Kamis 23 September 2021, 13:42 WIB

Ini Potensi Indonesia jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Ini Potensi Indonesia jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Mi/galih Pradipta
Industri halal

 

GURU Besar Ilmu Ekonomi Islam UIN Syarif Hidayatullah Euis Amalia mengungkapkan bahwa industri halal menjadi sebuah kebutuhan bagi hampir seluruh negara di dunia. Bahkan, beberapa negara sudah mendeklarasikan diri sebagai pusat industri halal dari berbagai sektor.

"Seperti Thailand sebagai dapur halal dunia, Inggris sebagai pusat keuangan syariah di Eropa, Dubai sebagai ibukota ekonomi syariah, Arab Saudi sebagai pusat Islam dunia," ungkapnya dalam acara Indonesia Sharia Summit 2021 secara virtual, Kamis (23/9).

Euis optimis, Indonesia dapat mejadi pusat ekonomi syariah dunia karena memiliki potensi industri halal yang besar. Bukan hanya sebagai market yang besar karena jumlah penduduk muslim Indonesia yang besar, tetapi juga Indonesia menguasai 98% lebih sektor usaha kecil dan mikro yang dapat didorong untik memenuhi kebutuhan industri halal dunia.

Menurutnya, saat ini hal yang paling penting untuk didorong ialah peningkatan sertifikasi halal agar produk dalam negeri dapat memiliki daya saing baik di dalam negeri maupun luar negeri.

"Sertifikasi halal dan ini bukan hanya makanan, kosmetik, obat-obatan, finance, hotel, tourism dan seterusnya, sehingga kebutuhan untuk sertifikasi halal. Ini dilakukan untuk membuktilan kapabilitas dan kredibilitas lembaga kita dalam memenuhi pasar, jangan sampai kita kehilangan pasar muslim," kata Euis.

Baca juga : Realisasi Pemulihan Ekonomi Nasional Capai 53,2%

Selain sertifikasi, dia juga mendorong adanya dukungan pembiayaan bagi produk-produk halal di Indonesia. Dengan perkembangan digital, menurutnya saat ini pembiayaan tidak hanya terpaku pada perbankan saja, tapi juga bisa dilakukan melalui fintech peer to peer lending.

"Jadi harus dikembangkan pembiayaan untuk berbagai produk halal di Indonesia. Sehingga, nantinya produk-produk halal ini mampu berkembang menjadi produk-produk yang bisa masuk ke level internasional," tuturnya.

Setelah pembiayaan terbangun, beragam produk halal tadi dikatakan dapat mulai membangun industri. Setelah produk dari industri siap, akan terbentuk halal supply chain management dengan halal logistik dan sampai kepada marketing halal, sehingga mampu memenuhi demand global dan domestik. Dengan seperti ini, akan terbentuk ekosistem industri syariah yang terintegrasi dari huli sampai ke hilir.

"Tidak kalah penting adalah bagaimana sosialisasi edukasi kepada masyarakat untuk membangun kesadaran masyarakat akan adanya halal lifestyle, di mana halal adalah bagian dari gaya hidup di Indonesia," pungkas Euis. (OL-2)

 

Baca Juga

Antara

Sinyal Kuat dan Murah, UMKM Tertolong Indosat Ooredoo saat Pandemi

👤Yakub Pryatama W 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 12:10 WIB
BUKAN rahasia umum adanya covid-19 melanda Indonesia membuat banyak warga terkena...
dok.Ant

Bulog Salah Kelola CPB, Peranya Dalam Rantai Pasok Beras Harus Dievaluasi

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 11:30 WIB
PERAN Perum Bulog dalam rantai pasok beras perlu dievaluasi untuk meningkatkan efektivitasnya dalam menjaga stabilitas harga pangan...
MI/Agung W

Bursa Global Naik, IHSG Bakal Terimbas Positif

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 10:46 WIB
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (21/10) dibuka pada level 6.670,27 dari penutupan kemarin di level...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya