Jumat 03 Desember 2021, 06:40 WIB

Harga Emas Turun 21,60 dolar Terendah Selama 7 Pekan

Muhamad Fauzi | Ekonomi
Harga Emas Turun 21,60 dolar Terendah Selama 7 Pekan

Ant/Yusuf Nugroho
Ilustrasi: emas

 

EMAS berjangka merosot tajam pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (3/12), menandai penyelesaian terendah sejak pertengahan Oktober setelah gagal menemukan dukungan dari ketidakpastian seputar varian virus korona Omicron saat indeks-indeks utama saham AS menguat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, anjlok 21,60 dolar AS atau 1,2 persen, menjadi ditutup di 1.762,70 dolar AS per ounce, merupakan penyelesaian terendah untuk kontrak teraktif sejak 12 Oktober.

Sehari sebelumnya, Rabu (1/12/2021), emas berjangka terangkat 7,8 dolar AS atau 0,44 persen menjadi 1.784,30 dolar AS, setelah jatuh 8,7 dolar AS atau 0,49 persen menjadi 1.776,50 dolar AS pada Selasa (30/11/2021), dan melemah 2,90 dolar AS atau 0,16 persen menjadi 1.785,20 dolar AS pada Senin (29/11/2021).

Permintaan safe haven awal untuk logam mulia yang disebabkan oleh kekhawatiran atas varian baru Omicron COVID-19 terbukti berumur pendek. "Ketakutan Omicron agak mereda akhir pekan ini dan itu mengembalikan selera risiko ke pasar," menurut analis senior Jim Wyckoff dari Kitco Metals.

Investor juga memperhatikan tanda-tanda kecenderungan hawkish dalam kebijakan moneter AS yang dapat mengendalikan kenaikan harga konsumen di masa depan.

"Pergeseran kebijakan Fed dan pernyataan bahwa ketakutan inflasi akan berkurang telah membuat investor merasa kurang yakin emas akan bullish," kata Jim Wyckoff, menunjuk ke penurunan harga minyak mentah yang mungkin menunjukkan penurunan tekanan inflasi juga.

Emas tampaknya mengambil isyarat dari peningkatan spekulasi bahwa kenaikan suku bunga lebih awal -- diterjemahkan ke dalam peluang kerugian yang lebih tinggi dari memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil -- akan mengekang inflasi di masa depan, meratakan kurva imbal hasil.

Sementara kenaikan di pasar saham mungkin menunjukkan peningkatan selera terhadap risiko, volatilitas lebih lanjut dalam ekuitas, terutama di tengah ketidakpastian yang berkepanjangan atas varian virus corona Omicron, mungkin menempatkan harga safe-haven emas di bawah tekanan, Wyckoff menambahkan.

Meskipun Wall Street rebound didorong oleh saham keuangan, meningkatnya kasus varian virus secara global terus mendorong volatilitas di seluruh pasar.

Prospek tapering yang lebih cepat dapat membatasi kenaikan emas serta meningkatkan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah, lebih lanjut memperlemah daya tarik emas, kata Michael Hewson, kepala analis pasar di CMC Markets.

Menambah retorika, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan kepada konferensi Reuters Next adalah tugas Fed untuk memastikan bahwa laju inflasi tinggi saat ini tidak berkembang menjadi "spiral harga-upah" yang merusak dan bertahan lama seperti pada 1970-an. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Terima SPPT SNI, Mitra Binaan Pupuk Kaltim Siap Bersaing Secara Global 

Baca Juga

Dok.CSAP

CSAP Ekspansi, Buka Mitra10 di Pekan Baru

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 21 Januari 2022, 08:56 WIB
Ekspansi yang agresif merupakan strategi CSAP untuk meningkatkan pendapatan dan margin keuntungan dan sekaligus untuk menguasai pangsa...
MI/heri susetyo

Insentif PPN Properti dan Otomotif Incar Dana Kelas Menengah Atas

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 21 Januari 2022, 07:25 WIB
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan logika dari kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tersebut...
Antara/Indrianto Eko Suwarso

PLN Beberkan Sejumlah Masalah dalam Perdagangan Emisi Karbon 

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 20 Januari 2022, 22:58 WIB
"Oleh karena itu, ketentuan mengenai mekanisme implementasi cap, trade and tax dibutuhkan sebagai rujukan bagi PLN sebagai persiapan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya