Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PTLS) Terapung Waduk Cirata di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar) yang menelan US$129 juta atau sekitar Rp1,8 triliun ini, memulai proses konstruksi dan ditargetkan rampung pada November 2022.
Duta Besar (Dubes) RI untuk Persatuan Emirat Arab (PEA) Husin Bagis menuturkan, saat ini telah tercapainya tahap financial close PLTS Terapung 145 MWac dan menandai babak baru kerja sama energi baru terbarukan atau EBT antara kedua pihak.
Pasalnya, proyek ini dikembangkan oleh perusahaan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) yang bekerjasama dengan perusahaan dari Uni Emirat Arab, Masdar.
"Kami berharap dengan tercapainya financial close tersebut dapat menjadi babak baru meningkatnya kerja sama RI-PEA di bidang energi terbarukan," ujarnya dikutip laman resmi Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (4/8).
Proyek investasi tersebut, diharapkan dapat berkontribusi pada upaya pemerintah untuk mendorong bauran energi terbarukan 23% di 2025.
Baca juga : Ini Biaya dan Cara Pemasangan Listrik Baru
“Pembangkit ini akan menerangi 50 ribu rumah dan mengurangi 214 ribu ton emisi karbon dioksida serta berkontribusi pada penyerapan 800 tenaga kerja," tambah Husin.
Dia juga mengatakan progress yang dicapai oleh konsorsium Masdar dan PT PJB Investasi melalui anak perusahaan mereka di Indonesia yakni PT PJB Masdar Solar Energi (PMSE) telah positif.
“Berkat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di Jakarta, maka proyek investasi senilai US$129 juta ini bisa terus berjalan, meski di tengah berbagai keterbatasan akibat kondisi pandemi," ucap Husin.
Dijelaskan bahwa konsorsium berhasil mengamankan pembiayaan melalui Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), serta Societe General dan Standard Chartered menunjukkan bahwa konsorsium Masdar dan PJB Investasi dipercaya oleh lembaga keuangan internasional.
"Ini penting karena mereka memiliki reputasi internasional, harapannya ke depan semakin banyak proyek-proyek energi terbarukan yang bisa dikembangkan oleh Masdar di Indonesia. Mereka telah menyampaikan komitmen untuk membangun 1 giga watt di Indonesia," jelasnya.
Proyek PLTS Terapung Cirata 145 MWac sendiri merupakan pembangkit tenaga surya terapung dengan kapasitas terbesar di Asia Tenggara. Penandatanganan Kontrak Jual Beli Listrik (Power Purchase Aggreement/PPA) dilakukan pada tanggal 12 Januari 2020 oleh Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, CEO Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi, dan Dirut PT PJB Investasi serta disaksikan oleh Menteri BUMN RI Erik Thohir dan K/L lainnya. (OL-7)
PERTAMINA NRE saat ini membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) offgrid berkapasitas 400 kilowatt (kWp) dan baterai 1 megawatt per jam (MWh) sebagai proyek percontohan di Pulau Sembur.
Sejumlah proyek percontohan microgrid terintegrasi berbasis PLTS disiapkan untuk area yang membutuhkan pasokan listrik besar tetapi masih terkendala akses jaringan listrik.
PT Pertamina menghadirkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di sejumlah titik posko pengungsi di wilayah Aceh Tamiang.
Pembangkit Energi Terpadu Ausem ini menjadi contoh implementasi EBT berbasis komunitas dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sejak tahap perencanaan hingga operasional.
Melalui solusi terintegrasi berbasis energi surya, SUN Energy menghadirkan sistem yang memungkinkan perusahaan tambang beralih ke operasi yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan.
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebagai special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan terus berkomitmen terhadap pembiayaan proyek-proyek hijau dan berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved