Senin 09 Agustus 2021, 12:45 WIB

OSS Berbasis Risiko Resmi Beroperasi

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
OSS Berbasis Risiko Resmi Beroperasi

Antara
Perajin membuat godhong atau tempat ikan di industri rumahan Desa Kemendung, Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (28/5).

 

PEMERINTAH resmi mengoperasionalkan Online Single Submission - Risk Based Approach (OSS - RBA) atau OSS Berbasis Risiko pada Senin (9/8). Upaya ini guna mempermudah perizinan usaha. Sistem tersebut dibantu pengelolaanya oleh perusahaan jasa telekomunikasi, PT. Indosat Tbk (ISAT).

OSS Berbasis Risiko sendiri merupakan amanah Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja untuk memberikan kepastian bagi pengusaha dalam berinvestasi.

"Jadi, kami melibatkan stakeholder yang ada dan ini yang mengerjakan Indosat. Ini bukan kaleng-kaleng. Yang bertanggungjawab Kementerian Investasi dan Indosat," kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers virtual peluncuran OSS Berbasis Risiko, Senin (9/8).

Bahlil menerangkan rancangan OSS Berbasis Risiko sudah ada sejak Maret 2021 pascapenandatanganan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko sebagai implementasi UU Cipta Kerja.

Pelaksanaan sistem OSS Berbasis Risiko dijadwalkan pada 2 Juni 2021. Namun, Kementerian Investasi/BKPM mengundurkan jadwal tersebut hingga Agustus ini.

Bahlil menambahkan, aplikasi OSS Berbasis Risiko akan memudahkan tiap-tiap perizinan usaha atau investasi yang di atur dalam 47 peraturan pemerintah (PP) dan 4 peraturan presiden (perpres) dari turunan UU tersebut.

"Kami melaporkan aplikasi ini sudah mulai dites Rabu lalu (4/8), sekarang sudah stabil. Ini menghubungkan 4 tempat, dari kabupaten/kota, provinsi, kementerian lembaga, dan di pusatnya di Kementerian Invetasi sebgai terminal yang menghubungkan," jelasnya.

Perizinan berusaha berbasis risiko ini terdiri dari Risiko Rendah (RR) dengan melampirkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Kemudian, Risiko Menengah Rendah (RMR) dengan menunjukkan NIB plus Sertifikat Standar (SS) (self declare).

Lalu, Risiko Menengah Tinggi (RMT) dengan NIB plus Sertifikat Standar (verifikasi), serta Risiko Tinggi (RT) dengan NIB plus izin (verifikasi).

Implementasi di sistem melalui OSS sendiri, untuk kategori RR & RMR, akan selesai di OSS. Sementara itu, untuk RMT dan RT dilakukan penyelesaian NIB di OSS dan dilakukan verifikasi syarat/standar oleh kementerian atau lembaga (K/L) dan daerah. (E-3)

Baca Juga

MI/Susanto

Ekonom: Jabatan Pimpinan BI tidak Boleh Diisi Politisi, Risikonya Besar

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 30 September 2022, 23:26 WIB
Pasalnya, Bank Indonesia memiliki peran yang amat strategis bagi perekonomian nasional. Kesalahan dalam pengelolaan Bank Sentral akan...
Antara

Pemerintah Kembali Cairkan BSU BBM pada Pekan Depan

👤Ficky Ramadhan 🕔Jumat 30 September 2022, 22:19 WIB
Sejauh ini, BSU BBM sudah disalurkan kepada 7 juta pekerja. Pemerintah memperkirakan total jumlah penerima BSU BBM sekitar 14,6 juta...
MI/BAYU ANGGORO

Importir Kedelai Amerika akan Disertifikasi

👤Bayu Anggoro 🕔Jumat 30 September 2022, 22:05 WIB
Kebijakan ini menjadi penting bagi para konsumen kedelai Amerika Serikat di seluruh dunia termasuk di Indonesia  yang telah lama...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya