Rabu 07 Juli 2021, 20:33 WIB

KSEI Tegaskan Tidak Ada Nama IPO Gojek Tokped dalam Bursa Efek

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
KSEI Tegaskan Tidak Ada Nama IPO Gojek Tokped dalam Bursa Efek

Antara/M. Agung Rajasa
Penggabungan Gojek dan Tokopedia

 

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menegaskan penamaan IPO GOJEK TOKPED tidak ada dalam bursa efek atas pemegang saham PT Royal Prima Tbk (PRIM) di atas 5%.

Direktur PT KSEI, Alec Syafruddin mengatakan terjadi kesalahan pada penamaan dalam proses pembuatan report.

"Ada kesalahan dalam proses pembuatan report kepemilikan 5% untuk dikirimkan ke IDX," ucap Alec kepada Media Indonesia, Rabu (7/7).

Dirinya menuturkan bahwa tidak ada penamaan IPO GOJEK TOKPED pada saham PRIM bahkan di semua list bursa.

Baca juga : Awas, Ada yang Ingin Rusak Tata Niaga Gula di Jatim

"Secara data kepemilikan bursa efek di KSEI tidak ada investor dengan nama IPO GOJEK TOKPED, karena baik investor institusi maupun investor individu. Jadi data kepemilikan 5% atas nama IPO GOJEK TOKPED tersebut tidak benar," jelasnya.

"Jadi tidak hanya di saham PRIM, di semua saham yang listed di bursa juga tidak ada kepemilikan atas nama IPO GOJEK TOKPED," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya IPO GOJEK TOKPED muncul sebagai pemegang saham PRIM sebesar 5% melalui 3 rekening efek 1st Financial Company Limited, Quest Corporation, dan Suisse Charter Investment. (OL-7)

Baca Juga

Antara/Sigid Kurniawan

Menkeu: Postur APBN 2023 Masih Defisit, Rasio Utang Tetap Dikendalikan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 20 Mei 2022, 12:24 WIB
Pengelolaan pembiayaan untuk menutup kesenjangan finansial (financial gap) akan dilakukan secara efisien, hati-hati dan berkelanjutan...
Antara

Sandiaga Optimistis Kunjungan Turis dari Asia Selatan akan Melonjak

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 20 Mei 2022, 11:02 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno optimistis jumlah kunjungan wisatawan dari Asia Selatan ke...
AFP/Daniel Slim

The Fed Masih Terus Mencari Cara Kendalikan Inflasi

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 20 Mei 2022, 10:55 WIB
Muncul gagasan bagi Bank Sentral AS The Fed untuk meningkatkan target inflasi AS, dari sebelumnya di 2%. Dengan menaikkan target inflasi,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya