Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina (Persero) telah resmi menaikkan harga liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi sebesar 7,5%. Kenaikan itu merespon tren peningkatan harga Contract Price Aramco (CPA) LPG yang terus meningkat sepanjang tahun ini.
Pada November 2021, CPA mencapai US$847 per metrik ton, harga tertinggi sejak 2014 atau meningkat 57% sejak Januari 2021.
"Besaran penyesuaian harga LPG nonsubsidi yang porsi konsumsi nasionalnya sebesar 7,5%, berkisar antara Rp1.600-Rp 2.600 per kilogram (kg)," kata Irto Ginting, Pejabat sementara (Pjs) Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial & Trading dalam rilis resmi, Selasa (28/12).
Sementara, LPG subsidi 3 kg yang secara konsumsi nasional mencapai 92,5% tidak mengalami penyesuaian harga alias tidak naik dan tetap mengacu kepada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Baca juga : Dirut Pertamina: Tidak Ada Rencana Penghapusan Pertalite
Irto menyebut, harga LPG Pertamina masih dikisaran Rp11.500/Kg per 3 November. Jika dibandingkan negara ASEAN, harga tersebut terbilang lebih murah.
"Dibandingkan dengan Vietnam sekitar Rp23.000/Kg, Filipina sekitar Rp26.000/Kg, dan Singapura sekitar Rp31.000/Kg. Untuk Malaysia dan Thailand harga LPG relatif rendah karena adanya subsidi dari pemerintah masing-masing," jelasnya.
Pertamina pun memastikan stok dan distribusi LPG berjalan dengan maksimal serta melanjutkan edukasi penggunaan LPG yang tepat sasaran. (OL-7)
Cek daftar harga BBM terbaru per 2 April 2026 di seluruh SPBU Indonesia. Simak rincian harga Pertamax, Shell Super, hingga BP Ultimate di sini
Purbaya menyebut Pertamina sementara menanggung selisih harga BBM nonsubsidi saat harga minyak dunia melonjak, sementara pemerintah menahan kenaikan harga.
Yoki menjelaskan, salah satu dampak nyata dari penanganan perkara tersebut adalah PT PIS harus melepas kapal JMN.
SEJUMLAH stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Tanjungpinang mulai dipadati warga. Kondisi ini dipicu oleh beredarnya isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)
Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan sesuai arahan pemerintah untuk tidak melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), baik non-subsidi maupun bbm bersubsidi.
Baron menyampaikan prioritas utama Pertamina saat ini adalah menyediakan energi dan mengoptimalkan rantai pasok untuk menyalurkan energi ke seluruh pelosok negeri.
NASIB petani singkong di berbagai wilayah Indonesia menghadapi tantangan berat akibat harga jual di tingkat petani anjlok.
Ketiga harga INI akan dipublikasikan sebagai rata-rata penilaian independen masing-masing produk oleh Argus dan PT IKI.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Budi Santoso mengatakan, nilai ini meningkat sebesar US$34,40 atau 3,83 persen dari periode 1–15 April 2023 yang tercatat US$898,29/MT.
Salah satu alasan yang membuat BI tak akan agresif ialah eratnya kerja sama antara kebijakan fiskal dan moneter yang terjalin di Indonesia.
BANK Indonesia (BI) dinilai perlu kembali menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4%. Ini diperlukan untuk menjaga ekspektasi dan mengendalikan inflasi
Kepercayaan BI untuk menahan tingkat suku bunga acuan juga menurutnya mencerminkan optimisme
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved