Selasa 23 November 2021, 13:33 WIB

Operasikan LRT Tanpa Masinis, KAI Siapkan Train Attendant

Putri Anisa Yuliani | Ekonomi
Operasikan LRT Tanpa Masinis, KAI Siapkan Train Attendant

ANTARA
Ilustrasi - PT KAI

 

LRT Jabodebek yang ditargetkan beroperasi pada Agustus 2022 akan menggunakan sistem kendali kereta berbasis komunikasi (CBTC : Communication Base Train Control) dengan Grade of Automation (GoA) tingkat 3, dimana kereta beroperasi secara otomatis tanpa masinis. PT Kereta Api Indonesia (Persero) selaku operator LRT Jabodebek kini tengah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal untuk memastikan pelayanan, keselamatan dan keamanan selama dalam perjalanan tetap terjaga.

Baca juga: Menkeu: Pemerintah Siapkan Rp414 triliun untuk Program PEN 2022

“Meski LRT Jabodebek akan beroperasi tanpa masinis, nantinya terdapat 2 orang petugas pada setiap rangkaian LRT Jabodebek yaitu 1 orang Train Attendant dan 1 orang Security,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, Selasa (23/11).

Train Attendant bertugas untuk memastikan segala sesuatu terkait LRT Jabodebek berjalan normal, memberikan informasi kepada pelanggan, serta memberikan pelayanan kepada pelanggan. 

Train Attendant selalu mobile di dalam kereta dan tidak mengoperasikan sarananya dalam operasi normal. Hal tersebut dikarenakan, pengoperasian LRT Jabodebek dilakukan secara otomatis dari Operation Control Center (OCC) / Backup OCC secara terpusat. 

“Pada saat terjadi gangguan, Train Attendant bertugas untuk mengemudikan dengan kecepatan terbatas dan membuka-tutup pintu LRT Jabodebek,” ujar Joni.

KAI saat ini sedang menyiapkan 123 orang Train Attendant untuk bertugas di 27 rangkaian kereta LRT Jabodebek (4 cadangan). Berbeda dengan masinis, petugas Train Attendant juga harus mampu berbahasa Inggris karena selama perjalanan petugas Train Attendant berinteraksi langsung dengan para pelanggan.

Guna menjamin kualitas Train Attendant LRT Jabodebek, kualifikasi petugas Train Attendant tetap mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 4 Tahun 2017 tentang Sertifikasi Kecakapan Awak Sarana Perkeretaapian. Sesuai Peraturan Menteri tersebut, syarat Train Attendant di antaranya harus sehat jasmani dan rohani serta tidak buta warna.

Baca juga: PT Timah Klaim Telah Mereklamasi 15.682 Hektare Bekas Tambang Timah

Sebelum dapat bertugas, para Train Attendant akan mendapatkan pelatihan selama 2,5 bulan di Balai Pelatihan Teknik Perkeretaapian (BPTP) Sofyan Hadi Bekasi. Jika telah menyelesaikan pelatihan dan lulus uji kecakapan, maka petugas Train Attendant akan mendapatkan sertifikat kecakapan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

“Melalui persiapan yang matang untuk para petugas LRT Jabodebek, diharapkan mampu memberikan pelayanan maksimal bagi pelanggan untuk merasakan transportasi perkeretaapian urban yang paling maju di kawasan Ibu Kota,” tutup Joni. (OL-6)

Baca Juga

Ist/Kemenperin

Indonesia Jadi Basis Produksi dan Ekspor Hub Industri Otomotif Jerman

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 09:29 WIB
Pemerintah mendorong agar Mercedes Benz dapat menjadikan Indonesia sebagai ekspor hub kendaraan bermotor, baik konvensional maupun...
Ist/Kementan

Kementan Tingkatkan Hubungan Bilateral Perdagangan Pertanian dengan Serbia

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 09:13 WIB
Dirjen Hortikultura, Kementan, Prihasto Setyanto menyampaikan bahwa potensi pasar pertanian Serbia terbuka bagi produk pertanian...
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Realisasi BPUM 2021 Sudah Mencapai 100 Persen Di Tahun Ini

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 29 November 2021, 09:00 WIB
BPUM merupakan salah satu program yang dicanangkan pemerintah dalam rangka penanggulangan ekonomi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya