Kamis 25 November 2021, 13:55 WIB

Pandemi Covid-19 Tingkatkan Permintaan Pertanian Organik

Muhamad Fauzi | Ekonomi
Pandemi Covid-19 Tingkatkan Permintaan Pertanian Organik

dok.tangkapan layar
4th Organic Asia Congress yang buka Kamis (25/11), di Jakarta secara virtual, acara berlangsung hingga 27 November.

 

PANDEMI COVID-19 menyebabkan perubahan mendadak dalam semua kehidupan saat ini. Terjadi pergeseran kebiasaan konsumen. Mereka lebih menyukai belanja bahan pangan secara daring dan dampaknya pengiriman bahan makanan mengalami peningkatan tajam. Banyak keluarga mulai memilih bahan pangan sehat, bahan-bahan pokok lainnya yang berlabel organik. Tujuannya, menyediakan bahan makanan berkualitas tinggi dan sehat untuk keluarga.

Di Amerika Serikat, penjualan pangan dan non pangan organik  melonjak ke level tertinggi di tahun  2020. Peningkatannya mencapai 12,4 % menjadi USD 61,9 miliar. Menurut Survei Industri Organik 2021 yang dirilis Organic Trade Asosiation (OTA), reputasi organik naik luar biasa, hingga disebut sebagai pertumbuhan yang dramatis. Data OTA mencatat, penjualan makanan organik di Amerika Serikat pada 2020 naik 12,8 % dengan nilai total USD  56,4 miliar. Nilai itu merupakan peningkatan dan rekor tertinggi penjualan bahan makanan organik yang pernah terjadi.

Penjualan produk organik segar, beku, kaleng, dan produk kering organik mencapai USD 20,4 miliar. Lebih dari 15 % buah dan sayuran yang dijual di negara ini sekarang adalah organik. Bahan lain yang juga meningkat yaitu tepung organik, makanan panggang organik, saus dan rempah-rempah, daging sapi, unggas, ikan berlabel organik. Lonjakan yang tajam terjadi pada tepung organik dan makanan panggang sebesar 30%; bumbu 31%; rempah-rempah 51 %; serta daging sapi, unggas dan ikan organik naik 25%.

Hal ini mengemuka dalam 4th Organic Asia Congress yang buka Kamis (25/11), di Jakarta secara virtual. Pembukaan dihadiri oleh Menteri Pertanian RI, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Walikota Tebing Tinggi, Bupati Kabupaten Ngada, Walikota Semarang, Presiden IFOAM Organic Asia,  Presiden IFOAM Organic Internasional, Presiden AOI, Presiden ALGOA & GAOD, Duta ALGOA, Pimpinan Yayasan Kehati, dan Pimpinan Trubus Bina Swadaya.  Acara ini berlasung mulai tanggal 22-27 November 2021.

Menurut Angela Jagiello, Director of Education & Insights dari Organic Trade Association, satu-satunya hal yang menghambat pertumbuhan di sektor makanan organik adalah pasokan yang sangat terbatas. Di semua kategori organik, pertumbuhan dibatasi oleh pasokan.

"Melihat tren dan pergeseran kesadaran untuk mengonsumsi bahan pangan organik, maka di masa depan kebutuhan produk-produk berlabel organik menjadi sangat tinggi. Selain Amerika Serikat, negara-negara di Eropa dan Asia juga merupakan konsumen beragam produk organik. Dengan demikian potensi bahan makanan dan minuman organik menjadi sangat berprospek untuk dikembangkan secara besar-besaran," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, 4th Organic Asia Congress (OAC) merupakan acara rutin  diselenggarakan oleh International Federation Organic Asia Movement (IFOAM) Asia. Gelaran ini ditujukan untuk mendorong semua pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan dan memperkuat strategi pembangunan pertanian organik di Asia.

Pada penyelenggaraan ke-empat, Organic Asia Congress mengusung tema “Asia Organic For A Healthier Planet!”. Hal ini menekankan pentingnya pertanian organik pada saat dan paska pandemic Covid 19. Terdapat dua acara utama, yaitu Organic Youth Forum dan Organic Asia Congress, serta dua acara pendukung yakni peluncuran “ALGOA (Asian Local Government for Organic Agriculture) Indonesia Forum” dan “Women on Organic Agriculture in Asia (WOAA)”. Untuk kongres OAC yang diselenggarakan pada 25-27 November 2021, akan mengundang 33 pembicara dari luar negeri dan 15 pembicara dari dalam negeri. Untuk registrasi, kunjungi bit.ly/4thOrganicsAsia Congress.

Untuk tema-tema sesi kongres, adalah : Pertanian Organik dan Inklusivitas Sosial; Kebijakan Daerah untuk mempromosikan Pertanian Organik; Peran Pertanian Organik untuk Revitalisasi Desa; Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Pengelolaan Sumber Daya Alam dengan SIstem Pertanian Organik; Pertanian Organik di Indonesia; Tren Baru di Pertanian Organik; Studi Terakhir Beras Organik; Inovasi di Pertanian Organik; Adaptasi Pertanian Organik dan Perubahan Iklim; Praktik-praktik Terbaik Pertanian Organik; Pertanian Organik dan Sektor Non Pangan; Pengembangan ekspor Produk Organik Indonesia. Informasi lebih lengkap bisa didapatkan di website : www.organicasia.id. (OL-13)

Baca Juga: Kementan Siapkan Strategi Program Aksi demi Memajukan Dunia Pertanian

Baca Juga

AFP.

Perusahaan Saudi dan Oman Sepakati Kerja Sama Rp431 Triliun

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 19:54 WIB
Tur Pangeran Mohammed bertepatan dengan kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Doha pada...
Dok.BNI

Didukung BNI, Garuda Tawarkan Diskon Tiket Penerbangan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 07 Desember 2021, 19:45 WIB
Diskon tiket  ditujukan untuk periode perjalanan yang berlangsung dari 15 Desember 2021 hingga 22 November...
Antara/Feny Selly

PPKM Level 3 Dibatalkan, Ekonom : Masyarakat Makin Pede Belanja 

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 07 Desember 2021, 19:26 WIB
Bhima menyebut, sektor yang berkaitan dengan retail, perdagangan grosir, transportasi dan pendukung pariwisata diperkirakan bisa membukukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya