Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA usaha menyambut baik keputusan Bank Indonesia kembali menahan suku bunga acuan di level 3,5%. Sebab, mayoritas bank sentral di dunia saat ini sedang menaikan tingkat suku bunga untuk menahan laju inflasi yang berlebihan.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menuturkan, keputusan BI tersebut layak diapresiasi. Namun dia juga menekankan agar respons yang diberikan atas kebijakan itu tidak ditanggapi secara berlebihan.
"BI tetap firm untuk tidak menaikkannya itu kita apresiasi. Menurut saya ini adalah sesuatu hal yang biasa, naik turun, dan kita tidak perlu merespons itu berlebihan. Karena itu membuat pasar makin bereaksi berlebihan," ujarnya saat dihubungi, Kamis (21/7).
Kepercayaan BI untuk menahan tingkat suku bunga acuan juga menurutnya mencerminkan optimisme bank sentral, pemerintah, dan dunia usaha terhadap perekonomian nasional. Alih-alih latah ikut menaikan suku bunga acuan, BI justru menunjukkan kepercayaan diri yang kuat.
Hariyadi menyampaikan, langkah BI itu juga mestinya diikuti oleh perbankan nasional. Dengan begitu dunia usaha dapat bergerak lebih leluasa dan juga akan berdampak pada peningkatan kredit.
"Kita harapkan juga adalah dari perbankan, karena BI tidak menaikan suku bunga, maka seharusnya perbankan juga memberikan respons yang positif. Jadi perbankan kami harap mengikuti BI, tidak menaikan suku bunga kredit," tuturnya.
Dunia usaha Indonesia, kata Hariyadi, meyakini prospek bisnis dalam beberapa waktu ke depan cukup benderang. Sebab, berbagai indikator perekonomian menunjukkan hal yang menjanjikan.
Salah satu peluang yang mestinya bisa dioptimalisasi adalah dari sisi perdagangan. Terlebih saat ini Indonesia telah menerapkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi dagang dengan Tiongkok dan Jepang.
Hal tersebut, menurut Hariyadi, harus dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku usaha Tanah Air. "Itu harus dimanfaatkan sebesar-sebesarnya, karena perdagangan dengan mereka itu sekarang menggunakan uang lokal, apakah itu rupiah, yuan maupun yen," jelasnya.
Sedangkan dari dalam negeri, Indonesia harus bisa mengoptimalkan pasar yang besar melalui substitusi impor. Pasalnya pertumbuhan ekonomi Indonesia sejauh ini didominasi oleh kontribusi konsumsi rumah tangga.
"Sebisa mungkin pasar-pasar yang diisi oleh barang-barang impor sebisa mungkin sekarang harus dilakukan pengisian oleh barang lokal. Tapi itu bukan berarti ekspor berhenti, harus tetap jalan, karena sekarang ekspor kita sedang tinggi-tingginya meski didominasi oleh komoditas," pungkasnya. (OL-8)
NASIB petani singkong di berbagai wilayah Indonesia menghadapi tantangan berat akibat harga jual di tingkat petani anjlok.
Ketiga harga INI akan dipublikasikan sebagai rata-rata penilaian independen masing-masing produk oleh Argus dan PT IKI.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Budi Santoso mengatakan, nilai ini meningkat sebesar US$34,40 atau 3,83 persen dari periode 1–15 April 2023 yang tercatat US$898,29/MT.
Salah satu alasan yang membuat BI tak akan agresif ialah eratnya kerja sama antara kebijakan fiskal dan moneter yang terjalin di Indonesia.
BANK Indonesia (BI) dinilai perlu kembali menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4%. Ini diperlukan untuk menjaga ekspektasi dan mengendalikan inflasi
Penukarkan Uang Baru Melalui Mobil Keliling Bank Indonesia
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
SUVEI Konsumen yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada Februari 2026 menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional tetap kuat di tengah isu naiknya harga minyak dunia.
CPI bersama Bank Indonesia meluncurkan buku pedoman implementasi model bisnis UMKM berkelanjutan sebagai panduan mendorong ekonomi hijau dan akses pembiayaan ramah lingkungan.
GELIAT ekonomi syariah di Jawa Barat (Jabar) terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini tercermin dari kokohnya ekosistem industri halal di wilayah tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved