Selasa 03 Agustus 2021, 09:40 WIB

Menaker Diminta Lindungi Kurir E-Commerce

Basuki Eka Purnama | Ekonomi
Menaker Diminta Lindungi Kurir E-Commerce

MI/Dok Serikat Pekerja 4.0
Petisi kepada Menaker Ida Fauziah untuk melindungi kurir e-commerce

 

SELAMA pandemi covid-19, penggunaan e-commerce untuk berbelanja semakin dimudahkan. Sehingga e-commerce menjadi salah satu andalan masyarakat untuk berbelanja kebutuhannya dari rumah.

Namun, peningkatan jumlah konsumen tidak sebanding dengan peningkatan pendapatan para kurir. Khususnya, kurir cash on delivery (COD).

Serikat Pekerja 4.0 mengatakan meski peran kurir sangat penting dalam bisnis e-commerce, yaitu untuk mengantarkan barang, tapi keamanan dan kesejahteraan mereka belum terjamin.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan dan IAPI Ajak Akuntan Pahami Pentingnya Jaminan Sosial

Banyak cerita di media sosial tentang kurir yang mengalami kekerasan. Karena itu, Serikat Pekerja 4.0 membuat petisi #LindungiKurir.

Mereka meminta kepada Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah untuk memberikan perlindungan terhadap kurir e-commerce. Sampai saat ini petisi tersebut sudah didukung lebih dari 5.000 orang.

Di dalam petisi itu, Serikat Pekerja 4.0 menceritakan kisah Rifki,  kurir COD di Bone Bolango, Gorontalo.

Rifki pernah terancam nyawanya ketika mengantarkan barang pesanan dari pembeli. Dia diancam menggunakan parang oleh pembeli dengan alasan barang yang dipesan tidak sesuai.

"Mereka pikir kami ini penjual. Jadi ketika apa yang mereka inginkan tidak sesuai, kami yang jadi sasaran, kami yang jadi pelampiasan," kata Rifki.

Selain cerita soal kekerasan yang dialami kurir, ada juga masalah kesejahteraan. Contohnya yang dialami Latifah, yang hanya mendapatkan Rp683.000 setelah mengantar 18 paket dengan jarak tempuh lebih dari 184 km di Hari Raya Idul Fitri.

Melalui petisinya, Serikat Pekerja 4.0 mengajukan lima standar perlindungan bagi kurir kepada Menaker. Di antaranya agar kurir dapat mendapat bantuan hukum, mendapat jaminan keselamatan kerja, mendapat skema pendapatan yang kayak, menerima beban kerja yang manusiawi, serta melakukan edukasi massal terhadap pengguna jasa COD di berbagai marketplace di Indonesia.

"Supaya para semua kurir mendapatkan standar perlindungan yang layak, bukan malah diperbudak." tutup Serikat Pekerja 4.0 dalam petisinya.

Salah satu pendukung petisi Silvany Simorangkir berkomentar, "Kalau boleh sistem kurir ini jelas penggajiannya, barang yang diantar sama dengan jarak tempuh sama dengan gaji. Dan buat yang terima paket online, kalau ada rejeki lebih boleh berbagi ya."

Komentar lainnya datang dari Nani Sutanto, "Tingkatkan kesejahteraan kurir dan hapuskan COD, karena COD itu selayaknya antara pembeli dan penjual langsung. Tidak bisa fungsi penjual dalam COD diwakilkan oleh kurir, kalau begini malah akan terus kurir yang jadi korban." (RO/OL-1)

Baca Juga

dok.KNPI

DPP KNPI: Kinerja Pembantu Jokowi Bidang Perekonomian Perlu Perbaikan

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 17:50 WIB
KINERJA pemerintahan bidang perekonomian mendapat sorotan publik karena kinerja yang buruk. Karena itu, Jokowi harus mengambil langkah...
DOK BNI46

Kuat Dalam GCG, BNI Kembali Menangi Penghargaan IICD

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 16:13 WIB
Raihan ini akan menjadi tolok ukur bagi perseroan untuk lebih gencar lagi dalam meningkatkan penerapan good corporate governance (GCG)...
Antara

Badan Pangan Nasional Dorong Penguatan Harga Gula Di Tingkat Petani Maupun Konsumen

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 14:18 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi menegaskan seluruh pabrik gula dapat membeli gula kristal putih produksi petani tebu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya