Kamis 21 Oktober 2021, 21:50 WIB

Berawal dari Naik Gunung Hingga Jadi Pengusaha Muda

Thania Astavarie | Ekonomi
Berawal dari Naik Gunung Hingga Jadi Pengusaha Muda

Ist
Semampire

 

COVID-19 menimbulkan kerugian, tetapi ada pula para generasi muda yang berani untuk memulai berwirausaha. Namun, untuk menjadi pengusaha memerlukan strategi yang matang. Keadaan mendesak karena pandemi membuat Tommy Raharjo dan Dwi Budianto berani berwirausaha. Melihat lingkungan sekitarnya yang terpaksa kena imbas PHK, bahkan terkena pemotongan gaji secara sepihak, membuat mereka berpikir keras untuk mengantisipasi hal tersebut.

Tommy memanfaatkan mobil VW Combi yang ia miliki untuk membuat kedai kopi dengan konsep Coffee Truck, bekerja sama dengan Dwi yang berbakat dibidang kopi. Dua sahabat yang dekat dari hobi naik gunung itu mengakui memilih kopi karena terinspirasi dari kebiasannya, yaitu nongkrong di tempat kopi. 

Baca juga: Jokowi Resmikan Jembatan Sei Alalak Banjarmasin 

“Jauh sebelum ini, kami senang nongkrong di tempat kopi bersama teman-teman lainnya. Namun ketika closing itu biasanya diburu-buruin. Nah,  karena hal itu juga lahirlah konsep kedai kopi kami, yaitu ingin membuat tempat nongkrong yang berbeda, yang jam operasionalnya terserah pelanggan saja. Kami wujudkan lewat Semampire.” jelas Dwi, saat ditemui di samping Terminal Blok M, Jakarta Selatan (12/10).

“Kopi hanya pelengkap, tapi konsep Semampire ini adalah tempat nongkrong.” tambah Tommy.

Mereka menyadari bahwa banyak kebutuhan-kebutuhan lain untuk menjaga Semampire tetap eksis. “Tapi itu awalnya, semakin ke sini kebutuhan semakin banyak, akhirnya kami punya target setiap bulannya. Hal ini pun tidak disangka-sangka. Yang awalnya hanya coba-coba, namun pencapaian yang kami dapatkan saat ini di luar ekspektasi kami.” ujar Dwi.

“Alhamdulillah, dari yang awalnya hanya teman-teman, sekarang banyak yang tertarik datang ke sini. Terlebih lagi karena media sosial.” ucap Tommy.

Dua pengusaha muda ini memberikan arti dari nama Semampire yang mereka pilih. “Semampir kalau dari bahasa Jawa, artinya tersangkut. Jadi kami ingin pembeli akan balik ke sini. Nyangkut di sini.”  jelas Tommy.

Berpindah-pindah Tempat

Saat berbicara mengenai usaha, rasanya tak luput dari pungli dan premanisme. Hal itu pula yang dirasakan dua sahabat ini. Mereka bercerita, sebelum berada di samping Terminal Blok M, mereka berada di Kemang.

“Saat kami berada di Kemang, banyak gangguan yang menghambat perjalanan usaha kami. Seperti urusan toilet, parkiran, dan pungli-pungli, bahkan premanisme. Ada oknum preman yang meminta jatah 3 juta rupiah perbulannya hanya untuk lahan parkir. Hal itu cukup berat untuk kami, karena Kami-pun masih merintis. Akhirnya kami tolak secara baik-baik, namun pelanggan kami sempat tidak boleh parkir.” jelas Tommy.

“Perpindahan Kami ke Blok M cukup mempengaruhi pendapatan, serta harus memulai promosi dari awal lagi. Namun lewat media sosial, Kami sedikit terbantu. Apalagi dari Tiktok. Pernah saya tanya pelanggan yang datang, tau Semampire dari mana? Mereka jawab dari Tiktok.” lanjutnya.

“Kami tidak melakukan treatment khusus pada pelanggan, untuk strategi marketing-pun hanya posting dan repost biasa saja. Namun memang pelanggan yang datang mengakui suka dengan konsep kami.” ucap Dwi.

Saat ditanya apa harapan mereka untuk pihak terkait UMKM, mereka berharap jika pungli-pungli tidak ada lagi. “Harapan Kami sih nggak ada pungli, karena Kami-pun masih memutar modal.” ujar keduanya.

Ketika disinggung soal kuliah dan pekerjaan sebelumnya, Tommy mengaku meninggalkan kuliahnya demi membangun usahanya ini. Sedangkan Dwi mengaku awalnya berat meninggalkan pekerjaan lamanya karena beberapa alasan, tapi menurutnya, memiliki usaha sendiri menjadi tantangan yang menarik minatnya.

“Kami berdua anak rantau, namun sudah terbiasa mandiri di Jakarta. Jadi mau nggak mau kami berjuang dan saling menutupi kekurangan saja.” jelas Dwi.

Menurut mereka, sebelum memulai usaha, yakinlah dengan apa yang ingin dicapai, siap lelah dan siap meluangkan waktu.

“Yakin dengan apa yang ingin dicapai, siap capek, siap lelah, dan siap menghabiskan waktu dengan apa yang sedang dirintis.” lanjutnya.

“Nah buat kedepannya, 2 tahun lagi Kami target ingin melakukan Road Trip Coffee Truck. Ke luar kota, mampir ke kedai kopi lainnya, sekalian untuk promosi.” Tommy. (TA/OL-6)

 

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

Antara

OJK Siapkan Kebijakan Selamatkan Investor dari Emiten Zombie

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 09 Desember 2021, 17:49 WIB
Langkah yang dilakukan adalah mendorong perusahaan untuk membeli kembali sahamnya (buyback) hingga melalui jalur...
 ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Menkeu: Tema G20 Jangan Hanya Jadi Jargon Saja, Tapi Tanggung Jawab Bersama

👤 Despian Nurhidayat 🕔Kamis 09 Desember 2021, 17:22 WIB
Forum G20 tidak hanya soal komunitas, tapi menurutnya yang paling penting adalah aksi kebijakan yang dapat membangun kepercayaan bagi...
Antara/Olha Mulalinda

Ada Peningkatan Permintaan saat Nataru, Ini Antisipasi Pertamina Patra Niaga

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 09 Desember 2021, 16:36 WIB
Per 7 Desember, ketahanan stok untuk seluruh produk bahan bakar minyak rata-rata berada di atas 19 hari, LPG di atas 14 hari, dan Avtur 35...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya