Senin 24 Januari 2022, 10:35 WIB

Pengamat: Pemerintah Harus Lindungi Industri Baja Nasional dari Baja Impor

mediaindonesia.com | Ekonomi
Pengamat: Pemerintah Harus Lindungi Industri Baja Nasional dari Baja Impor

ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Pekerja beraktivitas di pabrik pembuatan baja.

 

KEPALA Center of Industry, Trade, and Investment Institute for Development on Economics and Finance (INDEF) Andry Satrio Nugroho merasa prihatin dengan masih tingginya angka impor baja.

Apalagi selisih harga jual antara baja impor dan baja produksi dalam negeri cukup jauh. Jika hal ini dibiarkan, lanjutnya, tentu berdampak buruk terhadap industri baja dalam negeri. 

“Impor baja yang cukup tinggi ini tentu ini menjadi salah satu hal yang patut diwaspadai oleh pemerintah dan kalangan industri,” ujar Andry dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (23/1). 

Untuk itu Andry mengusulkan, agar para produsen baja di Tanah Air meminta kepada Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) dan Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) guna melakukan penyelidikan terkait dengan maraknya baja impor dan dugaan terjadinya praktek dumping. 

“Saya rasa ini jadi salah satu kewenangan yang perlu pemerintah lakukan untuk melindungi industri baja dalam negeri, sehingga kita bisa melihat pemerintah serius melindungi industri domestik yang saat ini berada di fase pemulihan,” ujar Andry. 

Menurut dia, industri baja yang merupakan industri strategis banyak mengalami tekanan akibat maraknya baja impor. Kondisi ini akan menimbulkan kerugian yang pada akhirnya berdampak terhadap kinerja perusahaan. 

“Jangan sampai industri melakukan efisiensi dan pada akhirnya merumahkan atau mengurangi karyawannya,” sambung Andry. 

Andry juga berharap pemerintah bisa memberikan perhatian terhadap permohonan perpanjangan Barang Modal Dalam Keadaan Tidak Baru (BMTB) khususnya produksi baja I dan H Section yang mengalami kerugian serius akibat impor barang sejenis. 

Perpanjangan BMTB, tegas Andry, setidaknya bisa menanggulangi dampak yang dirasakan oleh produsen industri baja dari penurunan kinerja perusahaan,  

Menurut Andry, berbagai perlindungan tersebut sangat mendesak dilakukan. Sebab, selain berdampak terhadap industri baja dan para karyawan, juga berimbas terhadap penerimaan negara melalui pajak.

“Padahal, penerimaan pajak yang berasal dari industri (baja) ini menjadi salah satu yang cukup besar ketimbang pajak dari sektor lainnya,” kata Andry.  

Banjirnya baja impor sendiri memang sangat dirasakan industri. Sebelumnya, Asosiasi Industri Besi dan Baja Nasional/The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA), juga mengingatkan, agar Pemerintah perlu melakukan pengendalian.

Menurut Ketua Klaster Flat Product IISIA, Melati Sarnita, jika pemerintah tidak segera melakukan pengendalian, kondisi tersebut dikhawatirkan akan terus berlangsung sampai Q2 2022, 

IISIA juga menyebut, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), volume impor baja kode HS 72 sampai Q3 2021 masih tinggi sebesar 4,3 juta ton, dimana mengalami kenaikan sebesar 20% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar 3,6 juta ton. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara/Sigid Kurniawan

Menkeu: Postur APBN 2023 Masih Defisit, Rasio Utang Tetap Dikendalikan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 20 Mei 2022, 12:24 WIB
Pengelolaan pembiayaan untuk menutup kesenjangan finansial (financial gap) akan dilakukan secara efisien, hati-hati dan berkelanjutan...
Antara

Sandiaga Optimistis Kunjungan Turis dari Asia Selatan akan Melonjak

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 20 Mei 2022, 11:02 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno optimistis jumlah kunjungan wisatawan dari Asia Selatan ke...
AFP/Daniel Slim

The Fed Masih Terus Mencari Cara Kendalikan Inflasi

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 20 Mei 2022, 10:55 WIB
Muncul gagasan bagi Bank Sentral AS The Fed untuk meningkatkan target inflasi AS, dari sebelumnya di 2%. Dengan menaikkan target inflasi,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya