Jumat 17 September 2021, 21:57 WIB

Selamatkan Ekonomi Masyarakat, Pemkab Pamekasan Lindungi Toko Tradisional

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Selamatkan Ekonomi Masyarakat, Pemkab Pamekasan Lindungi Toko Tradisional

MI/Bary
Ilustrasi

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur membatasi pendirian toko modern di wilayah itu, guna menyelamatkan ekonomi masyarakat pemilik toko tradisional di wilayah itu.

Menurut Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, kebijakan pembatasan toko modern itu dilakukan, karena berdasarkan hasil penelitian, jika ada satu toko modern buka, maka tidak kurang dari 20 toko tradisional akan terdampak.

"Ini berdasarkan hasil survei LSI. Jadi, jika ada satu toko modern yang buka, maka sekitar 20 toko tradisional di sekitarnya terdampak, dan terancam bangkrut, bahkan ada yang tutup," kata Bupati saat menyampaikan sambutan di acafa pelantikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pamekasan Periode 2021-2026 di Mandhepa Agung Ronggosukowati Pamekasan, Jumat (17/9).

Oleh karena itu, sambung bupati, pemkab perlu membatasi pertumbuhan toko modern, agar para pelaku usaha lokal di Pamekasan tidak terdampak.

"Maka dari itu, selama saya jadi bupati, toko modern ridak akan pernah berdiri di kabupaten ini," ujar bupati yang diiringi tepuk tangan hadirin yang diundang pada acara pelantikan Pengurus KADIN Pamekasan itu.

Bupati menjelaskan, pemberdayaan ekonomi lokal dan keberlangsungan usaha masyarakat menjadi prioritas pembangunan dan kebijakan Pemkab Pamekasan.

"Karena kebijakan membatasi pertumbuhan toko modern itulah, maka pilihan Pemkab Pamekasan adalah membuat Wamira (Warung Milik Rakyat)," kata bupati.

Wamira ini sambung dia, merupakan toko swalayan yang semua isinya merupakan hasil kerajinan masyarakat Pamekasan dan akan dibangun di masing-masing kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

Dalam kesempatan itu, bupati juga mengajak kepada para pelaku usaha yang tergabung dalam Kadin Pamekasan untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal yang kini sedang dikembangkan Pemkab.

Bupati juga memaparkan tentang program wirausaha baru (WUB) yang dikembangkan di Kabupaten Pamekasan yang kini sudah bisa memproduksi sejumlah hasil kerajinan, seperti sarung, songkok dan sepatu.

"Sepatu yang saya pakai ini merupakan hasil produk warga Pamekasan yang mengikuti program WUB. Harganya hanya Rp80 ribu," kata bupati sambil menunjuk sepatu bertulis "Pamekasan Hebat" yang digunakan bupati muda ini.

WUB merupakan satu dari lima program prioritas yang dicanangkan Pemkab Pamekasan di bawah kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam. Empat program lainnya masing-masing peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan reformasi birokrasi. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Dok.Pertamina

Pandemi Jadi Momentum Akselerasi Tranformasi Bisnis Pertamina

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 22:05 WIB
PT Pertamina (Persero) terus mengejar target program transisi energi meski sektor energi mengalami tiga guncangan atau triple shock selama...
Dok.WMP

Holding Widodo Makmur Unggas Bersiap Melantai di Bursa

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 22:01 WIB
Widodo Makmur Perkasa merupakan perusahaan holding yang membawahi lima lini...
Dok.PPI

PPI Naik Kelas dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 21:25 WIB
PT Perusahaan Perdagangan Indonesia meraih anugerah Menuju Informatif yang disampaikan pada penyerahan anugerah hasil monitoring dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya