Jumat 26 November 2021, 16:36 WIB

Telan Hampir Rp2 Triliun, Bendungan Cipanas Rampung pada 2023

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Telan Hampir Rp2 Triliun, Bendungan Cipanas Rampung pada 2023

Antara/Raisan Al Farisi.
Suasana terowongan air proyek Bendungan Cipanas di Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) tengah mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Cipanas di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Biaya pembangunan bendungan ini sebesar Rp1,92 triliun bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Saat ini konstruksi Bendungan Cipanas telah mencapai 70,06 % dan ditargetkan sesuai kontrak akan rampung pada 2023.

"Bendungan dan jaringan irigasinya dibangun dengan biaya besar. Oleh karena itu pastikan kualitas pekerjaannya baik sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengairi sawah-sawah milik petani," kata Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono dalam keterangannya, Jumat (26/11).

Bendungan ini diharapkan dapat menopang kebutuhan air bagi irigasi pertanian di Kabupaten Sumedang dan Indramayu seluas 9.273 hektare. Bendungan Cipanas dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk- Cisanggarung merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun sejak 2017. 

Bendungan yang memiliki daya tampung 250,81 juta m3 ini ditargetkan dapat mengairi jaringan irigasi seluas 9.273 hektare untuk lahan pertanian di Kabupaten Indramayu. Suplai air irigasi dari Bendungan Cipanas ini, diungkapkan Basuki, dapat membantu petani meningkatkan intensitas tanamnya jika dibandingkan dengan metode tadah hujan yang hanya menghasilkan satu kali panen dalam setahun.

Bendungan ini merupakan tipe urugan batu inti tegak yang dilengkapi dengan terowongan pengelak sepanjang 452 meter. Sumber air berasal dari Sungai Cipanas yang merupakan bagian dari Satuan Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung dengan luas lahan dibutuhkan seluas 1.730 hektare.

Baca juga: BI Fast Bakal Memperkuat Sistem Ekonomi Digital

Bendungan ini juga memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan air baku dengan kapasitas sebesar 850 liter per detik dan berpotensi menjadi sumber Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) sebesar 3 megawatt (MW). Proyek ini dilaksanakan dengan dua paket konstruksi. (OL-14)

Baca Juga

Ist

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, PStore Komit Penuhi Kepuasan Konsumen

👤Widhoroso 🕔Senin 06 Desember 2021, 00:30 WIB
KENYAMANAN konsumen menjadi salah satu hal yang harus dipenuhi setiap perusahaan untuk bisa tetap bertahan dalam...
DOK Pribadi.

Merek Lokal Queensland Luncurkan Koleksi Terbaru

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:09 WIB
Koleksi tersebut dapat ditemukan dan dibeli di toko offline yang tersebar luas di seluruh Indonesia dan tersedia pada online store yang...
Dok. Nippon Paint

Ekspansi Bisnis ke sektor Konstruksi, Nippon Paint Akuisisi Selleys dan Vital Technical

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 05 Desember 2021, 22:10 WIB
akuisisi itu didasari potensi pasar retail SAFL dapat mencapai Rp6 Triliun per tahun berdasarkan penelitian pasar yang dilakukan secara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya