Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

JET Gandeng Taksi Putra Perluas Pasar

Ire/E-3
21/5/2016 09:35
JET Gandeng Taksi Putra Perluas Pasar
(Ilustrasi)

JOINT Express Transport (JET), apli­kasi transportasi dan logistik, resmi diluncurkan dengan format baru. JET menjalin kerja sama dengan Taksi Putra untuk menambah pilot (sopir) dari Jet Ride. “Kita hadir dengan konsep yang baru, kita yakin bisa sukses dari Jet Ride, Jet Courrier, Jet Pick Up, dan Jet Box,” kata Director/Co Founder JET Michael W Roosevelt saat peluncuran aplikasi tersebut di Kopitiam Tan SCBD, Jakarta, kemarin.

Michael mengungkapkan aplikasi anak negeri itu sudah melewati berbagai tantangan sejak keluar pada Desember 2015 lalu. Perusahaan yang fokus pada jasa logistik roda empat dan baru memasuki jasa penumpang memiliki berbagai perbedaan dari aplikasi sejenis yang sudah ada.

Menurutnya, JET menjamin pengi­rim­an barang dilakukan di hari sama dan menjamin 100% ongkos kirim kembali jika itu tidak terjadi.

Lebih jauh, Chief Operating Officer JET Poeti Fatima Arsyad mengungkapkan alasan JET mengembangkan bisnis ke jasa penumpang ialah melihat permintaan yang tinggi di pasaran. “Harga pun diklaim lebih kompetitif bahkan lebih murah daripada tarif taksi berdasarkan argo. Tarif untuk Jet Ride lebih murah 30%-40% dari tarif berdasarkan argo,” kata dia.

JET sudah beroperasi di area Jabodetabek dan akan diperluas ke seluruh kota besar di Indonesia. Armada yang disediakan JET hampir 1.000 armada yang tergabung di Koperasi Titian Mu­hibah dan akan bertambah dengan dukungan Taksi Putra.

Direktur Utama PT Putra Transpor Nusantara (Taksi Putra) Mubha Kahar Muang mengapresiasi kerja sama JET dengan pihaknya. “Aplikasi seperti ini yang kita butuhkan. JET berbeda, mereka cari dulu angkutan yang sesuai regulasi baru aplikasinya,” kata dia.

Mubha mengungkapkan sampai saat ini armada Taksi Putra sudah mencapai 600 unit di Jakarta, 1.250 unit di Ja­bodetabek, Bandung dan Makassar sekitar 200 unit armada. Pada Agustus, Mubha berencana menambah 1.500 armada mobil MPV berpelat hitam yang disesuaikan dengan ketentuan pemerintah. (Ire/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya