Rabu 15 Desember 2021, 19:15 WIB

Voucher Digital Makin Digemari 

Gana Buana | Ekonomi
Voucher Digital Makin Digemari 

DOK IST
Chief Operation Officer (COO) dan Co-Founder Ultra Voucher Riky Boy Permata.

 

TREN belanja online dalam siklus ekonomi digital terus meningkat sepanjang pandemi covid-19. Hal ini membuat perusahaan distributor voucher digital, PT Trimegah Karya Pratama Tbk (Ultra Voucher) pun membukukan pendapatan sebesar Rp 592,84 miliar atau meningkat 142% daripada periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY). 

Chief Operation Officer (COO) dan Co-Founder Ultra Voucher Riky Boy Permata mengatakan, capaian tersebut turut mendorong peningkatan pada laba usaha yang sangat signifikan. Sebelumnya, perusahaan merugi Rp1,01 miliar menjadi positif Rp19,36 miliar dan pencapaikan laba bersih yang semula merugi Rp 3,99 miliar menjadi positif Rp 4,90 miliar secara yoy.

“Kenaikan pendapatan ditopang oleh pertumbuhan di 4 kanal distribusi Perusahaan yaitu peningkatkan jumlah pelanggan B2B Korporasi, Reseller, pengguna aplikasi, dan pelanggan di e-commerce,” ungkap Ricky dalam sesi media gathering kemarin. 

Ricky mengatakan, kanal e-commerce memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar Rp254 miliar atau 42% dari total pendapatan. Kanal distribusi B2B berkontribusi sekitar 24%. Sementara kanal reseller 11,5% dan mobile apps 21,4%.

“Ultra Voucher memiliki 4 kanal distribusi utama, yaitu pelanggan B2B korporasi, reseller, pengguna aplikasi, dan pelanggan e-commerce,” jelas Ricky.

Baca juga: Koin DOGE Resmi Diperdagangkan di Platform Zipmex

Tidak hanya itu, PT Trimegah Karya Pratama Tbk resmi mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering dengan kode saham UVCR di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2021. Ultra Voucher melakukan pelepasan 500 juta lembar saham atau 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga saham saat IPO senilai Rp 100 per saham. Dengan begitu, Perseroan memperoleh dana sebesar Rp 50 miliar.

“Sejak IPO, harga saham UVCR terus naik, bahkan sempat menyentuh level tertinggi Rp 705 pada per tengahan September 2021, harga ini 7x lipat dari harga saat IPO,” lanjut dia.

Ke depan, rencananya perusahaan akan terus berekspansi ke Asia Tenggara (ASEAN) di Menurut dia, peluang untuk masuk ke pasar negara maju cukup besar, mengingat Ultra Voucher juga sudah bekerjasama dengan beberapa brand global. 

“Sebenarnya kita sudah (kerja sama) dengan beberapa klien dari negara Singapura, Malaysia, dan sebagainya. Namun, mungkin negara pertama yang akan kita masuk tidak terlalu maju (negara berkembang),” tandas dia. (R-3)

Baca Juga

Antara

Temui Moeldoko, Petani Sawit Keluhkan Harga TBS yang Masih Anjlok

👤Indriyani Astuti 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 14:22 WIB
Menurut Apkasindo, penyebab anjloknya harga TBS karena besarnya pajak ekspor. Seperti, bea keluar, domestic market obligation (DMO),...
MI/HO

Investasi Total Rp11 Triliun, Kepala BP Batam Teken Komitmen Pengembangan Batam Sisi Darat, Laut dan Udara

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 11:47 WIB
Penandatangan serah terima dilakukan oleh Kepala BP Batam Muhammad Rudi dengan Direktur Utama Pelaksana Badan Usaha Pelaksana PT BIB Pikri...
MI/ Abdillah M Marzuqi

Inkoppas Apresiasi Sikap Mendag

👤Abdillah M Marzuqj 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 11:31 WIB
Inkoppas berharap Kemendag serius dalam upaya menurunkan harga minyak goreng dan bahan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya