Jumat 22 Oktober 2021, 20:29 WIB

AFPI : Google hingga Perbankan Harus Tutup Akses Pinjol Ilegal 

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
AFPI : Google hingga Perbankan Harus Tutup Akses Pinjol Ilegal 

Antara/Raisan Al-Farisis
Pengungkapan pinjol ilegal oleh Polda Jabar

 

ASOSIASIi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) meminta perusahaan teknologi raksasa Google, Lalu perbankan, dan penyelenggara payment gateway untuk menutup aksesnya ke pinjaman online (pinjol) ilegal. 

Ketua Umum AFPI Adrian Asharyanto Gunadi menegaskan, pihaknya sudah berkolaborasi dengan aparat kepolisian, Otoritas Jasa Keuangan dan Satgas Waspada Investasi untuk menindak tegas seperti penutupan dan pemblokiran aplikasi pinjol ilegal tersebut. 

"Kami berharap infrastruktur teknologi seperti payment gateway, Google Indonesia dan perbankan bisa membatasi ruang gerak pinjol ilegal," kata dia dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/10). 

Para oknum pinjol ini, ungkap Adrian, juga gunakan akses perbankan dan Google dalam melancarkan aksinya selama ini. 

"Ini butuh awareness (kesadaran) dan dukungan banyak pihak supaya pemberantasn pinjol ilegal ini efektif, karena infrastruktur teknologi tersebut jadi kunci," sebutnya. 

Baca juga : Marak Pinjol Ilegal, AFPI Sepakat Pangkas Bunga Pinjaman 50% 

Sekretaris Jenderal AFPI Sunu Widyatmoko mendesak agar Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) No. 5/2020 Tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat dioptimalkan. 

Aturan itu meminta penyelenggara sistem elektronik yang terdaftar saja yang boleh menyelenggarakan praktik penyaluran pinjaman kepada masyarakat. 

"Ini untuk memutus rantai praktik pinjol ilegal. Kami sangat berharap Permenkominfo bisa ampuh memberantas fintech ilegal," harapnya. 

Menurut data AFPI sepanjang tahun ini, ditemukan 3.747 pengaduan masyarakat atas pinjol illegal, dimana sebagian besar jenis pengaduan adalah kasus penagihan yang tidak beretika. 

Asosiasi itu menilai maraknya pinjol illegal saat ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti, kemudahan dalam membuat aplikasi atau situs, literasi yang rendah dari masyarakat dalam mengakses layanan keuangan. Kemudian, minim melakukan pengecekan legalitas, mudah tergiur pinjaman cepat dan bernilai besar dan lainnya. (OL-7)

Baca Juga

Dok. Dreamstimes

Tiga Faktor ini Jadi Penyebab Timbulnya Fraud dalam Perusahaan 

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 08 Desember 2021, 22:19 WIB
Shenangigan keuangan didefinisikan sebagai tindakan atau pengabaian yang dirancang untuk menyembunyikan, distorsi kinerja atau kondisi...
Dok. Goldland Group

Hunian Multifungsi Jadi Incaran Keluarga Muda, Goldland Kembangkan Heritage Residence 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 08 Desember 2021, 22:16 WIB
Kebutuhan rumah, bekerja, bermain, dan bersantai dalam satu hunian, dikembangkan Goldland dalam desain tumah 3 lantai berkonfigurasi 4+1...
Dok. Pribadi

Ini Kelebihan Tinggal di Hunian Berkonsep TOD 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 08 Desember 2021, 22:12 WIB
Apartemen dekat stasiun kerap menjadi incaran banyak orang. Terlebih KRL telah menjangkau banyak kawasan, termasuk daerah penyangga ibu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya