Jumat 23 Juli 2021, 09:18 WIB

Kementan Pelopori Gerakan Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing Pertanian

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan Pelopori Gerakan Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing Pertanian

Ist/Kementan
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memelopori gerakan nasional peningkatan produktivitas dan daya saing melalui peningkatan kompetensi masyarakat pertanian, milenial, penyuluh dan pekerja sektor pertanian.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui diklat tematik untuk mensukseskan program budidaya sesuai kebutuhan masyarakat bersinergi dengan program utama Kementan.

Hal itu terungkap dalam "Rakor Pra-Ratas Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GNP2DS) Multisektor di Masa Pandemi Covid-19", pada Kamis (22/7/2021).

Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerangkan, peningkatan produktivitas dan daya saing adalah hal pertama dan utama yang mesti diupayakan.

Kementan sendiri, kata Mentan SYL, melalui beberapa direktoratnya melahirkan program-program yang diarahkan pada peningkatan produktivitas dan peningkatan daya saing. 

"Untuk peningkatan produktivitas, beberapa program seperti akses KUR (Kredit Usaha Rakyat), alat mesin pertanian (alsintan) dan faktor pendukung lainnya terus diprogramkan," kata Mentan SYL.

Sedangkan untuk meningkatkan daya saing, kapasitas insan pertanian terus digembleng melalui pelatihan-pelatihan, baik kekhususan maupun tempatik. 

"Peningkatan daya saing ini erat kaitannya dengan SDM. Jika SDM pertanian kita andal, saya yakin dan optimistis daya saing kita juga akan terangkat. Tentu kita bisa bekerja dengan memanfaatkan teknologi, inovasi, jejaring dan kerjasama yang kuat," ujar Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan lembaganya untuk meningkatkam produktivitas pertanian dan menggenjot daya saing adalah melalui pelatihan sejuta petani dan penyuluh di seluruh Indonesia. 

"Pelatihan sejuta petani dan penyuluh adalah salah satu gerakan meningkatkan kemampuan masyarakat pertanian yang terselubung dengan baik siapa pesertanya, bagaimana tingkat kemampuannya dengan evaluasi pasca-diklat dan siapa yang berhak mendapatkan sertifikat," kata Dedi.

Pelatihan itu, Dedi melanjutkan, dilakukan dengan baik dan dievaluasi terus menerus. Di sisi lain, faktor penting yang juga diupayakan adalah mendidik anak-anak muda untuk mau terjun ke sektor pertanian. 

"Semuanya dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi berbasis data yang dapat di-tracing dan dievaluasi oleh pihak-pihak terkait. Termasuk di dalamnya mengubah mindset pemuda milenial, anak-anak petani bahwa bekerja di sektor pertanian dengan menerapkan mekanisme, robot construction, IoT dan TIK lainnya itu keren," papar Dedi.

Sementara Sekretaris BPPSDMP Kementan, Siti Munifah menambahkan, gerakan nasional peningkatan produktivitas dan daya saing ini dalam rangka semakin meningkatkan pendapatan di sektor pertanian yang berorientasi pada meningkatnya kesejahteraan petani.

Selain itu, gerakan ini juga bertujuan untuk menumbuhkembangkan semangat bertani di kalangan anak-anak muda agar mereka mau menekuni usaha dan bisnis pertanian

"Program ini sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional yaitu menyediakan pangan bagi 270 juta rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor," papar dia. (RO/OL-09)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Ampelsa

Wapres: Upaya Menjadi Produsen Halal belum Optimal

👤Emir Chairullah 🕔Rabu 28 Juli 2021, 12:24 WIB
Ma’ruf menyebutkan, Indonesia belum mampu memanfaatkan potensi ini secara optimal, potensi pasarnya sebagai negara berpenduduk Muslim...
Antara/Hafidz Mubarak

CORE Prediksi Pertumbuhan Triwulan II 4,5% - 5,5%

👤M Ilham Ramadhan 🕔Rabu 28 Juli 2021, 12:22 WIB
Dampak dari pengetatan mobilitas masyarakat itu diprediksi akan terlihat pada perekonomian di triwulan III...
FOTO/brilife.co.id

BRI Life Investigasi Kasus Dugaan Kebocoran Data 2 Juta Nasabah

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 28 Juli 2021, 12:07 WIB
Corporate Secretary BRI Life Ade Nasution mengungkapkan langkah tersebut, sebagai tindak lanjut atas adanya berita di social media pada 27...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Membangun Konektivitas Segitiga Emas Jawa Bagian Tengah

 Untuk membangkitkan pertumbuhan perekonomian di Jawa bagian tengah, Tol Joglosemar menjadi salah satu solusi

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya