Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 turut mempercepat digitalisasi. Sebuah data global mengatakan, 96% pemimpin mengatakan pandemi mempercepat transformasi digital mereka rata-rata 5,3 tahun. Berbagai layanan kini dilakukan secara daring. Masyarakat pun semakin terbiasa dan nyaman melakukan berbagai kegiatan online. Mulai dari bekerja, belajar, pertemuan, belanja, dan bahkan bertransaksi.
Sektor perbankan juga tidak luput dari tuntutan untuk beradaptasi. Pilihannya, melakukan perubahan ke arah digitalisasi atau bakal ditinggalkan nasabah. Dan lagi, saat ini Bank Indonesia selaku otoritas perbankan akan menerapkan infrastruktur sistem pembayaran BI Fast Payment (BI-Fast) untuk menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).
BI Fast memungkinkan transfer dana terjadi kapan pun secara realtime, sebab sistem ini beroperasi 24 jam sehari dan 7 hari sepekan (24/7). Dalam penerapan BI-Fast, perbankan harus menggunakan standar baru sistem pembayaran, yaitu ISO20022 (menggantikan protokol ISO8583) yang merupakan de facto standar internasional untuk protokol pembayaran antarinstitusi keuangan.
Arus digitalisasi dan penerapan BI-Fast ini semestinya menjadi peluang besar bagi setiap bank untuk meningkatkan layanan dan memperluas bisnis. Syaratnya, dengan melakukan adaptasi, termasuk peningkatan di sisi teknologi informasi (TI) sebagai tulang punggung digitalisasi dan penyesuaian dengan ISO20022.
"Perbankan harus berpacu untuk mengimbangi permintaan yang terus meningkat, bank tradisional dengan model lama dihadapkan pada tantangan mendesak untuk mengubah layanan mereka secara digital guna memenuhi kebutuhan konsumen dan bisnis akan ketersediaan, akses, dan kontrol layanan perbankan digital," ujar Nugraha Santosa, Presiden Direktur Anabatic Digital Raya (ADR), anak perusahaan PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) yang bergerak di bidang penyediaan jasa TI, baru-baru ini.
Untuk membantu perbankan beradaptasi dan meraih peluang dari arus digitalisasi, lanjut Nugraha, ADR siap memberikan dukungan dan solusi holistik. Ada tiga pilihan solusi yang ditawarkan ADR.
Baca juga: Transaksi via Livin' by Mandiri Melonjak, Super App Dipersiapkan
Pertama, reformasi total sistem pembayaran, yakni melakukan perombakan total dengan teknologi platform terbaru untuk sistem seluruh skema pembayaran, yakni transfer domestik, pembayaran internasional, batch processing, instant and real time payment mencakup SKN, TT, dan RTGS. Pilihan ini memberikan solusi menyeluruh dan mentransformasi infrastruktur pembayaran, namun memerlukan biaya besar dan waktu yang cukup panjang.
Kedua, solusi medium, yakni melakukan optimalisasi terhadap sistem yang ada dengan memanfaatkan super middleware yang akan melakukan mediasi antara sistem lama dan BI-Fast. Jadi, solusi ini memanfaatkan sistem lama, melakukan konversi dan orkestrasi antarsistem pembayaran yang terkait.
Ketiga, menyediakan konverter yang akan mengonversi dari sistem lama ke sistem BI-Fast. Pilihan ini paling sederhana, biayanya lebih ekonomis, dan waktu implementasinya cukup cepat. "Nantinya, solusi yang diberikan ADR disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi setiap bank," kata Nugraha.
Ia menegaskan, ADR memiliki sumber daya yang memadai untuk memberikan solusi menyeluruh bagi bank untuk bertransformasi menuju digitalisasi. Terlebih, sebagai anak perusahaan ATIC, ADR didukung oleh sejumlah sister company yang memiliki berbagai kompetensi di bidang teknologi informasi. ADR juga bermitra dengan perusahaan-perisahaan berkelas internasional seperti Temenos, Huawei, SAS, TIS, IBM, dan Pocket Bank. Dengan sumber daya tersebut, sejauh ini, ADR telah memiliki banyak pengalaman dalam implementasi solusi infrastruktur jaringan teknologi informasi di berbagai bank.
Ia menambahkan, saat ini para pemimpin mulai menyadari masa depan yang berkelanjutan dimungkinkan melalui transformasi digital berbasis data. Semua industri kini merangkul teknologi untuk membentuk kembali lanskap operasi mereka dan menuai manfaat dari peningkatan produktivitas, efisiensi yang lebih tinggi, dan peningkatan penghematan biaya. "ADR siap mengambil peranan besar di dalam implementasi dan memberikan jawaban percepatan transformasi digital di Indonesia," tegasnya. (RO/S-2)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Kemendikdasmen bergerak cepat dan terukur setelah capaian tahun 2024, khususnya melalui penguatan pada domain manajemen SPBE.
DIGITALISASI sistem pengamanan dianggap menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan operasi hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional.
Pemkab Pringsewu memperkuat digitalisasi pengadaan barang dan jasa melalui peran BUMD untuk mendorong sistem yang transparan, efisien, dan akuntabel.
KETUA Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha (merchant) agar tidak menolak pembayaran menggunakan uang tunai (Rupiah).
Aset kripto semakin diperhitungkan bukan hanya karena peluang nilai, tetapi juga karena fungsinya dalam diversifikasi keuangan modern
PERINGATAN Hari HAM Internasional 10 Desember 2025 mengangkat tema sangat menggugah, Human rights, our everyday essentials
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved