Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, isu transisi energi akan dibawa ke dalam pembahasan utama pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 2022 di Bali. Kepala Negara berharap dalam konferensi tingkat internasional, skenario transisi energi nasional dibahas secara lebih jelas.
Dia pun meminta jajaran menteri kabinetnya untuk mendetailkan skenario transisi energi di Indonesia agar dapat berjalan baik dan terukur. Ini diutarakan Jokowi saat pembukaan Indonesia Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) ConEx ke-10 tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/11). “Saya minta masukan dan kalkulasi yang detail, angka-angka kenaikannya berapa, gap yang harus dibayar berapa untuk Indonesia saja, syukur bisa dirumuskan. Ini yang kita harapkan agar saya bisa sampaikan nanti di G20 di Bali tahun depan,” ucap Presiden dilansir laman resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (23/11).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, Indonesia memiliki 4.400 sungai yang besar maupun sedang yang dapat digunakan sebagai tenaga listrik dari hidro power. Di Indonesia, lanjutnya, memiliki kekuatan yang besar mengenai renewable energy atau energi baru terbarukan (EBT). "Ini sangat besar, ada 418 Gigawatt (GW), baik itu dari hydropower, geothermal, bayu, solar panel, biofuel, arus bawah laut, dan yang lain-lainnya,” kata Presiden.
Namun, potensi tersebut juga harus diikuti dengan skenario yang baik untuk masuk ke transisi energi. Menurut Jokowi, upaya ini perlu dipersiapkan peta jalan yang jelas seperti pendanaan maupun investasi. “Pertanyaannya, skenarionya seperti apa sekarang kita? Itu yang saya tugaskan kepada Pak Menko Maritim dan Investasi dan juga pada Pak Menteri ESDM, plus Menteri BUMN. Yang konkret-konkret saja, tapi kalkulasinya yang riil," pungkasnya.
Hadir dalam acara tersebut yaitu Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, dan lainnya. (OL-12)
INDONESIA terus mendorong percepatan transisi menuju energi bersih seiring besarnya potensi energi baru terbarukan (EBT) yang dimiliki.
Potensi tersebut menjadi salah satu kekuatan Indonesia dalam menghadapi situasi dunia yang penuh ketidakpastian dan krisis.
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalin kerja sama strategis dengan PT Borneo Indobara (BIB) melalui penandatanganan perjanjian jual beli REC.
Sepanjang tahun 2025, NBRI mencatat sejumlah capaian strategis, antara lain penguatan kapasitas SDM nasional melalui program pelatihan, Battery School, dan industrial training.
KOMISI XII DPR meminta pemerintah memastikan bahwa rencana pembangunan 50 pembangkit listrik berbasis sampah tidak berujung mangkrak karena persoalan biaya.
Penghematan energi dapat dicapai dengan menekan energi yang terbuang dari tiga faktor utama: gaya mengemudi, kondisi kendaraan, dan beban muatan.
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi.
sistem energi Indonesia memiliki ketahanan yang cukup kuat untuk menghadapi dinamika global, termasuk potensi gejolak harga minyak dunia akibat gejolak geopolitik konflik di timur tengah
Penurunan produksi di tiga negara pertama sekitar seperlima dari total produksi Januari mereka, dan di Irak mencapai 70%, menurut laporan tersebut.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo menegaskan pentingnya kesiapan sektor energi dan transportasi darat pada periode arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengandalkan skema konsorsium asuransi untuk melindungi aset-aset migas nasional yang bernilai besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved