejak awal pandemi. Minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) misalnya, sudah menyentuh harga USD 87,81 per barel.
Sedangkan jenis Brent sudah pada level USD 90,95 per barel. Padahal, saat April 2020, harga WTI negatif yaitu pada (–USD37,63) per barel. Sedangkan Brent, ketika itu berada pada titik USD21 per barel.
Dalam konteks itulah Adjie sependapat, jika harga Pertamax terus bertahan, bisa jadi malah menambah beban Pertamina. Dan pada akhirnya, yang terimbas adalah masyarakat juga. Termasuk berkurangnya kontribusi BUMN tersebut saat pandemi Covid-19.
“Apalagi saat Covid, kan bantuan BUMN seperti Pertamina, yang besar. Jadi saya setuju kalau harga dinaikkan,” pungkasnya. (RP/OL-09)
Mulanya, kuasa hukum Yoki, Wimboyono Senoadji menanyakan kepada Nicke mengenai pendapatan Pertamina yang meraih Rp 70 triliun pada 2024.
Nicke yang menjabat sebagai dirut Pertamina periode 2018-2024 menjawab, perjanjian itu terkait penyewaan terminal BBM.
Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung akan menghadirkan sejumlah tokoh sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018-2023.
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
Untuk itu Imron meminta Pertamina agar terus meningkatkan kinerja, melalui lifting yang terus meningkat diharapkan bisa mendukung upaya ketahanan energi nasional.
PT Pertamina Patra Niaga menyediakan layanan air minum isi ulang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina.
PT Pertamina resmi menurunkan harga Pertamax dan sejumlah bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi lainnya mulai 1 Januari 2026.
PT Pertamina resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Desember 2025.
Kelangkaan stok bahan bakar minyak (BBM) pertamax series, khususnya pertamax turbo, terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jawa Timur.
Kajian blending mulai dilakukan sejak 2015 dengan mencampur bensin beroktan rendah RON 88 dengan RON 92 hingga menghasilkan Pertalite dengan RON 90.
DIREKTUR Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan, penggunaan etanol dalam campuran bensin bukanlah hal baru di Indonesia.
Untuk wilayah DKI Jakarta, harga BBM Pertamax atau RON 92 menjadi Rp12.500 per liter dari yang sebelumnya Rp12.100 liter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved