Selasa 05 Oktober 2021, 07:50 WIB

Harga Emas Naik saat Dolar AS Terpuruk

Muhamad Fauzi | Ekonomi
Harga Emas Naik saat Dolar AS Terpuruk

dok.mi
ilustrasi: harga emas

 

HARGA emas menguat mencapai level tertinggi lebih dari satu minggu pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (5/10). Penyebabnya kurs dolar yang lebih lemah dan sentimen penghindaran risko (risk off) di pasar ekuitas. Akibatnya mengangkat permintaan terhadap logam mulia yang dinilai lebih aman.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terangkat 9,2 dolar AS atau 0,52 persen, menjadi ditutup pada 1.776,60 dolar AS per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (1/10/2021), emas berjangka naik moderat 1,4 dolar AS atau 0,08 persen menjadi 1.758,40 dolar AS.

Emas berjangka melambung 34,1 dolar AS atau 1,98 persen menjadi 1.757 dolar AS pada Kamis (30/9/2021), setelah merosot 14,6 dolar AS atau 0,84 persen menjadi 1.722,90 dolar AS pada Rabu (29/9/2021), dan jatuh 14,5 dolar AS atau 0,83 persen menjadi 1.737,50 dolar AS pada Selasa (28/9/2021).

"Kami melihat lebih banyak penghindaran risiko di pasar dan emas tampaknya mendapat manfaat dari itu. Cukup sering kita melihat dolar berjalan dengan baik dalam kondisi ini yang menyeret emas, tetapi kita melihat yang sebaliknya hari ini,” kata analis OANDA, Craig Erlam.

"Mungkin investor menjadi sedikit gelisah tentang bank sentral yang menarik stimulus pada waktu yang tidak pasti untuk ekonomi."

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang saingannya turun 0,3 persen, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Indeks-indeks utama Wall Street juga jatuh karena investor beralih dari saham teknologi dalam menghadapi kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, sementara kekhawatiran baru AS-China atas perdagangan dan Taiwan menawarkan alasan lain untuk berhati-hati.

China menyalahkan Amerika Serikat pada Senin (4/10/2021) atas meningkatnya ketegangan atas Taiwan dan bersumpah untuk "menghancurkan" setiap plot separatis, ketika pulau itu melaporkan serbuan terbesar yang pernah dilakukan oleh angkatan udara China ke zona pertahanan udaranya dengan 52 pesawat.

Investor sekarang menunggu laporan data penggajian (payrolls) non-pertanian AS September yang akan dirilis pada Jumat (8/10/2021), yang diperkirakan akan menunjukkan peningkatan berkelanjutan di pasar tenaga kerja, yang dapat mempengaruhi jadwal Federal Reserve untuk mengurangi dukungan ekonominya.

Pengurangan stimulus bank sentral dan kenaikan suku bunga mengangkat imbal hasil obligasi, meningkatkan peluang kerugian memegang emas tanpa bunga.

"Selera risiko akan terus memberikan arah jangka pendek dalam hal permintaan safe-haven menjelang laporan data penggajian non pertanian AS pada Jumat (8/10/2021)," kata Ricardo Evangelista, analis senior di ActivTrades.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 10,8 sen atau 0,48 persen, menjadi ditutup pada 22,644 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 12 dolar AS atau 1,23 persen, menjadi ditutup pada 961,6 dolar AS per ounce. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Kurs Dolar Jatuh Menunggu Data Pekerjaan AS

Baca Juga

Antara/Reno Esnir

Saham IPO Rontok di Hari Pertama, Pertanda Apa?

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 17:21 WIB
Rontoknya harga-harga saham yang baru IPO di perdagangan perdana mematahkan anggapan bahwa saham IPO selalu memberikan...
Antara/Jessica Wuysang.

Bandara Tebelian Sintang Kalbar Beroperasi 17 Desember

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 08 Desember 2021, 16:48 WIB
Dengan infrastrukur yang memadai, distribusi barang atau logistik pun diyakini semakin lancar sehingga biaya logistik di Indonesia bisa...
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Erick Tunjuk Eks Wakil Kepala Densus 88 Jadi Komisaris RNI

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 08 Desember 2021, 16:30 WIB
Penetapan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-390/MBU/12/2021 tentang Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris PT...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya