Jumat 07 Januari 2022, 15:09 WIB

Jelang Listing, Pemesanan Saham IPO Semacom 'Oversubscribe' 40 Kali

mediaindonesia.com | Ekonomi
Jelang Listing, Pemesanan Saham IPO Semacom

Ist
Pabrik produsen panel listrik milik PT Semacom Integrated Tbk (SEMA).

 

SEGERA melantai di Bursa Efek Indonesia awal pekan depan, saham perdana produsen panel listrik PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) diburu investor dan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 40 kali.

Nilai oversubscribe tersebut merupakan hasil porsi pooling e-ipo Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX) yang periodenya baru berakhir.

“Minat, apresiasi, sekaligus kepercayaan pelaku pasar dan investor dalam pemesanan IPO itu menjadi modal kami menjadi lebih baik lagi setelah listing nanti dan turut membangun pasar modal Indonesia,” ujar Direktur Utama Semacom Rudi Hartono Intan dalam siaran persnya, Jumat (7/1/22).

Rudi mengatakan saham perusahaan manufaktur panel listrik, perakitan baterai listrik, dan energi baru terbarukan (EBT) tersebut rencananya segera dicatatkan di papan bursa pada 10 Januari 2022 sehingga akan dapat ditransaksikan secara terbuka di pasar.

Pencatatan saham itu diagendakan seiring dengan baru berakhirnya masa penawaran umum perdana hingga 6 Januari 2022.

Dalam rangkaian IPO, Semacom menawarkan 3,47 juta lot saham atau 347 juta saham baru yang setara 25,76% dari modal disetor setelah IPO. Saham SEMA ditawarkan kepada investor pada harga penawaran Rp180 per lembar saham sehingga raihan nilai total IPO-nya mencapai Rp62,46 miliar. 

Selain menerbitkan saham baru, dalam IPO itu perseroan juga menerbitkan Waran Seri I dengan jumlah maksimal 173,50 juta Waran Seri I sebagai pemanis (sweetener) dengan harga pelaksanaan Waran Seri I sebesar Rp230 per saham. 

Rudi Hartono mengatakan tingginya minat masyarakat dalam melakukan pemesanan saham SEMA pada periode IPO menunjukkan keyakinan masyarakat akan prospek ke depan perusahaan yang dia pimpin.

Apalagi, lanjutnya, dana IPO akan digunakan perusahaan untuk meningkatkan kinerja seperti untuk membeli persedian, biaya research & development, serta biaya pemasaran dan promosi. 

"Sedangkan dana yang akan didapat SEMA dari pelaksanaan Waran Seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran, akan digunakan untuk modal kerja dalam bentuk pembelian persediaan serta biaya pemasaran dan promosi,” ujar Rudi.

Terkait dengan kinerja keuangan, per Juni 2021 SEMA mampu mencetak pendapatan Rp60,9 miliar atau naik 33,76 persen dari Rp45,53 miliar pada Juni 2020.

Untuk laba bruto perseroan tercatat Rp19,36 miliar atau naik dari Rp13,82 miliar pada periode yang sama. Sedangkan untuk laba per saham yaitu sebesar Rp5,93 per lembarnya.

Kemudian total aset perusahaan per Juni 2021 tercatat Rp146,95 miliar, terdiri dari aset lancar Rp118,47 miliar dan aset tidak lancar Rp28,48 miliar. Aset perusahaan meningkat dari Rp141,03 miliar pada periode yang sama setahun sebelumnya.

Rudi optimistis ke depannya bisnis SEMA akan semakin moncer seiring dengan komitmen pemerintah yang ingin mengoptimalkan sumber EBT sebagai sumber energi alternatif. Terlebih Indonesia menjadi salah satu negara dengan potensi sumber EBT sangat melimpah.

Sebelumnya Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan peningkatan bauran energi nasional dari sumber EBT pada tahun 2025 sebesar 23 persen dan pada tahun 2050 sebesar 31 persen. 

Penggunaan EBT di Indonesia baru mencapai kisaran 13 persen dalam komposisi bauran energi secara keseluruhan. Untuk meningkatkan efisiensi pencapaian target bauran 23 persen di tahun 2025 tersebut, PLN telah menyatakan perlunya penambahan 3.200 Mw modul surya.

"Dengan mempertimbangkan potensi bisnis yang ada, dan kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan modul surya sebagai bagian dari energi terbarukan, kami telah mempertimbangkan dan mengkaji pengembangan bisnis untuk pengerjaan Inverter Modul Surya dan BOS (Balance of System) Modul Surya," sambung dia.

Selain itu, SEMA juga membidik pasar mobil listrik dengan memberikan dukungan dalam membangun infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU). 

Rencana ini sejalan dengan misi pemerintah untuk mengembangkan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) atau Battery Electric Vehicle untuk Transportasi Jalan, sebagaimana yang tertera dalam Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2019. 

"Kami juga membidik pasar penyedia energi melalui produksi baterai untuk keperluan perusahaan telekomunikasi," pungkas Rudi. (RO/OL-09)

Baca Juga

MI/HO

Indosat Ooredoo Hutchison Raih Penghargaan Asia Pacific Stevie Awards 2022

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 05 Juli 2022, 09:15 WIB
Untuk melengkapi kesuksesan IOH, Ooredoo Group juga berhasil meraih 8 kategori lainnya di APAC Stevie Awards...
Ist/DPR

BAKN DPR RI Apresiasi Meningkatnya Kesejahteran Petani

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 05 Juli 2022, 08:45 WIB
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan...
ANTARA/Adwit B Pramono

Pertamina: Pendaftar BBM Subsidi Sudah Mencapai 50 Ribu Kendaraan

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 05 Juli 2022, 07:51 WIB
Selain melalui website subsiditepat.mypertamina.id secara langsung, pendaftaran juga dapat diakses melalui aplikasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya