Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 15% pada tahun depan. Hal ini seiring kepercayaan dari para customer melalui kualitas produk yang dihasilkan SMKL
Direktur Utama SMKL Ang Kinardo mengatakan, sSMKL terus meningkatkan kinerja seiring dengan membuat produk-produk berkualitas yang memenuhi keinginan dan syarat dari mitra kami.
"Oleh karena itu, kami optimis dapat mencapai kenaikan penjualan untuk kinerja kedepannya. SMKL juga terus berkomitmen melaksanakan bisnis berkelanjutan yang dibuktikan dengan diraihnya sertifikasi Forest Stewardship Council (FSC). Sertifikasi FSC merupakan upaya SMKL untuk fokus pada sistem keberlanjutan yang diharapkan dapat berdampak positif bagi kinerja SMKL," ujarnya.
Sertifikasi FSC merupakan sertifikasi yang menyatakan bahwa produk yang digunakan ialah berasal dari hutan dengan pengelolaan yang baik dan memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Guna memenuhi sertifikasi ini, SMKL melakukan audit setiap tahun untuk memastikan sistem berjalan sesuai dengan ketentuan standar sertifikasi yang ada.
Di sisi lain, dalam mempersiapkan era pajak karbon pada April 2022 mendatang, SMKL juga berencana akan memasang solar panel untuk mengurangi penggunaan karbon di pabrik.
“SMKL sangat fokus pada bisnis keberlanjutan, yang mana hal ini juga menjadi syarat beberapa kemitraan kami. Jika berjalan dengan lancar, tahun depan rencananya kami akan memasang solar panel. Menyambut era pajak karbon ini, kami juga ada mesin untuk collect waste paper untuk dikirimkan kembali ke pabrik kertas agar dapat mereka daur ulang,” jelas Ang Kinardo.
Sebagai informasi, pada Kuartal III-2021 SMKL berhasil menumbuhkan penjualan sebesar 22% YoY. Laba bersih setelah pajak juga tercatat meningkat signifikan sebesar 268,3% YoY, yaitu sebesar Rp72,1 miliar dari tahun sebelumnya Rp19,6 miliar.
Adapun kontribusi penjualan SMKL pada Kuartal III-2021 ini berasal dari segmen Carton Box sebesar Rp872,6 miliar, Offset Printing sebesar
Rp355 miliar, Pre-print sebesar Rp232,8 miliar, dan Rigid Box sebesar Rp73,9 miliar.
Kontribusi penjualan terbesar SMKL berasal dari segmen Carton Box yang meningkat 23,1% YoY dan Offset Printing yang bertumbuh 22,3% YoY.
“Oleh karena itu, SMKL optimis dapat mencapai peningkatan penjualan pada akhir 2021 dan menargetkan pertumbuhan penjualan pada 2022,
yaitu dengan terus berusaha membangun mkepercayaan yang kuat dengan setiap mitra bisnis kami untuk jangka waktu kerja sama yang panjang. Hal ini dapat diwujudkan dengan telah dipenuhinya berbagai ketentuan dari para mitra bisnis kami melalui bisnis keberlanjutan yang
diterapkan SMKL dan adanya sertifikasi sertifikasi yang dimiliki, salah satunya sertifikasi FSC,” tutup Ang Kinardo. (RO/E-1)
Hotel Mercure Bandung Nexa Supratman mendapat apresiasi Wali Kota Bandung atas inovasi pengelolaan sampah berbasis ESG yang mampu mengurangi beban sampah kota secara signifikan.
Keberhasilan ini bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari peningkatan kualitas laporan keberlanjutan yang lebih transparan dan berbasis data.
Isu ESG (Environmental, Social, Governance) semakin menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi global.
Laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) kini menjadi instrumen penting dalam menilai kualitas tata kelola, integritas, serta keberlanjutan sebuah korporasi.
Lamun berperan dalam menstabilkan sedimen dasar laut, mitigasi perubahan iklim dan menyerap karbon.
Keberlanjutan menjadi bagian esensial dari strategi jangka panjang PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved