Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA emas menguat mencapai level tertinggi lebih dari satu minggu pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (5/10). Penyebabnya kurs dolar yang lebih lemah dan sentimen penghindaran risko (risk off) di pasar ekuitas. Akibatnya mengangkat permintaan terhadap logam mulia yang dinilai lebih aman.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terangkat 9,2 dolar AS atau 0,52 persen, menjadi ditutup pada 1.776,60 dolar AS per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (1/10/2021), emas berjangka naik moderat 1,4 dolar AS atau 0,08 persen menjadi 1.758,40 dolar AS.
Emas berjangka melambung 34,1 dolar AS atau 1,98 persen menjadi 1.757 dolar AS pada Kamis (30/9/2021), setelah merosot 14,6 dolar AS atau 0,84 persen menjadi 1.722,90 dolar AS pada Rabu (29/9/2021), dan jatuh 14,5 dolar AS atau 0,83 persen menjadi 1.737,50 dolar AS pada Selasa (28/9/2021).
"Kami melihat lebih banyak penghindaran risiko di pasar dan emas tampaknya mendapat manfaat dari itu. Cukup sering kita melihat dolar berjalan dengan baik dalam kondisi ini yang menyeret emas, tetapi kita melihat yang sebaliknya hari ini,” kata analis OANDA, Craig Erlam.
"Mungkin investor menjadi sedikit gelisah tentang bank sentral yang menarik stimulus pada waktu yang tidak pasti untuk ekonomi."
Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang saingannya turun 0,3 persen, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Indeks-indeks utama Wall Street juga jatuh karena investor beralih dari saham teknologi dalam menghadapi kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, sementara kekhawatiran baru AS-China atas perdagangan dan Taiwan menawarkan alasan lain untuk berhati-hati.
China menyalahkan Amerika Serikat pada Senin (4/10/2021) atas meningkatnya ketegangan atas Taiwan dan bersumpah untuk "menghancurkan" setiap plot separatis, ketika pulau itu melaporkan serbuan terbesar yang pernah dilakukan oleh angkatan udara China ke zona pertahanan udaranya dengan 52 pesawat.
Investor sekarang menunggu laporan data penggajian (payrolls) non-pertanian AS September yang akan dirilis pada Jumat (8/10/2021), yang diperkirakan akan menunjukkan peningkatan berkelanjutan di pasar tenaga kerja, yang dapat mempengaruhi jadwal Federal Reserve untuk mengurangi dukungan ekonominya.
Pengurangan stimulus bank sentral dan kenaikan suku bunga mengangkat imbal hasil obligasi, meningkatkan peluang kerugian memegang emas tanpa bunga.
"Selera risiko akan terus memberikan arah jangka pendek dalam hal permintaan safe-haven menjelang laporan data penggajian non pertanian AS pada Jumat (8/10/2021)," kata Ricardo Evangelista, analis senior di ActivTrades.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 10,8 sen atau 0,48 persen, menjadi ditutup pada 22,644 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 12 dolar AS atau 1,23 persen, menjadi ditutup pada 961,6 dolar AS per ounce. (Ant/OL-13)
Baca Juga: Kurs Dolar Jatuh Menunggu Data Pekerjaan AS
Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu (18/2) pagi di Jakarta.
Nilai tukar (kurs) Rupiah hari ini, Rabu (18/2/2026), dibuka melemah 18 poin ke level Rp16.855 per dolar AS. Simak analisis penyebab dan sentimen pasar.
Perencanaan keuangan keluarga Indonesia kini semakin dipengaruhi kebutuhan lintas negara, mulai dari pendidikan internasional hingga pengelolaan aset global.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp16.828 per dolar AS hari ini, Kamis (12/2). Simak analisis ICDX terkait dampak Nonfarm Payroll AS terhadap kurs domestik.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Nilai tukar Rupiah hari ini, Kamis 12 Februari 2026, dibuka melemah 25 poin ke level Rp16.811 per dolar AS dipicu data tenaga kerja AS yang solid.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved