Senin 29 November 2021, 17:12 WIB

Proyek Penangkap Karbon Senilai Rp43 T akan Dibangun, Ini Bocorannya

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
 Proyek Penangkap Karbon Senilai Rp43 T akan Dibangun, Ini Bocorannya

MI/INSI NANTIKA JELITA
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (kiri) dan Presiden BP Indonesia Nader Zaki tanda tangani proyek CCUS, di Nusa Dua, Bali, Senin (29/11).

 

SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama perusahaan minyak bumi bermarkas di London, British Petroleum (BP) menandatangani proyek penangkapan dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture Utilization Storage (CCUS).

Proyek penangkapan karbon ini digadang menjadi yang pertama di Indonesia. 

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman menuturkan, proyek yang dinamai CCUS Vorwata ini bisa menginjeksikan CO2 ke reservoir Vorwata untuk mengurangi sebagian besar emisi karbon dan bisa menambahkan produksi gas melalui enhanced gas recovery (EGR).

"Proyek ini totalnya kira-kira US$3 miliar (sekitar Rp43 triliun). Penangkapan karbon ini dari Vorwata porsinya sekitar 10%. Detailnya masih dikaji," ungkapnya dalam 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 (IOG 2021), Nusa Dua, Bali, Senin (29/11).

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyatakan, pihaknya akan mempercepat proses perizinan kedepannya.

"'Karena ketahui di samping masalah keekonomian, masalah proses perizinan kita akan upayakan percepat. Kita punya one door service policy, SKK Migas akan turun tangan untuk mengurus ini," tegasnya.

Baca juga: Pemerintah Tawarkan 8 Blok Migas dalam Lelang Tahap II 2021

Sementara, Presiden BP Indonesia Nader Zaki menuturkan, proyek ini menjadi salah satu persetujuan POD tercepat dalam sejarah, karena dalam urutan waktu untuk seluruh diskusi, hanya memakan kurang dari 7 hari sejak penyerahan dokumen hingga persetujuan.

"Saya katakan ini adalah program EGR-CCUS pertama di Indonesia. Rencana ini akan melihat kapasitas 4 MT pertahun CO2 disuntikkan kembali ke reservoir dan total CO2 hingga 25 metrik ton pada 2035," sebutnya.

Melalui mekanisme EGR dengan menyerap CO2, juga dikatakan berpotensi meningkatkan cadangan gas menjadi 300 miliar kaki kubik atau billion cubic feet (bcf) dan 520 bcf di 2045.

Adapun, Front-End Engineering and Design (FEED) untuk Vorwata CCUS akan dimulai pada tahun depan dan ditargetkan penyelesaian pekerjaan proyek pada 2026-2027. (A-2)

 

Baca Juga

ANTARA/SIGID KURNIAWAN

Indonesia Pimpin Pembahasan Isu Digital di G20

👤 Fetry Wuryasti 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:59 WIB
Dalam konteks digital, pandemi telah mengakselerasi perekonomian beralih ke digital. Namun dalam praktiknya, menunjukkan digital melebarkan...
DOK Sinar Mas Land.

Sinar Mas Land Wujudkan Ketahanan Pangan melalui Pemberdayaan Masyarakat Rumpin

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 26 Januari 2022, 16:56 WIB
Program yang mengintegrasikan aspek lingkungan dan ekonomi masyarakat itu akan terus dikembangkan guna mendukung budi daya pertanian yang...
DOK Humas Kemenko Polhukam.

Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Mudahkan Kerja Satgas BLBI

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 26 Januari 2022, 16:45 WIB
Melalui kesepakatan itu kedua negara mengekstradisi setiap orang yang dicari oleh masing-masing negara untuk melaksanakan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya