Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat dari berbagai lini. Sebagian besar para pelaku bisnis warung, mulai dari warung makan hingga warung sembako pun mengalami dampak yang signifikan. Namun, tak sedikit dari mereka yang menolak mati dan memilih untuk bangkit kembali berjaya.
Semangat inilah yang menjadikan mereka pantas disebut pahlawan ekonomi di tengah pandemi. Meski tanpa tanda jasa atau seremonial penghormatan, mereka berhasil tetap menggerakkan roda ekonomi bangsa, menahan laju resesi agar tidak jatuh lebih dalam lagi.
Tepat tanggal 10 November ini, sebagai wujud apresiasi bagi pahlawan ekonomi bangsa, Aplikasi RumaTani hadir untuk melayani dan melengkapi kebutuhan suplai bahan baku dengan harga dan kualitas yang sebanding.
“Momentum hari pahlawan ini memang kami pilih untuk mengapresiasi rekan-rekan warung di seluruh Indonesia, sebagai pahlawan ekonomi. Kami, RumaTani hadir sebagai platform e-grocery bagi B2B khususnya warung-warung untuk memenuhi suplai bahan baku terbaik, sehingga dapat kembali bangkit dan berjaya,” ungkap Edwin.
Rahmat selaku CEO RumaTani saat memberikan penjelasan pada acara peluncuran aplikasi RumaTani di Oemik Ika Resto, Jakarta Selatan. Tidak tanggung-tanggung, RumaTani juga langsung melebarkan layanannya hingga ke 4 wilayah di Indonesia. Jakarta, Depok, Tangerang Selatan dan Bekasi, kini sudah bisa menikmati lebih dari 200 produk pilihan dan juga gratis biaya pengiriman.
Gayung bersambut, Kowantara dengan 10.000 warung yang menjadi anggotanya siap bergabung, bersama menggerakan kembali roda ekonomi mikro di Indonesia. "Alhamdulillah, memang kerja sama dengan RumaTani ini sudah berlangsung cukup lama dan baik, di mulai dari aksi Jumat Nikmat berbagi nasi box untuk masyarakat hingga support pelayanan bahan baku dengan harga yang bisa dibilang baik untuk anggota kami," ujar Mukroni, Ketua Kowantara Pusat.
Mukroni juga menambahkan bahwa dengan adanya aplikasi RumaTani ini dapat memudahkan setiap warung untuk memenuhi kebutuhan bahan bakunya tanpa harus khawatir dengan kualitas, harga dan distribusi karena RumaTani memberikan kepastian dengan pelayanan yang optimal.
Apresiasi juga datang dari artis yang juga pebisnis, Teuku Wisnu. “Sebagai seorang pelaku usaha, saya sangat mengapresiasi hadirnya RumaTani untuk mendukung dan memajukan pelaku usaha UMKM khususnya warung-warung di Indonesia. Apalagi kini telah hadir aplikasi RumaTani yang memberi banyak manfaat kepada para pelaku usaha UMKM di Indonesia”.
Dia juga mengungkapkan apresiasinya dengan berterima kasih kepada para pelaku UMKM yang sampai detik ini masih semangat berjuang untuk terus maju. “Buat teman-teman warung, tetap semangat! Ingat, tidak hanya kalian yang terdampak. Saya pun turut merasakannya. Tapi, perlu diingat kalau kita tetap ikhtiar, In shaa Allah, Allah akan bukakan jalan untuk kita semua.”
Bagi Anda pemilik warung dan UMKM, kini Aplikasi RumaTani bisa anda unduh di google play store dan nikmati beragam layanan serta bahan baku berkualitas untuk menunjang bisnis Anda. (OL-12)
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama Bank BPD Bali I.
Pemerintah menegaskan terus mendorong pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen utama meningkatkan daya saing UMKM.
Kemenko PM kembali menggelar Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026 pada 6–8 Maret di GBK Senayan, Jakarta.
mendukung gagasan agar Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) dikembangkan dan dikuatkan untuk menghidupkan perekonomian rakyat yang riil.
Konsisten memperkuat pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan kinerja positif melalui pertumbuhan kredit yang solid.
PULUHAN pelaku usaha kecil mengikuti pelatihan pembuatan produk inovatif dalam Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026 di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Pasokan sering kosong karena tidak adanya panen di sejumlah sentra pertanian akibat intensitas hujan tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved