Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama perusahaan minyak bumi bermarkas di London, British Petroleum (BP) menandatangani proyek penangkapan dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture Utilization Storage (CCUS).
Proyek penangkapan karbon ini digadang menjadi yang pertama di Indonesia.
Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman menuturkan, proyek yang dinamai CCUS Vorwata ini bisa menginjeksikan CO2 ke reservoir Vorwata untuk mengurangi sebagian besar emisi karbon dan bisa menambahkan produksi gas melalui enhanced gas recovery (EGR).
"Proyek ini totalnya kira-kira US$3 miliar (sekitar Rp43 triliun). Penangkapan karbon ini dari Vorwata porsinya sekitar 10%. Detailnya masih dikaji," ungkapnya dalam 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 (IOG 2021), Nusa Dua, Bali, Senin (29/11).
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyatakan, pihaknya akan mempercepat proses perizinan kedepannya.
"'Karena ketahui di samping masalah keekonomian, masalah proses perizinan kita akan upayakan percepat. Kita punya one door service policy, SKK Migas akan turun tangan untuk mengurus ini," tegasnya.
Baca juga: Pemerintah Tawarkan 8 Blok Migas dalam Lelang Tahap II 2021
Sementara, Presiden BP Indonesia Nader Zaki menuturkan, proyek ini menjadi salah satu persetujuan POD tercepat dalam sejarah, karena dalam urutan waktu untuk seluruh diskusi, hanya memakan kurang dari 7 hari sejak penyerahan dokumen hingga persetujuan.
"Saya katakan ini adalah program EGR-CCUS pertama di Indonesia. Rencana ini akan melihat kapasitas 4 MT pertahun CO2 disuntikkan kembali ke reservoir dan total CO2 hingga 25 metrik ton pada 2035," sebutnya.
Melalui mekanisme EGR dengan menyerap CO2, juga dikatakan berpotensi meningkatkan cadangan gas menjadi 300 miliar kaki kubik atau billion cubic feet (bcf) dan 520 bcf di 2045.
Adapun, Front-End Engineering and Design (FEED) untuk Vorwata CCUS akan dimulai pada tahun depan dan ditargetkan penyelesaian pekerjaan proyek pada 2026-2027. (A-2)
Industri minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca.
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
INSTITUTE for Essential Services Reform (IESR) menyoroti capaian rata-rata lifting minyak bumi (termasuk Natural Gas Liquid/NGL) pada 2025 sebesar 605,3 ribu barrel per hari.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang delapan blok migas.
Komitmen PHE OSES dalam menurunkan emisi dari sektor hulu migas kembali memperoleh pengakuan nasional.
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
PERMINTAAN global terhadap praktik produksi berkelanjutan terus meningkat. Karenanya, instalasi panel surya dipasang pada pabrik Aneka Rimba Indonusa di Gresik, Jawa Timur.
Komitmen PHE OSES dalam menurunkan emisi dari sektor hulu migas kembali memperoleh pengakuan nasional.
TENAGA surya menjadi pilihan energi alternatif untuk mengurangi emisi karbon penyebab perubahan iklim. Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) salah satu pilihan terbaik.
Laporan Land Gap 2025 mengungkap banyak negara masih mengandalkan hutan dan lahan untuk memenuhi target iklim, alih-alih memangkas emisi fosil secara cepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved